Musim pancaroba, demikian masyarakat menyebut iklim saat ini. Hal itu
karena seringnya terjadi perubahan cuaca dari terik matahari yang panas di
musim yang sudah masuk pada kemarau menjadi hujan lebat kadang disertai
petir dan angin ribut dengan udara yang tiba-tiba dingin. Demikian
sebaliknya.. Suhu udara jadi sering berganti. Pagi dan malam hari yang
biasanya dingin menjadi terasa sangat panas. Perubahan cuaca yang drastis
ini tentu saja membuat tubuh harus pandai beradaptasi dengan cuaca. Untuk
itu dibutuhkan stamina yang prima atau fit. Jika tidak, tubuh menjadi kurang
dapat beradaptasi. Inilah yang dapat menimbulkan berbagai macam penyakit
terutama bagi mereka yang sering bekerja keras dan kurang beristirahat.
Bagaimana tips-tips hidup sehat dengan herbal di masa pancaroba ini ? Simak
tiga artikel berikut :
1. *Waspadai Musim Pancaroba*
MUSIM Pancaroba! Demikian masyarakat menyebut iklim saat ini. Hal itu
karena seringnya terjadi perubahan cuaca dari terik matahari yang panas di
musim yang sudah masuk pada kemarau menjadi hujan lebat kadang disertai
petir dan angin ribut dengan udara yang tiba-tiba dingin. Demikian
sebaliknya.. Suhu udara jadi sering berganti. Pagi dan malam hari yang
biasanya dingin menjadi terasa sangat panas. Perubahan cuaca yang drastis
ini tentu saja membuat tubuh harus pandai beradaptasi dengan cuaca. Untuk
itu dibutuhkan stamina yang prima atau fit. Jika tidak, tubuh menjadi kurang
dapat beradaptasi. Inilah yang dapat menimbulkan berbagai macam penyakit
terutama bagi mereka yang sering bekerja keras dan kurang beristirahat.
Penyakit yang sering menyerang tubuh di musim pancaroba atau musim peralihan
adalah flu, batuk, pilek, demam, gangguan saluran napas atau infeksi saluran
pernapasan, radang tenggorokan, masuk angin, influenza, gangguan pencernaan
seperti diare, dan tifus abdominalis. Kemunculan penyakit-penyakit tersebut
kasusnya menjadi tinggi pada awal perubahan musim pancaroba disebabkan juga
banyaknya bakteri atau virus yang mencemari lingkungan sekitar kita ditambah
menurunnya daya tahan atau stamina kita pada musim peralihan ini. Berikut
ini adalah solusi agar tubuh tetap fit di tengah cuaca yang kurang
bersahabat :
1. Konsumsi makanan bergizi. Daya tahan tubuh yang baik selain butuh makanan
yang cukup jumlahnya, juga harus memenuhi semua unsur gizi yang dibutuhkan
tubuh yaitu : karbohidrat, lemak,protein,vitamin,dan mineral. Istirahat yang
cukup. Tidur 6-8 jam sehari. Kurang istirahat dapat menurunkan daya tahan
tubuh kita.
2. Sempatkan berolahraga secara rutin minimal 3 kali seminggu selam 30
menit.
3. Konsumsi minuman sulpemen yang tepat. Sebagian besar dari kita sulit
memenuhi kebutuhan gizi harian dengan diet yang seimbang, sehingga suplemen
penambah stamina diperlukan terutama di musim pancaroba. Pilih minuman
penambah stamina yang benar-benar mengandung vitamin B yang lengkap yang
diperlukan untuk menjaga stamina tubuh seperti vitamin B1, B2, B3, B5, B6,
B8 dan B12.. Selain itu, makanan/minuman energi tersebut dalam kemasannya
harus mencantumkan kandungan zat, aturan pakai, masa kadaluarsa dan nomor
registrasi badan pengawasan obat makanan (BPOM).
4. Kelola Stress dengan baik. Hanya dengan belajar mengelolanya secara
tepat, kita dapat terhindar dari dampak negatif stress seperti sulit tidur,
nafsu makan berkurang yang pada akhirnya mempengaruhi daya tahan tubuh kita.
5. Perbanyak minum air putih minimal 8 gelas sehari.
6. Menjaga kebersihan makanan dan minuman, membersihkan sesudah buang air
besar atau menjelang makan serta menjaga kebersihan lingkungan, memberantas
lalat, nyamuk, kecoa, semut.
7. Bila terjadi keluhan yang serius, segera pergi ke dokter.
Lakukan tips diatas secara rutin dan berkelanjutan maka kita akan terhindar
dari penyakit pancaroba untuk masuk ke dalam tubuh kita.
(Sumber
*http://www.dechacare.com/Waspadai-Musim-Pancaroba-I563.html*
Senin, 07 Februari 2011
Turut Berduka cita atas meninggalnya Adjie Massaid
Innalillahi wa inna ilaihi ra'jiun.
Adjie Massaid, aktor yang kini menjabat sebagai anggota DPR, meninggal dunia pada hari Sabtu kemarin (5/2/2011) di usianya yang ke-43 tahun. Sebelum meninggal, Adjie sempat bermain futsal. Menurut penuturan Ketua Fraksi Partai Demokrat Jafar Hafsah, Jumat (4/2/2011) malam pukul 22.00 WIB Adjie mengeluh jantungnya sakit. Adjie lalu dibopong ke RS Fatmawati namun tak disangka Adjie meninggal dunia pada Sabtu (5/2/2011) pukul 02.00 WIB. Sekretaris Partai Demokrat Saan Mustopa mengatakan bahwa Adjie meninggal karena serangan jantung.
Kita do'akan semoga Allah menerima arwahnya di tempat yang layak disisi-Nya, menerima amal ibadahnya dan mengampuni segala dosanya. amin.
Tentunya kita bisa pula mengambil hikmah dari kejadian itu.
Bagaimana kita mengetahui tanda-tanda serangan jantung?
Beberapa serangan jantung terjadi mendadak, namun kebanyakan serangan jantung terjadi perlahan, dengan tanda nyeri ringan dan rasa tidak nyaman. Berikut ini adalah tanda serangan jantung :
• Rasa tidak nyaman pada dada. Ini terasa pada bagian tengah dada yang berlangsung selama beberapa menit. Rasanya seperti mendapat tekanan pada dada. Nyeri ini dapat hilang dan timbul lagi.
• Nyeri menjalar ke bahu, leher, atau lengan. Nyeri dapat ringan dan semakin berat. Nyeri dapat terasa pada dada, perut bagian atas, leher, atau dagu.
• Sesak napas
• Tanda lainnya, seperti keringat dingin, pingsan, pucat, dan mual.
• Peningkatan laju denyut jantung atau nadi yang tidak teratur.
Jika Anda atau seseorang di samping Anda mengalami rasa tidak enak pada dada, terutama dengan satu atau lebih dari gejala di atas, jangan tunggu lama dan segera meminta bantuan. Pergilah ke rumah sakit secepatnya.
Serangan jantung (heart attack) berbeda dengan henti jantung (cardiac arrest). Pada serangan jantung, jantung tetap berdegup namun aliran darah ke jantung terhambat. Pada henti jantung, terjadi aritmia, yaitu ritme abnormal dari jantung yang lalu menyebabkan jantung berhenti bekerja.
Mengapa orang muda dapat meninggal mendadak?
Kematian mendadak jarang terjadi pada orang muda. Jika terjadi pada orang muda, ironisnya lebih sering pada atlet. Penyebab paling sering adalah hipertrofi cardiomiopati, yaitu membesarnya otot jantung melebihi normal. Hal ini menyebabkan volume darah dalam jantung menjadi lebih sedikit daripada normal sehingga jantung harus mempompa lebih keras agar suplai darah ke seluruh tubuh terpenuhi. Saat kita berolahraga, penurunan aliran darah dapat mengiritasi otot jantung itu sendiri dan menyebabkan fibrilasi ventrikel, kolaps, dan kematian mendadak. Pemanasan sebelum berolahraga penting dan dapat mengurangi risiko kematian mendadak.
Sumber :
http://www.americanheart.org/presenter.jhtml?identifier=4595
http://www.healthcentral.com/heart-disease/patient-guide-44510-6_2.html
http://www.medicinenet.com/sudden_cardiac_death/page3.htm
http://www.nlm.nih.gov/medlineplus/cardiacarrest.html
Adjie Massaid, aktor yang kini menjabat sebagai anggota DPR, meninggal dunia pada hari Sabtu kemarin (5/2/2011) di usianya yang ke-43 tahun. Sebelum meninggal, Adjie sempat bermain futsal. Menurut penuturan Ketua Fraksi Partai Demokrat Jafar Hafsah, Jumat (4/2/2011) malam pukul 22.00 WIB Adjie mengeluh jantungnya sakit. Adjie lalu dibopong ke RS Fatmawati namun tak disangka Adjie meninggal dunia pada Sabtu (5/2/2011) pukul 02.00 WIB. Sekretaris Partai Demokrat Saan Mustopa mengatakan bahwa Adjie meninggal karena serangan jantung.
Kita do'akan semoga Allah menerima arwahnya di tempat yang layak disisi-Nya, menerima amal ibadahnya dan mengampuni segala dosanya. amin.
Tentunya kita bisa pula mengambil hikmah dari kejadian itu.
Bagaimana kita mengetahui tanda-tanda serangan jantung?
Beberapa serangan jantung terjadi mendadak, namun kebanyakan serangan jantung terjadi perlahan, dengan tanda nyeri ringan dan rasa tidak nyaman. Berikut ini adalah tanda serangan jantung :
• Rasa tidak nyaman pada dada. Ini terasa pada bagian tengah dada yang berlangsung selama beberapa menit. Rasanya seperti mendapat tekanan pada dada. Nyeri ini dapat hilang dan timbul lagi.
• Nyeri menjalar ke bahu, leher, atau lengan. Nyeri dapat ringan dan semakin berat. Nyeri dapat terasa pada dada, perut bagian atas, leher, atau dagu.
• Sesak napas
• Tanda lainnya, seperti keringat dingin, pingsan, pucat, dan mual.
• Peningkatan laju denyut jantung atau nadi yang tidak teratur.
Jika Anda atau seseorang di samping Anda mengalami rasa tidak enak pada dada, terutama dengan satu atau lebih dari gejala di atas, jangan tunggu lama dan segera meminta bantuan. Pergilah ke rumah sakit secepatnya.
Serangan jantung (heart attack) berbeda dengan henti jantung (cardiac arrest). Pada serangan jantung, jantung tetap berdegup namun aliran darah ke jantung terhambat. Pada henti jantung, terjadi aritmia, yaitu ritme abnormal dari jantung yang lalu menyebabkan jantung berhenti bekerja.
Mengapa orang muda dapat meninggal mendadak?
Kematian mendadak jarang terjadi pada orang muda. Jika terjadi pada orang muda, ironisnya lebih sering pada atlet. Penyebab paling sering adalah hipertrofi cardiomiopati, yaitu membesarnya otot jantung melebihi normal. Hal ini menyebabkan volume darah dalam jantung menjadi lebih sedikit daripada normal sehingga jantung harus mempompa lebih keras agar suplai darah ke seluruh tubuh terpenuhi. Saat kita berolahraga, penurunan aliran darah dapat mengiritasi otot jantung itu sendiri dan menyebabkan fibrilasi ventrikel, kolaps, dan kematian mendadak. Pemanasan sebelum berolahraga penting dan dapat mengurangi risiko kematian mendadak.
Sumber :
http://www.americanheart.org/presenter.jhtml?identifier=4595
http://www.healthcentral.com/heart-disease/patient-guide-44510-6_2.html
http://www.medicinenet.com/sudden_cardiac_death/page3.htm
http://www.nlm.nih.gov/medlineplus/cardiacarrest.html
Kamis, 03 Februari 2011
Ternyata Menteri Kesehatan kita ....terkena Kanker Paru
Menteri Kesehatan dr. Endang Rahayu Sedyaningsih, MPH Dr. PH membenarkan bahwa dirinya menderita suatu penyakit sebagaimana berita yang beredar seminggu ini, namun demikian penyakitnya tidak mengganggu aktivitas sehari-hari di Kementerian Kesehatan.
“Saya masih berenang 2 kali seminggu, masih naik turun tangga, rapat dan bertemu wartawan”, ungkapnya pada acara jumpa pers di kantor Kemkes, 17 Januari 2011. Menkes didampingi Sekretaris Jenderal dr. Ratna Rosita, MPH, Inspektur Jenderal, dr. Yudhi Prayudha Ishak Djuarsa, MPH,
Staf Khusus Menteri Bidang Percepatan Pembangunan Kesehatan dan Reformasi Birokrasi, dr. Indriono Tantoro, MPH, Staf Khusus Menteri Bidang Politik Kebijakan Kesehatan, HM. Bambang Sulistomo, S.IP, M.Si serta pejabat eselon II lainnya.
Menurut Menkes, ia baru mengetahui penyakitnya saat melakukan pemeriksaan rutin pejabat negara yang dilakukan setahun sekali, tepatnya pada 22 OKtober 2010, yakni tepat setahun menjabat Menteri Kesehatan. “Saya kaget mengapa berita ini ramai. Saya tidak mau menutup-nutupi hal yang sudah diketahui baik dari sumber resmi maupun sumber tidak resmi,” tambah Menkes.
Saat cek kesehatan calon anggota Kabinet Indonesia Bersatu II (Oktober 2009), penyakit itu tidak terdeteksi.
“Saya melalui pemeriksaan. Semua diperiksa, rontgent dan sebagainya. Waktu treadmill pun dinyatakan kondisi saya bagus,” ujar Menkes.
Meski hasil treadmill dinyatakan baik, ada satu dokter kepresidenan yang melihat hasil mencurigakan dari hasil rontgent. Kemudian tim dokter kepresidenan mendatangi rumah Menkes, menyampaikan hasil pemeriksaan yang menyatakan adanya penyakit kanker. Dr. Endang pun diminta memeriksakan diri lebih lanjut.
Menkes telah melaporkan kondisinya kepada Presiden dan mendapatkan dukungan dari Presiden dan Ibu Negara untuk terus berobat. Selain itu tim dokter kepresidenan juga diminta selalu mendampingi dalam setiap pemeriksaan.
Untuk mengatasi penyakitnya, secara rutin dr. Endang Rahayu Sedyaningsih berobat di RS Angkatan Darat Gatot Subroto dan RS swasta di Jakarta, termasuk ke Guangzhou, China.
Menjawab pertanyaan wartawan mengapa data penyakit bisa beredar luas padahal data itu adalah ranah pribadi yang harus dirahasiakan oleh dokter, Menkes membenarkan hal itu dan menyatakan bahwa sudah selayaknya para dokter memegang rahasia pasien. Untuk itu, ia mengimbau kepada dokter-dokter muda untuk tetap menjaga rahasia kedokteran sebagaimana yang diajarkan di Fakultas Kedokteran.
Berita ini disiarkan oleh Pusat Komunikasi Publik, Sekretariat Jenderal Kementerian Kesehatan. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi melalui nomor telepon: 021-52907416-9, faks: 52921669, Call Center: 500567 dan 021-30413700, atau alamat e-mail puskom.publik@yahoo.co.idThis e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it , info@depkes.go.idThis e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it , kontak@depkes.go.idThis e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it .
http://depkes.go.id/index.php/berita/press-release/1378-menkes-tidak-menutupi-sakitnya.html
“Saya masih berenang 2 kali seminggu, masih naik turun tangga, rapat dan bertemu wartawan”, ungkapnya pada acara jumpa pers di kantor Kemkes, 17 Januari 2011. Menkes didampingi Sekretaris Jenderal dr. Ratna Rosita, MPH, Inspektur Jenderal, dr. Yudhi Prayudha Ishak Djuarsa, MPH,
Staf Khusus Menteri Bidang Percepatan Pembangunan Kesehatan dan Reformasi Birokrasi, dr. Indriono Tantoro, MPH, Staf Khusus Menteri Bidang Politik Kebijakan Kesehatan, HM. Bambang Sulistomo, S.IP, M.Si serta pejabat eselon II lainnya.
Menurut Menkes, ia baru mengetahui penyakitnya saat melakukan pemeriksaan rutin pejabat negara yang dilakukan setahun sekali, tepatnya pada 22 OKtober 2010, yakni tepat setahun menjabat Menteri Kesehatan. “Saya kaget mengapa berita ini ramai. Saya tidak mau menutup-nutupi hal yang sudah diketahui baik dari sumber resmi maupun sumber tidak resmi,” tambah Menkes.
Saat cek kesehatan calon anggota Kabinet Indonesia Bersatu II (Oktober 2009), penyakit itu tidak terdeteksi.
“Saya melalui pemeriksaan. Semua diperiksa, rontgent dan sebagainya. Waktu treadmill pun dinyatakan kondisi saya bagus,” ujar Menkes.
Meski hasil treadmill dinyatakan baik, ada satu dokter kepresidenan yang melihat hasil mencurigakan dari hasil rontgent. Kemudian tim dokter kepresidenan mendatangi rumah Menkes, menyampaikan hasil pemeriksaan yang menyatakan adanya penyakit kanker. Dr. Endang pun diminta memeriksakan diri lebih lanjut.
Menkes telah melaporkan kondisinya kepada Presiden dan mendapatkan dukungan dari Presiden dan Ibu Negara untuk terus berobat. Selain itu tim dokter kepresidenan juga diminta selalu mendampingi dalam setiap pemeriksaan.
Untuk mengatasi penyakitnya, secara rutin dr. Endang Rahayu Sedyaningsih berobat di RS Angkatan Darat Gatot Subroto dan RS swasta di Jakarta, termasuk ke Guangzhou, China.
Menjawab pertanyaan wartawan mengapa data penyakit bisa beredar luas padahal data itu adalah ranah pribadi yang harus dirahasiakan oleh dokter, Menkes membenarkan hal itu dan menyatakan bahwa sudah selayaknya para dokter memegang rahasia pasien. Untuk itu, ia mengimbau kepada dokter-dokter muda untuk tetap menjaga rahasia kedokteran sebagaimana yang diajarkan di Fakultas Kedokteran.
Berita ini disiarkan oleh Pusat Komunikasi Publik, Sekretariat Jenderal Kementerian Kesehatan. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi melalui nomor telepon: 021-52907416-9, faks: 52921669, Call Center: 500567 dan 021-30413700, atau alamat e-mail puskom.publik@yahoo.co.idThis e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it , info@depkes.go.idThis e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it , kontak@depkes.go.idThis e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it .
http://depkes.go.id/index.php/berita/press-release/1378-menkes-tidak-menutupi-sakitnya.html
Rabu, 02 Februari 2011
Agendakan bulan ini Women's Health Expo 18-19 Februari 2011
Ayo agendakan bulan ini untuk mampir ke Women Health Expo 2011 tema "Women Care About Men`s Health" pada hari Jumat-Sabtu 18 - 19 Februari 2011 pukul 08.00 - 17.00 @SMESCO UKM - Jl. Gatot Subroto Kav. 94, Jakarta.
Aksi Donor Darah Sabtu 12 Februari 2011
Donor darah kerjasama management Gandaria City & RS Medika Permata Hijau (RSMPH)
pada hari Sabtu 12 Ferbruari 2011 di loby mal Gandaria City JL Arteri Permata Hijau Jakarta Selatan sekaligus periksa kesehatan gratisgula darah, lemak, osteoporosis dll informasi silahkan hub 5347411.
pada hari Sabtu 12 Ferbruari 2011 di loby mal Gandaria City JL Arteri Permata Hijau Jakarta Selatan sekaligus periksa kesehatan gratisgula darah, lemak, osteoporosis dll informasi silahkan hub 5347411.
Mandi Matahari Cegah Penyakit Jantung
Jakarta, Terlalu banyak berdiam di dalam rumah atau kantor bisa membuat Anda mengalami bermacam penyakit termasuk jantung akibat kekurangan vitamin D. Tapi dengan mandi matahari di pagi dan sore hari penyakit jantung bisa dicegah.
Penyakit
jantung, stroke, kanker merupakan penyakit mematikan yang telah membunuh jutaan orang di dunia, termasuk Indonesia.
Tapi menurut dr Phaidon L Toruan, MM dengan mandi atau berjemur matahari di bawah jam 10 pagi atau setelah jam 15 (jam 3 sore) bisa menjadi salah satu cara mencegah penyakit mematikan tersebut.
Perlu diingat jam aman mandi matahari di atas, dan sebaiknya hindari berjemur matahari antara jam 10.00-14.00 karena paparan ultra violet dari sinar matahari pada waktu tersebut termasuk paling tinggi dan memiliki solar energy sangat besar.
Mengapa mandi matahari pagi dan sore bisa mencegah penyakit jantung?
dr Phaidon menuliskan bahwa matahari merupakan sumber utama untuk vitamin D. Melansir apa yang dikatakan John Jacob, pendiri Vitamin D Councel, menurut dr Phaidon berbagai penelitian menunjukkan bahwa kekurangan vitamin D memainkan peranan dalam berbagai macam penyakit termasuk kanker, penyakit jantung, hipertensi, penyakit autoimun, diabetes, depresi, arthritis, osteoporosis, dan banyak lagi.
Apalagi lanjut dr Phaidon, ada sebuah penelitian yang dilakukan oleh Giovannucci dan rekan yang dipublikasikan pada Archives of Internal Medicine bulan Juni 2008. Penelitian itu menunjukkan bahwa pria dengan kadar vitamin D rendah memiliki risiko 2,42 kali lebih besar terkena serangan jantung.
Data American Heart Association tahun 2008, di Amerika Serikat menunjukkan setiap tahun terdapat 920.000 orang terkena serangan jantung dan 157.000 orang diantaranya meninggal karena serangan jantung. Tren ini sudah mulai diikuti oleh Indonesia, terlihat dari angka kematian akibat serangan jantung semakin meningkat.
"Kalau kita menggabungkan kedua data tersebut, maka seandainya status vitamin D diperbaiki, maka jumlah kematian yang bisa dicegah mencapai 92.500 orang. Lumayan. Bayangkan apa artinya kalau semua kematian yang bisa dicegah tersebut adalah para eksekutif, professional, pejabat yang berpengaruh. Cuma gara-gara vitamin D saja," jelas dr Phaidon seperti dikutip dari tulisannya, Kamis (3/2/2011).
Menurut dr Phaidon, vitamin D juga ternyata berperan besar dalam mencegah kanker. Dalam suatu penelitian, Holick dan rekan menemukan bahwa wanita yang mengalami kekurangan vitamin D, mengalami peningkatan risiko terkena kanker usus sebesar 253 persen.
Selain itu, vitamin D juga ternyata mencegah stroke. Pada suatu penelitian yang dipublikasikan bulan September 2008 di jurnal Stroke, meneliti 3316 pasien yang dicurigai memiliki masalah dengan arteri koroner selama 7,75 tahun. Hasilnya, ternyata untuk setiap penurunan kadar vitamin D, terdapat peningkatan risiko stroke sampai 86 persen.
"Kadar vitamin D yang dimaksud dalam tulisan ini adalah kadar vitamin D dalam darah 25(OH)D yang kadar normalnya adalah sekitar 30-50 ng/ml," jelas dr Phaidon yang juga merupakan sports scientist Badan Tim Nasional PSSI 2010.
Secara teknis, lanjut dr Phaidon, vitamin D sebetulnya bukanlah vitamin. Menurut struktur kimianya vitamin D memiliki bentuk sendiri. Produk turunan vitamin D, calcitriol, sebetulnya adalah secosteroid hormone, yang merupakan kunci untuk membuka gembok genom manusia. Genom manusia memiliki 2.700 situs ikatan untuk calcitriol, yang semua situs ikatan ini terlibat dalam hampir semua penyakit utama manusia.
Bagaimana solusinya?
Untuk orang di negara 4 musim yang jarang kena matahari, sebaiknya mengkonsumsi 1000 IU vitamin D di musim dingin dan saat tidak ada matahari. Sedangkan bagi yang tinggal di Indonesia cukup dengan mandi matahari, sambil jalan pagi.
"Hanya dengan 20-30 menit mandi matahari, kita sudah mendapat 10.000 IU vitamin D. Gratis dari Tuhan. Efek lainnya adalah pembakaran lemak tubuh yang optimal apabila kita berjalan pagi dengan perut kosong," lanjut dr Phaidon.
Menurut dr Phaidon, sangat memprihatinkan bila orang yang tinggal di daerah tropis dengan berlimpah sinar matahari harus kekurangan vitamin D, khususnya yang tinggal di perkotaan.
"Saat ini kita yang hidup di negara tropis malah kekurangan vitamin D, akibat terlalu banyak berdiam di kantor atau ruangan tertutup. Saat berangkat menggunakan mobil atau kalaupun memakai motor, banyak mengenakan jaket sehingga tidak terkena paparan matahari," tutup dr Phaidon.
(mer/ir) 2/2/11 Merry Wahyuningsih - detikHealth
Penyakit
jantung, stroke, kanker merupakan penyakit mematikan yang telah membunuh jutaan orang di dunia, termasuk Indonesia.
Tapi menurut dr Phaidon L Toruan, MM dengan mandi atau berjemur matahari di bawah jam 10 pagi atau setelah jam 15 (jam 3 sore) bisa menjadi salah satu cara mencegah penyakit mematikan tersebut.
Perlu diingat jam aman mandi matahari di atas, dan sebaiknya hindari berjemur matahari antara jam 10.00-14.00 karena paparan ultra violet dari sinar matahari pada waktu tersebut termasuk paling tinggi dan memiliki solar energy sangat besar.
Mengapa mandi matahari pagi dan sore bisa mencegah penyakit jantung?
dr Phaidon menuliskan bahwa matahari merupakan sumber utama untuk vitamin D. Melansir apa yang dikatakan John Jacob, pendiri Vitamin D Councel, menurut dr Phaidon berbagai penelitian menunjukkan bahwa kekurangan vitamin D memainkan peranan dalam berbagai macam penyakit termasuk kanker, penyakit jantung, hipertensi, penyakit autoimun, diabetes, depresi, arthritis, osteoporosis, dan banyak lagi.
Apalagi lanjut dr Phaidon, ada sebuah penelitian yang dilakukan oleh Giovannucci dan rekan yang dipublikasikan pada Archives of Internal Medicine bulan Juni 2008. Penelitian itu menunjukkan bahwa pria dengan kadar vitamin D rendah memiliki risiko 2,42 kali lebih besar terkena serangan jantung.
Data American Heart Association tahun 2008, di Amerika Serikat menunjukkan setiap tahun terdapat 920.000 orang terkena serangan jantung dan 157.000 orang diantaranya meninggal karena serangan jantung. Tren ini sudah mulai diikuti oleh Indonesia, terlihat dari angka kematian akibat serangan jantung semakin meningkat.
"Kalau kita menggabungkan kedua data tersebut, maka seandainya status vitamin D diperbaiki, maka jumlah kematian yang bisa dicegah mencapai 92.500 orang. Lumayan. Bayangkan apa artinya kalau semua kematian yang bisa dicegah tersebut adalah para eksekutif, professional, pejabat yang berpengaruh. Cuma gara-gara vitamin D saja," jelas dr Phaidon seperti dikutip dari tulisannya, Kamis (3/2/2011).
Menurut dr Phaidon, vitamin D juga ternyata berperan besar dalam mencegah kanker. Dalam suatu penelitian, Holick dan rekan menemukan bahwa wanita yang mengalami kekurangan vitamin D, mengalami peningkatan risiko terkena kanker usus sebesar 253 persen.
Selain itu, vitamin D juga ternyata mencegah stroke. Pada suatu penelitian yang dipublikasikan bulan September 2008 di jurnal Stroke, meneliti 3316 pasien yang dicurigai memiliki masalah dengan arteri koroner selama 7,75 tahun. Hasilnya, ternyata untuk setiap penurunan kadar vitamin D, terdapat peningkatan risiko stroke sampai 86 persen.
"Kadar vitamin D yang dimaksud dalam tulisan ini adalah kadar vitamin D dalam darah 25(OH)D yang kadar normalnya adalah sekitar 30-50 ng/ml," jelas dr Phaidon yang juga merupakan sports scientist Badan Tim Nasional PSSI 2010.
Secara teknis, lanjut dr Phaidon, vitamin D sebetulnya bukanlah vitamin. Menurut struktur kimianya vitamin D memiliki bentuk sendiri. Produk turunan vitamin D, calcitriol, sebetulnya adalah secosteroid hormone, yang merupakan kunci untuk membuka gembok genom manusia. Genom manusia memiliki 2.700 situs ikatan untuk calcitriol, yang semua situs ikatan ini terlibat dalam hampir semua penyakit utama manusia.
Bagaimana solusinya?
Untuk orang di negara 4 musim yang jarang kena matahari, sebaiknya mengkonsumsi 1000 IU vitamin D di musim dingin dan saat tidak ada matahari. Sedangkan bagi yang tinggal di Indonesia cukup dengan mandi matahari, sambil jalan pagi.
"Hanya dengan 20-30 menit mandi matahari, kita sudah mendapat 10.000 IU vitamin D. Gratis dari Tuhan. Efek lainnya adalah pembakaran lemak tubuh yang optimal apabila kita berjalan pagi dengan perut kosong," lanjut dr Phaidon.
Menurut dr Phaidon, sangat memprihatinkan bila orang yang tinggal di daerah tropis dengan berlimpah sinar matahari harus kekurangan vitamin D, khususnya yang tinggal di perkotaan.
"Saat ini kita yang hidup di negara tropis malah kekurangan vitamin D, akibat terlalu banyak berdiam di kantor atau ruangan tertutup. Saat berangkat menggunakan mobil atau kalaupun memakai motor, banyak mengenakan jaket sehingga tidak terkena paparan matahari," tutup dr Phaidon.
(mer/ir) 2/2/11 Merry Wahyuningsih - detikHealth
Selasa, 01 Februari 2011
Pasien Harus Pintar Pilih Obat Agar Tak 'Dikerjai' Dokter
Jakarta, Meski diatur kode etik, tak bisa dipungkiri bahwa adanya kerja sama dokter dengan industri farmasi berpotensi menimbulkan konflik kepentingan yang merugikan pasien. Agar tak jadi korban, pasien harus tahu obat apa yang diresepkan oleh dokternya.
Ketua Ikatan Ahli Farmakologi Indonesia (IKAFI), Prof dr Iwan Dwiprahasto, MMedSc, PhD mengatakan bahwa pasien berhak minta obat lain jika merasa obat yang diresepkan oleh dokternya terlalu mahal. Selain itu, pasien juga harus tahu apakah harga obatnya sebanding dengan kualitasnya.
"Ada jenis obat originatory yang memang berdasarkan riset sehingga wajar kalau harganya mahal. Tapi ada juga obat-obat me-too atau tiruannya yang seharusnya jauh lebih murah karena tidak perlu riset," ungkap Prof Iwan dalam diskusi Pendidikan Dokter Berkesinambungan dan Kebijakan Pajak Terkait di Hotel Mulia, Jakarta, Selasa (1/2/2011).
Jika ada dokter yang memaksakan pasiennya untuk membeli obat tertentu, Prof Iwan menilai hal itu sebagai tindak kriminal yang bisa dikenai sanksi. Namun dokter boleh saja menyarankan obat tertentu jika bisa menjelaskan dengan bukti-bukti ilmiah bahwa obat lain memang kurang berkualitas.
Selain dokter, apoteker juga punya kewenangan untuk mengganti obat dalam resep dengan jenis lain yang lebih murah asalkan kandungan zat aktif dan khasiatnya sama seperti obat yang diresepkan. Menurut Prof iwan, kewenangan ini sudah diatur dalam Peraturan Menteri Kesehatan.
Sayangnya, dalam hal ini pasien selalu berada dalam posisi tidak punya banyak pilihan. Selain tidak tahu perbandingan harga obat karena memang bukan barang yang dikonsumsi sehari-hari, seringkali pasien tidak punya banyak waktu untuk menentukan pilihan.
"Beda dengan membeli sepatu, kita masih bisa pilih-pilih yang lebih murah atau yang lebih bagus. Saat membeli obat, orang sakit tidak mungkin melakukan window shopping dulu seperti saat membeli sepatu," tambah Prof Iwan.
Padahal perbedaan harga obat di masing-masing apotek kadang cukup besar karena marjin keuntungan yang diambil para pengelola apotek memang berbeda-beda. Lagi-lagi pasien menjadi korban, karena kadang-kadang apotek juga mengejar keuntungan dengan tidak menawarkan produk obat yang lebih terjangkau. AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Ketua Ikatan Ahli Farmakologi Indonesia (IKAFI), Prof dr Iwan Dwiprahasto, MMedSc, PhD mengatakan bahwa pasien berhak minta obat lain jika merasa obat yang diresepkan oleh dokternya terlalu mahal. Selain itu, pasien juga harus tahu apakah harga obatnya sebanding dengan kualitasnya.
"Ada jenis obat originatory yang memang berdasarkan riset sehingga wajar kalau harganya mahal. Tapi ada juga obat-obat me-too atau tiruannya yang seharusnya jauh lebih murah karena tidak perlu riset," ungkap Prof Iwan dalam diskusi Pendidikan Dokter Berkesinambungan dan Kebijakan Pajak Terkait di Hotel Mulia, Jakarta, Selasa (1/2/2011).
Jika ada dokter yang memaksakan pasiennya untuk membeli obat tertentu, Prof Iwan menilai hal itu sebagai tindak kriminal yang bisa dikenai sanksi. Namun dokter boleh saja menyarankan obat tertentu jika bisa menjelaskan dengan bukti-bukti ilmiah bahwa obat lain memang kurang berkualitas.
Selain dokter, apoteker juga punya kewenangan untuk mengganti obat dalam resep dengan jenis lain yang lebih murah asalkan kandungan zat aktif dan khasiatnya sama seperti obat yang diresepkan. Menurut Prof iwan, kewenangan ini sudah diatur dalam Peraturan Menteri Kesehatan.
Sayangnya, dalam hal ini pasien selalu berada dalam posisi tidak punya banyak pilihan. Selain tidak tahu perbandingan harga obat karena memang bukan barang yang dikonsumsi sehari-hari, seringkali pasien tidak punya banyak waktu untuk menentukan pilihan.
"Beda dengan membeli sepatu, kita masih bisa pilih-pilih yang lebih murah atau yang lebih bagus. Saat membeli obat, orang sakit tidak mungkin melakukan window shopping dulu seperti saat membeli sepatu," tambah Prof Iwan.
Padahal perbedaan harga obat di masing-masing apotek kadang cukup besar karena marjin keuntungan yang diambil para pengelola apotek memang berbeda-beda. Lagi-lagi pasien menjadi korban, karena kadang-kadang apotek juga mengejar keuntungan dengan tidak menawarkan produk obat yang lebih terjangkau. AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Langganan:
Postingan (Atom)