Kamis, 03 Maret 2011

Bedah Buku : Misteri Laskar Imun Kamis 11 Maret 2011

Ikuti Bedah Buku Misteri Laskar Imun Kamis 11 Maret 2011 pk 10-12 oleh penulis buku Dr. Tauhid Nur Azhar bertempat di panggung utama Istora Senayan Jakarta . Gratis. Buku ini terbitan terbaru dari CV Tiga Serangkai.

Seminar "Kenal lebih dekat dengan Lupus" minggu 6 Maret 2011

ikuti Seminar sehari yang diselenggarakan oleh SDM Biro Keputrian RISKA bekerjasama dengan Yayasan Lupus Indonesia (YLI), yang membahas semua tentang penyakit "Lupus" dengan tema Kenal Lebih Dekat Dengan "Lupus" yang konon hanya di derita oleh kaum hawa saja.
Di selenggarakan Hari Minggu 06 Maret 2011 pk 13.00 - 15.00 WIB
Tempat : R Bundar Masjid Agung Sunda Kelapa (MASK)
Pembicara : Tiara Savitri S.Pd ( Ketua Yayasan Lupus Indonesia)

Acara ini gratis dan di khususkan untuk para wanita.
Ajak semua teman dan saudara kalian untuk hadir disini, kami tunggu kehadirannya dan silahkan menyebarkan informasi ini ke saudari-saudari kita. AYo ikut ikut....

Info selengkapnya
RISKA : 021-31905839 Arie Sukma Dewi : 08158287730 Yuli Ana : 021-94975374 riska.or.id

Waspadai : Jajanan Anak Mengandung Kimia Berbahaya

JAKARTA – Jajanan yang beredar di pasaran ditengarai banyak mengandung bahan kimia berbahaya yang dapat mengancam kesehatan anak. Karena itu, pemerintah akan memperketat pengawasan,terlebih pada jajanan anak sekolah.

Kepala Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Kustantinah mengatakan, sekitar 44% jajanan yang beredar di pasaran diduga mengandung bahan kimia yang dapat membahayakan kesehatan masyarakat.Karena itu, BPOM bersama sektor terkait akan memperketat pengawasan terhadap jajanan anak sekolah.

“Badan POM tidak dapat berperan sendiri, diperlukan dukungan, kerja sama, dan kemitraan dengan seluruh pemangku kepentingan,“ ungkap Kustantinah seusai penandatanganan nota kesepakatan antara BPOM dan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta penandatanganan surat keputusan bersama (SKB) antara Menteri Koperasi dan UKM, Menteri Kesehatan, dan Kepala Badan POM di Kantor Kemenko Kesra, Jakarta, kemarin.

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Pelindungan Anak Linda Amalia Sari mengatakan, peredaran makanan ilegal di Indonesia cenderung meningkat. Peredaran ini berpotensi menimbulkan risiko terhadap kesehatan masyarakat. ●andi setiawan 02 maret 2011 seputar-indonesia.com

Selasa, 01 Maret 2011

Bedah Buku "Sehat Holistik ala Rasulullah" Sabtu 5 Maret pk 19.00

Ikuti Launching dan Bedah Buku : Sehat Holistik Ala Rosullullah 5 Maret '11 pk 19.00-21.00 di Istora Senayan
bersama penulis Dr. H. Briliantono M.Soenarwo, SpOT. dan bintang tamu artis ketika cinta bertasbih Oki Septiana Dewi gratis info Telp. (021) 7651689 www.almawardiprima.co.id

Donor darah Sabtu 5 Maret 2011

Ikuti aksi donor darah kerjasama warung steak n shake & PMI pada hari Sabtu 5 Maret 2011 pk 09-12 di warung steak n shake di jl kebayoran lama 3A Kebon Jeruk.

Mengapa Kelebihan Garam Bisa Bikin Hipertensi?

Merry Wahyuningsih - detikHealth
Jakarta, Banyak orang tahu bahwa makan makanan yang asin alias mengandung banyak garam dapat menyebabkan tekanan darah naik dan memicu hipertensi. Tapi tahukah Anda mengapa kelebihan garam bisa memicu hipertensi?

Natrium dalam garam (NaCl) sebenarnya bermanfaat untuk menjaga regulasi volume dan tekanan darah, menjaga kontraksi otot serta transmisi sel saraf, serta membantu keseimbangan air, asam dan basa dalam tubuh.

Namun berdasarkan Panduan Umum Gizi Seimbang 2003, konsumsi garam tidak boleh lebih dari 6 gram (1 sendok teh) dalam 1 hari atau sama dengan 2300 mg natrium.

"Garam sangat erat dengan hipertensi. Setengah sendok teh garam saja bisa menaikkan tekanan sistolik naik sebesar 5 poin dan tekanan diastolik naik 3 poin, ini berdasarkan penelitian," jelas Fendy Susanto dari Nutrifood Research Centre, Program Development and Scientific Support, dalam acara Media Sharing 'Garam dan Hipertensi' di Penang Bistro Kebon Sirih, Jakarta, Rabu (23/2/2011).

Ferdy menjelaskan, kandungan garam yang tinggi dalam tubuh dapat mengganggu kerja ginjal. Garam harus dikeluarkan dari tubuh oleh ginjal, tetapi karena natrium sifatnya mengikat banyak air, maka makin tinggi garam membuat volume darah meningkat.

"Volume darah semakin tinggi sedangkan lebar pembuluh darah tetap, maka alirannya jadi deras, yang artinya tekanan darah menjadi semakin meningkat. Ini juga dapat meningkatkan risiko hipertensi," jelas Ferdy.

Sebenarnya tidak hanya garam, lanjut Ferdy, faktor risiko hipertensi juga dipengaruhi beberapa hal, yaitu usia, riwayat keluarga penderita hipertensi, berat badan berlebih, gaya hidup kurang aktif, merokok, stres dan minum alkohol.

"Tapi dengan mengurangi konsumsi garam orang sudah bisa mengurangi risiko terkena hipertensi," lanjut Ferdy.

Hipertensi hanya awal, lanjut Ferdy, karena dibelakangnya telah menunggu berbagai penyakit serius, antara lain serangan jantung dan gagak jantung, stroke, gagal ginjal dan penyakit mata.

Berikut beberapa cara untuk mengurangi konsumsi garam:

1. Konsumsi lebih banyak produk segar dan kurangi makanan olahan
2. Batasi penggunaan garam pada makanan Anda dengan cara menggantinya dengan rempah-rempah tertentu yang dapat memperkaya rasa atau gunakan bumbu pengganti garam.
3. Pilih produk makanan yang rendah garam
4. Perbanyak konsumsi buah dan sayur
5. Bila harus makan produk olahan, cerdaslah dalam membaca label.
6.

Temani Garam, Gula Juga Jadi Pemicu Darah Tinggi

London, Selama ini garam dianggap paling banyak memicu hipertensi atau tekanan darah tinggi. Gula hampir tidak pernah jadi kambing hitam, padahal penelitian membuktikan bahwa makanan manis juga bisa meningkatkan tekanan darah seperti halnya garam.

Hipertensi atau tekanan darah tinggi merupakan faktor risiko utama penyakit jantung dan pembuluh darah. Seseorang dengan tekanan darah 135/85 mmHg punya risiko 2 kali lebih besar mengalami stroke dan serangan jantung dibandingkan orang sehat dengan tekanan darah 120/80 mmHg.

"Sudah banyak yang tahu bahwa garam bisa meningkatkan tekanan darah. Namun penelitian kami menunjukkan gula juga bisa memicu hipertensi, sama seperti garam," ungkap Paul Elliott dari Imperial College London, seperti dikutip dari Reuters, Selasa (1/3/2011).

Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Hypertension ini melibatkan 2.696 orang berusia 40-59 tahun di Inggris dan Amerika Serikat. Selama 3 pekan, peneliti mengamati pola makan dan melakukan pemeriksaan gula darah, tekanan darah dan komposisi urine para relawan.

Hasil analisis menunjukkan konsumsi gula yang berlebihan dalam sehari bisa meningkatkan tekanan sitolik sebesar 1,6 mmHg dan tekanan diastolik sebesar 0,8 mmHg. Tekanan sistolik diukur ketika jantung memompa darah, sedangkan sistolik diukur saat jeda pemompaan.

Para peneliti mengaku belum dapat menjelaskan secara pasti hubungan antara gula dan hipertensi, namun yang jelas pengaruhnya lebih besar jika konsumsi gula yang berlebihan itu disertai juga dengan konsumsi garam. Dengan kata lain, gula bisa memperburuk hipertensi yang dipicu oleh kelebihan garam.

Seperti pernah ditulis detikHealth, konsumsi gula yang dianjurkan untuk orang dewasa adalah sekitar 90 gram/hari atau tidak lebih dari setengah cangkir. Lebih dari 100 gram/hari, konsumsi gula dikatakan berlebihan dan bisa mempengaruhi sistem kekebalan tubuh. AN Uyung Pramudiarja - detikHealth