Yang masih punya bayi boleh ikutan Lomba Bayi Sehat yang umurnya mulai 4 bulan - 3,5 tahun. Acaranya hari Sabtu 27 Maret mulai jam 09.30 pagi sampe 14 siang di ITC Permata Hijau Jak Sel bayarnya 35 ribu perak udah dapet souvenir. Kriteria yang dilombakan a.l kelengkapan imunisasi, gerak motorik, keseimbangan BB dan TB dan pemeriksaan fisik o/ team dokter.
Yagn mesti dibawa nanti yaitu fc akte kelahiran, Kartu Menuju Sehat atau Buku Dokter si anak. Pengumuman pemenang lomba pas akhir acara.
Yang mau tahu lebih lanjut bisa hub telp 84937639.
Rabu, 24 Maret 2010
Tabloid Nakita Pekan ini "Kiat Anak Sehat secara mudah dan murah"
...kemarin pas lewat agen koran dekat rumah, ternyata ada satu tabloid yang menarik yaitu Tabloid anak Nakita yang pekan ini edisi 23-28 Maret 2010 isinya mengangkat tema "Kiat Anak Sehat secara mudah dan murah". Langsung aja kubeli dan pas lihat-lihat isinya bagus bener tentang cara-cara praktis oleh membiasakan pola hidup sehat secara sederhana oleh dr Handrawan Nadesul, mulai dari cuci tangan, makan/ minum nutrisi yang cukup sampai pola gerak anak/ olahraga dan tidak ketinggalan bermain yang ternyata membuat anak tetap sehat juga. Mau tahu lengkapnya beli dong atau pinjem tetangga boleh juga.
Kamis, 18 Maret 2010
Ikutan yuk Jalan Sehat & Fun Bike Minggu 21 Maret
Majalah Nirmala bekerjasama dengan Radio Bahana FM dan Hotel Sahid Jaya menggelar Jalan Sehat dan Fun Bike pada
hari Minggu 21 Maret 2010 jam 06 pagi sd selesai
start dari Jl KH Mas Mansyur ( di belakang Hotel Sahid Jaya ).
Diramaikan juga dengan acara bazaar- lomba gambar anak dan acara hiburan lainnya.
Iuran cuma rp 20.000 perak udah dapet kaos, topi, minuman dan door prize.
Yang mau ikut cepet daftar di no telp 5704444 ext 1202, 08788 2098610
hari Minggu 21 Maret 2010 jam 06 pagi sd selesai
start dari Jl KH Mas Mansyur ( di belakang Hotel Sahid Jaya ).
Diramaikan juga dengan acara bazaar- lomba gambar anak dan acara hiburan lainnya.
Iuran cuma rp 20.000 perak udah dapet kaos, topi, minuman dan door prize.
Yang mau ikut cepet daftar di no telp 5704444 ext 1202, 08788 2098610
Rabu, 17 Maret 2010
Diskusi Kelas ASI Bandung 28 Maret
Dear Smart Parents,
Air Susu Ibu (ASI) adalah anugerah terindah dari Sang Maha Pencipta,yang secara alamiah menjadi bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan ibu dan bayi.
Pemberian ASI EKSKLUSIF di 6 bulan pertama dan melanjutkan hingga umur2 tahun adalah anjuran yang telah men-dunia yang telah terbukti secara klinis sangat baik bagi bayi dan ibunya.
Namun pada kenyataannya pemberian ASI Eksklusif sebagai makanan terbaik bayi, tak jarang mengalami berbagai rintangan. Bekerja BUKAN hambatan untuk ibu memberikan ASI eksklusif. Apa saja kiat untuk
sukses ASI eksklusif,Apa saja problema seputar ASI dan menyusui?
Temukan jawabannya di: Kelas ASI (KLASI) – Yayasan Orang Tua Peduli (YOP)
Hari : Minggu, 28 Maret 2010 Pk 09.00 – 13.00 WIB
Tempat : Kantor INKUBATOR INDUSTRI BISNIS / KM HAKI ITB
Jl. Ganesa No 15 F Bandung (sebelah Bank BNI ITB Tamansari)
MATERI :
Materi ASI + Pemutaran Video Pendukung, antara lain:
1. Pengetahuan Dasar Tentang ASI serta Bagaimana Cara ASI di produksi.
2. Bagaimana menghadapi masa-masa Penuh Godaan saat menjalankan ASI eksklusif.
3. Tips&Trik ibu bekerja agar ASI Ekslusif tetap Lancar.
4. Teknik Menyusui (Pelekatan yang Benar, Berbagai posisi Menyusui yang tepat).
5. Cara Mengeluarkan ASI
6. Tata cara Penyimpanan ASI
7. Teknik Pemberian ASI Perah/Peras Pada Bayi.
8. Menilai Kecukupan Pemberian ASI pada bayi.
9. Rational Use of Drugs (RUD) bagi ibu Menyusui (obat-obatan yang aman/tidak aman buat ibu menyusui).
Praktek /DEMO : Teknik Memerah ASI
DISKUSI KELOMPOK
Melalui Diskusi kelompok ini peserta bisa sharing kiat-kiat menangani kendala di kantor dan di rumah ketika kembali bekerja (misalnya bagaimana “mencuri waktu” untuk memerah, bagaimana memerah tanpa ada
fasilitas khusus ruangan, bagaimana mengajukan usulan ada ruang ASI).
Materi akan disampaikan oleh TIM ASI YOP
Biaya Rp 60.000 / orang, atau Rp. 110.000 untuk pasangan (dapat makan siang dan CD materi)
Yang mau ikut kirim email ke klasibdg@yahoo.com dengan subject
“Kelas ASI”. atau hub no.telp 081809595712 (Ida). Tempat Terbatas!
*Dianjurkan untuk tidak membawa anak
Air Susu Ibu (ASI) adalah anugerah terindah dari Sang Maha Pencipta,yang secara alamiah menjadi bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan ibu dan bayi.
Pemberian ASI EKSKLUSIF di 6 bulan pertama dan melanjutkan hingga umur2 tahun adalah anjuran yang telah men-dunia yang telah terbukti secara klinis sangat baik bagi bayi dan ibunya.
Namun pada kenyataannya pemberian ASI Eksklusif sebagai makanan terbaik bayi, tak jarang mengalami berbagai rintangan. Bekerja BUKAN hambatan untuk ibu memberikan ASI eksklusif. Apa saja kiat untuk
sukses ASI eksklusif,Apa saja problema seputar ASI dan menyusui?
Temukan jawabannya di: Kelas ASI (KLASI) – Yayasan Orang Tua Peduli (YOP)
Hari : Minggu, 28 Maret 2010 Pk 09.00 – 13.00 WIB
Tempat : Kantor INKUBATOR INDUSTRI BISNIS / KM HAKI ITB
Jl. Ganesa No 15 F Bandung (sebelah Bank BNI ITB Tamansari)
MATERI :
Materi ASI + Pemutaran Video Pendukung, antara lain:
1. Pengetahuan Dasar Tentang ASI serta Bagaimana Cara ASI di produksi.
2. Bagaimana menghadapi masa-masa Penuh Godaan saat menjalankan ASI eksklusif.
3. Tips&Trik ibu bekerja agar ASI Ekslusif tetap Lancar.
4. Teknik Menyusui (Pelekatan yang Benar, Berbagai posisi Menyusui yang tepat).
5. Cara Mengeluarkan ASI
6. Tata cara Penyimpanan ASI
7. Teknik Pemberian ASI Perah/Peras Pada Bayi.
8. Menilai Kecukupan Pemberian ASI pada bayi.
9. Rational Use of Drugs (RUD) bagi ibu Menyusui (obat-obatan yang aman/tidak aman buat ibu menyusui).
Praktek /DEMO : Teknik Memerah ASI
DISKUSI KELOMPOK
Melalui Diskusi kelompok ini peserta bisa sharing kiat-kiat menangani kendala di kantor dan di rumah ketika kembali bekerja (misalnya bagaimana “mencuri waktu” untuk memerah, bagaimana memerah tanpa ada
fasilitas khusus ruangan, bagaimana mengajukan usulan ada ruang ASI).
Materi akan disampaikan oleh TIM ASI YOP
Biaya Rp 60.000 / orang, atau Rp. 110.000 untuk pasangan (dapat makan siang dan CD materi)
Yang mau ikut kirim email ke klasibdg@yahoo.com dengan subject
“Kelas ASI”. atau hub no.telp 081809595712 (Ida). Tempat Terbatas!
*Dianjurkan untuk tidak membawa anak
Suka Makan Enak, Awas Kanker Usus Besar
Hobi menyantap gule kambing, soto babat, daging empal, atau steak, bukan cuma membuat tubuh makin melar, tapi juga mengundang risiko mengidap kanker saluran cerna (kolorektal). Ayo, perbanyaklah makan makanan berserat dalam menu sehari-hari.
Kanker kolorektal adalah kanker yang tumbuh di daerah usus besar (kolon) dan anus (rektum). Kanker ini merupakan jenis kanker yang paling dipengaruhi oleh gaya hidup, yakni asupan makanan yang tinggi lemak dan protein serta rendah serat.
"Berdasarkan penelitian, ternyata di Indonesia, faktor makanan (tinggi lemak, zat pengawet, dan infeksi) menjadi penyebab utama kanker di banding rokok," papar Dr.dr.Aru W.Sudono, Sp.PD, KHOM, pakar kanker dari FKUI/RSCM dalam acara media edukasi memperingati Bulan Kanker Kolorektal yang diadakan oleh Yayasan Kanker Indonesia, di Jakarta (17/3).
Paparan zat karsinogenik yang masuk lewat makanan, menjadi salah satu penyebab utama kanker kolorektal. "Asam lemak dari makanan tinggi lemak jenuh, cairan empedu, zat pengawet makanan, serta zat karsinogenik yang terkandung dalam daging yang dimasak dengan suhu tinggi harus diwaspadai," kata dr.Aru.
Melalui berbagai penelitian epidemiologis, telah dibuktikan peran serat yang sangat penting bagi pemeliharaan kesehatan, pencegahan penyakit, dan komponen penting dalam terapi gizi. Kecukupan konsumsi serat pangan dari sayur dan buah pada pola makan sehari-hari dapat mengurangi risiko kanker usus hingga 40 persen.
Adanya serat pangan yang mampu mengikat air akan menyebabkan konsistensi feses menjadi lebih lunak dan lembut, sehingga memudahkan otot usus besar memompa kotoran (feses) keluar. Kondisi ini akan mengurangi kontak dinding usus dengan zat karsinogenik makin singkat sehingga tidak sempat mengubah sel menjadi ganas.
Faktor risiko lain yang meningkatkan risiko kanker kolorektal adalah usia lanjut (di atas 50 tahun), polip di usus, faktor genetik, obesitas, serta jarang melakukan aktifitas fisik.
Menurut data WHO, diperkirakan 700.00 ribu orang meninggal karena kanker kolorektal setiap tahunnya. Ini berarti 2.000 orang meninggal setiap harinya. Di Amerika dan Eropa, kanker kolorektal lebih banyak diderita orang lanjut usia. Namun di Indonesia, prevelansi orang muda yang terkena kanker ini lebih besar (lebih dari 30 persen).
"Makin membaiknya ekonomi membuat kita lebih sering makan enak yang tinggi lemak, sementara itu aktivitas fisik kita berkurang," jelas dokter yang menjabat sebagai Ketua Umum Perhimpunan Ahli Penyakit Dalam Indonesia ini.
Untuk menghambat pertumbuhan kanker, ada beberapa makanan yang memiliki zat anti kanker, misalnya saja diet tinggi serat, teh hijau, serat, asam folat, vitamin D dan kalsium, vitamin C dari makanan, serta aspirin.
"Kanker kolorektal adalah kanker yang perjalanannya lambat. Karena itu kanker ini masih bisa dicegah dengan memperbaiki pola makan. Dengan begitu kita akan terhindar dari biaya kemoterapi yang mahal itu," tegas dr.Aru.
Kebutuhan tubuh akan serat pangan bisa didapat dari beragam sumber, seperti padi-padian, kacang-kacangan, sayuran, dan buah-buahan. Konsumsi daging merah dapat diganti dengan daging putih seperti ikan atau daging ayam. sumber health.kompas
Kanker kolorektal adalah kanker yang tumbuh di daerah usus besar (kolon) dan anus (rektum). Kanker ini merupakan jenis kanker yang paling dipengaruhi oleh gaya hidup, yakni asupan makanan yang tinggi lemak dan protein serta rendah serat.
"Berdasarkan penelitian, ternyata di Indonesia, faktor makanan (tinggi lemak, zat pengawet, dan infeksi) menjadi penyebab utama kanker di banding rokok," papar Dr.dr.Aru W.Sudono, Sp.PD, KHOM, pakar kanker dari FKUI/RSCM dalam acara media edukasi memperingati Bulan Kanker Kolorektal yang diadakan oleh Yayasan Kanker Indonesia, di Jakarta (17/3).
Paparan zat karsinogenik yang masuk lewat makanan, menjadi salah satu penyebab utama kanker kolorektal. "Asam lemak dari makanan tinggi lemak jenuh, cairan empedu, zat pengawet makanan, serta zat karsinogenik yang terkandung dalam daging yang dimasak dengan suhu tinggi harus diwaspadai," kata dr.Aru.
Melalui berbagai penelitian epidemiologis, telah dibuktikan peran serat yang sangat penting bagi pemeliharaan kesehatan, pencegahan penyakit, dan komponen penting dalam terapi gizi. Kecukupan konsumsi serat pangan dari sayur dan buah pada pola makan sehari-hari dapat mengurangi risiko kanker usus hingga 40 persen.
Adanya serat pangan yang mampu mengikat air akan menyebabkan konsistensi feses menjadi lebih lunak dan lembut, sehingga memudahkan otot usus besar memompa kotoran (feses) keluar. Kondisi ini akan mengurangi kontak dinding usus dengan zat karsinogenik makin singkat sehingga tidak sempat mengubah sel menjadi ganas.
Faktor risiko lain yang meningkatkan risiko kanker kolorektal adalah usia lanjut (di atas 50 tahun), polip di usus, faktor genetik, obesitas, serta jarang melakukan aktifitas fisik.
Menurut data WHO, diperkirakan 700.00 ribu orang meninggal karena kanker kolorektal setiap tahunnya. Ini berarti 2.000 orang meninggal setiap harinya. Di Amerika dan Eropa, kanker kolorektal lebih banyak diderita orang lanjut usia. Namun di Indonesia, prevelansi orang muda yang terkena kanker ini lebih besar (lebih dari 30 persen).
"Makin membaiknya ekonomi membuat kita lebih sering makan enak yang tinggi lemak, sementara itu aktivitas fisik kita berkurang," jelas dokter yang menjabat sebagai Ketua Umum Perhimpunan Ahli Penyakit Dalam Indonesia ini.
Untuk menghambat pertumbuhan kanker, ada beberapa makanan yang memiliki zat anti kanker, misalnya saja diet tinggi serat, teh hijau, serat, asam folat, vitamin D dan kalsium, vitamin C dari makanan, serta aspirin.
"Kanker kolorektal adalah kanker yang perjalanannya lambat. Karena itu kanker ini masih bisa dicegah dengan memperbaiki pola makan. Dengan begitu kita akan terhindar dari biaya kemoterapi yang mahal itu," tegas dr.Aru.
Kebutuhan tubuh akan serat pangan bisa didapat dari beragam sumber, seperti padi-padian, kacang-kacangan, sayuran, dan buah-buahan. Konsumsi daging merah dapat diganti dengan daging putih seperti ikan atau daging ayam. sumber health.kompas
Talkshow Mencegah Hipertensi secara mandiri dan alami Sabtu 27 Maret
Hipertensi merupakan penyakit yang umum diderita banyak orang saat ini, terutama masyarakat perkotaan. Tekanan darah tinggi menjadi salah satu faktor penyebab stroke, serangan jantung, dan juga gagal ginjal. Dan akibat terburuk penyakit ini adalah kematian. Tentu saja langkah terbaik adalah mencegah agar kita tidak menderita tekanan darah tinggi. Bagi insan yang peduli menjaga kesehatan terutama hipertensi layak mengikuti Talkshow Mencegah Hipertensi secara mandiri
pada hari Sabtu 27 Maret 2010 pk 08.30 s.d selesai di Function Room Gedung Nirmala
Jl. Bunga Sepatu No.3 Ciputat Raya Jakarta
Andang Gunawan, ND Wied Harry Apriadji Dr. Yaya Sadaria
Terbatas hanya u/ 40 orang Info dan pendaftaran Telp. 021-74711551 (hunting), Inne 94396922,Tuti 747144133.
pada hari Sabtu 27 Maret 2010 pk 08.30 s.d selesai di Function Room Gedung Nirmala
Jl. Bunga Sepatu No.3 Ciputat Raya Jakarta
Andang Gunawan, ND Wied Harry Apriadji Dr. Yaya Sadaria
Terbatas hanya u/ 40 orang Info dan pendaftaran Telp. 021-74711551 (hunting), Inne 94396922,Tuti 747144133.
Ternyata ...Pisang bisa menghambat virus AIDS
Michigan, Berbagai cara dilakukan peneliti agar bisa menghentikan penyebaran virus HIV AIDS. Ternyata buah pisang diduga kuat memegang peran kunci dalam perawatan baru melindungi diri dari virus AIDS.
Dalam percobaan di laboratorium, peneliti menemukan salah satu bahan yang terkandung di pisang yaitu BanLec memiliki potensi yang sama kuat dengan dua obat anti-HIV.
Peneliti percaya ini bisa digunakan sebagai terapi murah dan berpotensi menyelamatkan jutaan nyawa. Bahan BanLec yang terkandung tersebut adalah lectin, yaitu suatu bahan kimia alami yang terdapat dalam tumbuhan dan berguna untuk melawan infeksi.
Peneliti dari Amerika Serikat menemukan bahwa lectin yang terkandung dalam buah pisang dapat menghambat infeksi HIV dengan cara menghalangi masuknya virus ke dalam tubuh. BanLec bekerja pada protein amplop (envelope) yang membungkus bahan genetik dari HIV.
"Masalah yang selama ini terjadi pada beberapa obat HIV adalah kemampuan virus untuk bermutasi sehingga menjadi resisten (kebal). Tapi hal ini akan sulit terjadi jika ada kehadiran lektin," ujar ketua peneliti Michael Swason dari University of Michigan, seperti dikutip dari Dailymail, Rabu (17/3/2010).
Swason menambahkan lectin dapat mengikat gula yang ditemukan pada tempat berbeda dari envelope HIV-1 dan kemungkinan hal ini dapat membuat virus sulit untuk melakukan mutasi. Hasil penelitian ini akan dilaporkan dalam Journal of Biological Chemistry.
Berdasarkan percobaan di laboratorium peneliti mendapatkan BanLec bisa berfungsi sama efektifnya dengan dua obat anti-HIV yang saat ini masih digunakan yaitu T-20 dan maraviroc. Saat ini Swason dan tim sedang mengembangkan suatu proses untuk mengubah BanLec dan membuatnya agar cocok digunakan untuk pasien manusia.
Para peneliti percaya bahan ini bisa digunakan sendiri atau digunakan bersama-sama dengan obat anti-HIV. Bahkan obat ini diyakini akan cukup sukses dan potensial untuk menyelamatkan jutaan nyawa di seluruh dunia. Saat ini penyebaran infeksi HIV baru semakin meningkat dan diketahui belum semua pasien HIV bisa mendapatkan obat anti-HIV.
"HIV masih merajalela di Amerika Serikat dan bahkan di beberapa negara miskin hal ini terus menjadi masalah yang berkepanjangan. Karena HIV dapat menurunkan kualitas hidup penderitanya," ujar Prof David Marvovits dari University of Michigan Medical School.Vera Farah Bararah - detikHealth
(ver/ir)
Dalam percobaan di laboratorium, peneliti menemukan salah satu bahan yang terkandung di pisang yaitu BanLec memiliki potensi yang sama kuat dengan dua obat anti-HIV.
Peneliti percaya ini bisa digunakan sebagai terapi murah dan berpotensi menyelamatkan jutaan nyawa. Bahan BanLec yang terkandung tersebut adalah lectin, yaitu suatu bahan kimia alami yang terdapat dalam tumbuhan dan berguna untuk melawan infeksi.
Peneliti dari Amerika Serikat menemukan bahwa lectin yang terkandung dalam buah pisang dapat menghambat infeksi HIV dengan cara menghalangi masuknya virus ke dalam tubuh. BanLec bekerja pada protein amplop (envelope) yang membungkus bahan genetik dari HIV.
"Masalah yang selama ini terjadi pada beberapa obat HIV adalah kemampuan virus untuk bermutasi sehingga menjadi resisten (kebal). Tapi hal ini akan sulit terjadi jika ada kehadiran lektin," ujar ketua peneliti Michael Swason dari University of Michigan, seperti dikutip dari Dailymail, Rabu (17/3/2010).
Swason menambahkan lectin dapat mengikat gula yang ditemukan pada tempat berbeda dari envelope HIV-1 dan kemungkinan hal ini dapat membuat virus sulit untuk melakukan mutasi. Hasil penelitian ini akan dilaporkan dalam Journal of Biological Chemistry.
Berdasarkan percobaan di laboratorium peneliti mendapatkan BanLec bisa berfungsi sama efektifnya dengan dua obat anti-HIV yang saat ini masih digunakan yaitu T-20 dan maraviroc. Saat ini Swason dan tim sedang mengembangkan suatu proses untuk mengubah BanLec dan membuatnya agar cocok digunakan untuk pasien manusia.
Para peneliti percaya bahan ini bisa digunakan sendiri atau digunakan bersama-sama dengan obat anti-HIV. Bahkan obat ini diyakini akan cukup sukses dan potensial untuk menyelamatkan jutaan nyawa di seluruh dunia. Saat ini penyebaran infeksi HIV baru semakin meningkat dan diketahui belum semua pasien HIV bisa mendapatkan obat anti-HIV.
"HIV masih merajalela di Amerika Serikat dan bahkan di beberapa negara miskin hal ini terus menjadi masalah yang berkepanjangan. Karena HIV dapat menurunkan kualitas hidup penderitanya," ujar Prof David Marvovits dari University of Michigan Medical School.Vera Farah Bararah - detikHealth
(ver/ir)
Langganan:
Postingan (Atom)