Senin, 10 Mei 2010

Talkshow Sehat dan Produktif berkat Menyusui Sabtu 15 Mei 2010

Talkshow Sehat dan Produktif berkat Menyusui
dr. Utami SpA., MBA, IBCLC, FAMB
Sabtu 15 Mei 2010 13.00 – 15.00
Lokasi:
fX lifestyle X’nter | f1 atrium
Jl Jend. Sudirman – Pintu 1 Senayan Jakarta
Info dan pendaftaran 0813 88 99 5151 (SMS ONLY)
Acara ini merupakan satu seri dari rangkaian Breastfeeding Fair 2010 bertemakan ‘Breastfeeding: A New Lifestyle‘ pada tgl : 12 – 16 Mei 2010 di tempat yang sama.

Bincang Sehat "Penyakit Jantung dan Kepikunan" Sabtu 15 Mei 2010

Ikuti Bincang Sehat "Penyakit Jantung dan Kepikunan"
SABTU, 15 Mei 2010 pk 07.30 - 12.00 WIB
Di Auditorium RS Jantung Dan Pembuluh Darah Harapan Kita
Gedung I Lt 4
Biaya pendaftaran: Rp 25.000,- dapat Snack dan Lunch
Narasumber Prof. Dr. dr. Budhi S,SpJP dan dr. Eka Harmeiwaty, SpS
Pendaftaran: 021 5684085 ext. 4567, dan 7001 atau email info@pjnhk.go.id

Jalan Sehat ESQ Minggu 16 Mei 2010

Ikuti Jalan Sehat & Dzikir Asmaul Husna ESQ
Minggu 16 Mei 2010 dalam rangka 10 tahun menuju Indonesia Emas 2020
Rute start Monas menuju Bunderan HI
Biaya rp 25.000 (dapat kaos + souvenir )
Telp 75910322.

Minggu, 09 Mei 2010

Pelatihan Aroma Terapi 9 Mei 2010

Pemilihan aromaterapi untuk setiap orang itu berbeda karena masing-masing orang memiliki karakter & kondisi kesehatan yang berbeda. SUDAH TEPATKAH PEMILIHAN AROMATERAPI UNTUK DIRI ANDA ? JANGAN SAMPAI ANDA SALAH MEMILIH KARENA DAPAT MENURUNKAN ENERGI POSITIF ANDA! Bagaimana sebenarnya memilih aromaterapi yang tepat untuk anda ? Bagaimana proses pembuatan & cara pencampuran minyak aromaterapi ? Anda ingin tahu jawabannya ?
Minggu 9 Mei 2010 di Graha Nirmala
Pembicara Rina Poerwadi
PENDAFTARAN : Customer Service Majalah NIRMALA Agus : 021-74711551 ext. 326 Nisfi / Mutia : 021-7427689 Irma : 021-74714415 Inne : 021-94396922

Selasa, 04 Mei 2010

Pengobatan Gratis RSMPH Sabtu 8 Mei 2010

Sebarkan informasi ini .....
Bakti Sosial berupa Pengobatan Gratis di RS Medika Permata Hijau bagi kalangan Tidak Mampu hari Sabtu 8 Mei 2010 jam 09 - 12.
Informasi hub 5347411

Sakit akibat Serangan Tubuh itu Sendiri

Merry Wahyuningsih - detikHealth
Jakarta, Sistem imun atau sistem kekebalan tubuh seharusnya melindungi tubuh dari zat berbahaya dari virus, bakteri, racun, dan lainnya. Tapi bila sistem imun mengalami gangguan, justru akan menyerang dan menghancurkan jaringan tubuh yang sehat.

Gangguan ini disebut gangguan atau penyakit autoimun. Gangguan autoimun adalah suatu kondisi yang terjadi ketika sistem kekebalan tubuh secara keliru menyerang dan menghancurkan jaringan sehat.

Normalnya, pasukan sistem kekebalan tubuh sel darah putih membantu melindungi tubuh terhadap zat berbahaya, yang disebut antigen. Contoh antigen termasuk bakteri, virus, racun, sel-sel kanker dan darah atau jaringan dari orang atau spesies lain. Sistem kekebalan tubuh akan membuat antibodi yang menghancurkan zat-zat berbahaya.

Tapi pada pasien dengan gangguan autoimun, sistem kekebalan tidak bisa membedakan antara jaringan tubuh yang sehat dan antigen.

Hasilnya adalah resposn imun yang merusak jaringan tubuh normal. Ini adalah reaksi hipersensitivitas mirip dengan respon di alergi.

Pada alergi, sistem kekebalan tubuh bereaksi terhadap zat eksternal yang biasanya akan diabaikan. Tapi pada gangguan autoimun, sistem kekebalan tubuh bereaksi terhadap jaringan tubuh normal. Yang menyebabkan sistem kekebalan tubuh tidak bisa membedakan antara jaringan normal dan antigen tidak diketahui.

Satu teori menyebutkan bahwa beberapa mikro-organisme (termasuk bakteri) dan obat-obatan dapat memicu beberapa perubahan, terutama pada orang yang memiliki gen yang membuat mereka lebih rentan terhadap gangguan autoimun.

Seperti dilansir dari NLM, Selasa (27/4/2010), gangguan autoimun dapat mengakibatkan hal-hal sebagai berikut:

1. Perusakan satu atau lebih jenis jaringan tubuh
2. Pertumbuhan organ abnormal
3. Perubahan fungsi organ


Gangguan autoimun dapat mempengaruhi satu atau lebih organ atau jaringan. Organ dan jaringan yang umumnya terkena oleh gangguan autoimun adalah sel darah merah, pembuluh darah, jaringan ikat, kelenjar endokrin seperti tiroid atau pankreas, otot, sendi, dan kulit.

Seseorang bisa memiliki lebih dari satu gangguan autoimun pada saat yang sama. Ada lebih 80 jenis penyakit akibat gangguan autoimun.

Berikut beberapa contoh penyakit karena serangan sistem imun tubuh sendiri:

1. Hashimoto tiroiditis (gangguan kelenjar tiroid)
2. Pernicious anemia (penurunan sel darah merah yang terjadi ketika tubuh tidak dapat dengan baik menyerap vitamin B12 dari saluran pencernaan)
3. Penyakit Addison (penyakit yang terjadi ketika kelenjar adrenal tidak memproduksi cukup hormon)
4. Diabetes tipe I
5. Rheumatoid arthritis (radang sendi)
6. Systemic lupus erythematosus (SLE atau gangguan autoimun kronis, yang mempengaruhi kulit, sendi, ginjal dan organ lainnya)
7. Dermatomyositis (penyakit otot yang dicirikan dengan radang dan ruam kulit)
8. Sjorgen sindrom (kelainan autoimun dimana kelenjar yang memproduksi air mata
9. Multiple sclerosis (gangguan autoimun yang mempengaruhi otak dan sistem saraf pusat tulang belakang)
10. Myasthenia gravis (gangguan neuromuskuler yang melibatkan otot dan saraf)
11. Reactive arthritis (peradangan sendi, saluran kencing dan mata)
12. Penyakit Grave (gangguan autoimun yang mengarah ke kelenjar tiroid hiperaktif)


Gejala gangguan autoimmune sangat bervariasi dan tergantung pada penyakit tertentu. Gejala yang umum adalah pusing, kelelahan, sakit, dan demam kelas rendah.

Perawatan yang digunakan tergantung pada penyakit tertentu dan gejala. Misalnya, pemberian suplemen tiroid, vitamin, suntikan insulin atau transfusi darah. Tidak ada usaha pencegahan yang bisa dilakukan untuk gangguan autoimun.
(mer/ir)

Menengok Orang Sakit meningkatkan Kekebalan Tubuh

Vera Farah Bararah - detikHealth
Vancouver, Saat melihat orang yang sedang sakit, pasti yang ada dipikiran adalah membantu merawatnya. Tapi studi terbaru menunjukkan, seseorang yang melihat orang lain sakit akan meningkatkan sistem kekebalan tubuhnya.

Studi ini dilakukan oleh tim peneliti dari Kanada. Dalam penelitiannya partisipan dibagi menjadi dua kelompok, kelompok pertama adalah kelompok netral yang diperlihatkan berbagai gambar seperti furnitur dan yang lainnya.

Sedangkan kelompok kedua diperlihatkan beberapa orang yang sedang terkena cacar, bersin-bersin, flu dan tanda-tanda penyakit lainnya.

Para partisipan ini diambil sampel darahnya sebelum dan sesudah melihat berbagai gambar tersebut. Lalu para peneliti menambahkan bakteri tertentu ke dalam sampel darah yang diambil dari partisipan untuk menguji respons imunitasnya.

Ternyata didapatkan partisipan yang diperlihatkan berbagai gambar mengenai orang sakit memiliki respons sistem kekebalan tubuh yang lebih kuat dan lebih baik dibandingkan dengan orang yang melihat gambar furnitur atau gambar laki-laki yang sedang memegang senjata ke arah partisipan.

Peneliti dari University of British Columbia menuturkan adanya respons sistem kekebalan tubuh yang kuat pada partisipan yang melihat gambar orang sakit kemungkinan akibat faktor adaptasi evolusi dari diri partisipan terhadap lingkungannya. Hasil penelitian ini telah dipublikasikan dalam jurnal Psychological Science.

"Hasil ini kemungkinan bagus untuk sistem kekebalan tubuh dalam merespons secara agresif, terutama di saat-saat tertentu seperti bersentuhan dengan sesuatu yang bisa membuat seseorang menjadi sakit," ujar penulis studi Markus Schaller, seperti dikutip dari Health24, Selasa (4/5/2010).

Sistem kekebalan tubuh manusia terdiri dari sel-sel khusus, protein, jaringan dan organ. Sistem ini berfungsi melindungi dan menyerang kuman atau organisme yang bisa menyebabkan penyakit setiap harinya. Jika sistem kekebalan tubuh seseorang meningkat, maka sistem ini dapat melindungi atau mencegah terjadinya penyakit dan infeksi.

Sel-sel yang terlibat dalam sistem kekebalan tubuh ini adalah sel darah putih (leukosit) yang memiliki tugas mencari serta menghancurkan organisme atau zat penyebab suatu penyakit. detik health 04/05/2010 14:00 WIB