New Orleans, Konsumsi garam berlebihan memang bisa memberi dampak buruk bagi tekanan darah. Tapi efek buruk garam terhadap tekanan darah ini bisa dikurangi dengan melakukan aktivitas fisik.
Dalam American Heart Association's Nutrition, Physical Activity and Metabolism/Cardiovascular Disease Epidemiology and Prevention 2011 Scientific Sessions, para peneliti mengungkapkan bahwa semakin aktif seseorang secara fisik maka akan mengurangi peningkatan tekanan darah yang merupakan respons terhadap asupan garam tinggi.
"Pasien sebaiknya dianjurkan untuk meningkatkan aktivitas fisiknya dan mengurangi asupan garam," ujar Casey M Rebholz, MPH selaku ketua studi dari Tulane University School of Public Health & Tropical Medicine di New Orleans, seperti dikutip dari ScienceDaily, Kamis (24/3/2011).
Rebholz menuturkan bahwa membatasi asupan natrium (garam) adalah hal yang sangat penting dalam menurunkan tekanan darah pada orang yang memiliki kehidupan santai atau kurang melakukan aktivitas fisik.
Jika rata-rata nilai tekanan darah sistolik (batas atas tekanan darah) meningkat sebesar 5 persen atau lebih saat mengonsumsi kadar natrium tinggi, maka para peneliti akan memberi label sebagai high-salt sensitive (sensitif terhadap garam tinggi).
Dalam studi ini peneliti membandingkan tekanan darah sistolik para partisipan. Semua peserta yang terlibat diberikan diet asupan natrium rendah (3.000 mg/hari) dan diet asupan natrium tinggi (18.000 mg/hari).
Berdasarkan kuesioner aktivitas fisik, peneliti membagi peserta ke dalam 4 kelompok yang dimulai dari kelompok sangat aktif hingga kelompok yang cukup santai. Umumnya terjadi peningkatan rata-rata nilai tekanan darah sistolik setelah beralih dari asupan garam rendah ke tinggi.
Setelah mengatur asupan garam dan aktivitas fisiknya, maka peneliti mendapatkan hasil yaitu:
1. Pada kelompok yang santai didapatkan peningkatan tekanan darah sistolik sebesar 5,27 mm Hg
2. Pada kelompok yang agak aktif didapatkan peningkatan tekanan darah sistolik sebesar 5,07 mm Hg
3. Pada kelompok yang cukup aktif didapatkan peningkatan tekanan darah sistolik sebesar 4,93 mm Hg
4. Pada kelompok yang paling aktif didapatkan peningkatan tekanan darah sistolik sebesar 3,88 mm Hg
Natrium yang terdapat di dalam garam memiliki sifat menarik banyak air, karenanya semakin tinggi kadar garam akan membuat volume darah meningkat.
Jika tekanan darah terlalu tinggi dan tidak terkontrol bisa menyebabkan beberapa masalah seperti stroke atau jantung.
"Dalam semua analisis kami menemukan anatar dosis dan respons, diketahui semakin banyak aktivitas yang dilakukan akan semakin baik. Dan saya menduga hubungan antara aktivitas fisik dan kepekaan garam juga berlaku untuk populasi lain," ujar Rebholz. Vera Farah Bararah - detikHealth
Kamis, 24 Maret 2011
Senin, 14 Maret 2011
Cara Cepat Sembuh dari Flu
Jakarta, Cuaca yang tidak menentu membuat siapa saja bisa terserang flu atau common cold. Gejala awal seperti bersin dan meriang bisa hilang tanpa diobati, hanya dengan beberapa langkah sederhana seperti istirahat dan minum teh hijau.
Flu tergolong self limiting disease, yang berarti bisa sembuh dengan sendirinya. Pengobatan dibutuhkan jika gejala yang dialami cukup parah hingga mengganggu aktivitas. Jika gejalanya ringan, maka secara alami sistem kekebalan tubuh akan memberikan perlawanan terhadap virus flu.
Berikut ini beberapa tips untuk membantu memperbaiki sistem kekebalan tubuh saat terkena flu, dikutip dari MensHealth, Minggu (23/5/2010).
Sarapan antivirus
Jika bangun pagi dalam kondisi kurang sehat, jangan sekali-kali melewatkan waktu sarapan. Sebuah penelitian di Belanda membuktikan, sarapan sebanyak 1.200 kalori meningkatkan kadar gama interferon dalam darah hingga 450 kali lipat dibandingkan tidak sarapan sama sekali. Senyawa tersebut merupakan antivirus alami dalam tubuh yang berfungsi untuk menangkal serangan flu.
Lawan dengan stres
Jika berkepanjangan, stres memang dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh. Namun untuk jangka pendek, menyibukkan diri dengan pekerjaan yang berat justru efektif mengurangi gejala flu. Menurut sebuah penelitian di Ohio State University, stres jangka pendek bisa melawan flu jika berlangsung tidak lebih dari setengah atau
satu hari.
Seduh kopi atau teh hijau
Kopi atau green tea di sore hari tidak hanya membuat tubuh lebih rileks, tetapi membantu sistem pertahanan tubuh untuk melawan virus. Minuman tersebut juga mengandung epigallocatechin gallate (EGCG), yang memiliki khasiat untuk mematikan virus. Tips ini pernah diteliti di Kanada, dengan memasukkan daun teh hijau ke dalam koloni adenovirus penyebab flu. Hasilnya, aktivitas replikasi atau menggandakan diri pada virus berhenti.
Istirahat yang cukup
Idealnya dalam sehari tidur tidak kurang dari 7-8 jam. Menurut penelitian di UCLA, berkurangnya waktu tidur sebesar 40 persen akan menurunkan sistem imun hingga 50 persen. Namun jangan sesekali memaksakan tidur dengan cara minum alkohol karena hal ini justru melemahkan sistem imun. Sebaiknya gunakan pakaian yang longgar misalnya t-shirt dan celana pendek agar peredaran darah lancar, dan bisa tidur dengan lebih nyaman.
Tetap lakukan aktivitas ringan
Riset yang dilakukan oleh University of Massachusetts membuktikan, aktivitas fisik yang ringan bisa mengurangi risiko infeksi saluran napas hingga 25 persen dibandingkan dengan hanya diam sepanjang hari. Aktivitas ringan memicu produksi sel darah putih, yang fungsinya untuk melawan infeksi virus maupun bakteri. Aktivitas tersebut tidak boleh terlalu berat, karena kelelahan membuat tubuh rentan terhadap infeksi. Bahkan pada atlet marathon sekalipun, risiko infeksi akan meningkat setelah mengikuti lomba.AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Flu tergolong self limiting disease, yang berarti bisa sembuh dengan sendirinya. Pengobatan dibutuhkan jika gejala yang dialami cukup parah hingga mengganggu aktivitas. Jika gejalanya ringan, maka secara alami sistem kekebalan tubuh akan memberikan perlawanan terhadap virus flu.
Berikut ini beberapa tips untuk membantu memperbaiki sistem kekebalan tubuh saat terkena flu, dikutip dari MensHealth, Minggu (23/5/2010).
Sarapan antivirus
Jika bangun pagi dalam kondisi kurang sehat, jangan sekali-kali melewatkan waktu sarapan. Sebuah penelitian di Belanda membuktikan, sarapan sebanyak 1.200 kalori meningkatkan kadar gama interferon dalam darah hingga 450 kali lipat dibandingkan tidak sarapan sama sekali. Senyawa tersebut merupakan antivirus alami dalam tubuh yang berfungsi untuk menangkal serangan flu.
Lawan dengan stres
Jika berkepanjangan, stres memang dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh. Namun untuk jangka pendek, menyibukkan diri dengan pekerjaan yang berat justru efektif mengurangi gejala flu. Menurut sebuah penelitian di Ohio State University, stres jangka pendek bisa melawan flu jika berlangsung tidak lebih dari setengah atau
satu hari.
Seduh kopi atau teh hijau
Kopi atau green tea di sore hari tidak hanya membuat tubuh lebih rileks, tetapi membantu sistem pertahanan tubuh untuk melawan virus. Minuman tersebut juga mengandung epigallocatechin gallate (EGCG), yang memiliki khasiat untuk mematikan virus. Tips ini pernah diteliti di Kanada, dengan memasukkan daun teh hijau ke dalam koloni adenovirus penyebab flu. Hasilnya, aktivitas replikasi atau menggandakan diri pada virus berhenti.
Istirahat yang cukup
Idealnya dalam sehari tidur tidak kurang dari 7-8 jam. Menurut penelitian di UCLA, berkurangnya waktu tidur sebesar 40 persen akan menurunkan sistem imun hingga 50 persen. Namun jangan sesekali memaksakan tidur dengan cara minum alkohol karena hal ini justru melemahkan sistem imun. Sebaiknya gunakan pakaian yang longgar misalnya t-shirt dan celana pendek agar peredaran darah lancar, dan bisa tidur dengan lebih nyaman.
Tetap lakukan aktivitas ringan
Riset yang dilakukan oleh University of Massachusetts membuktikan, aktivitas fisik yang ringan bisa mengurangi risiko infeksi saluran napas hingga 25 persen dibandingkan dengan hanya diam sepanjang hari. Aktivitas ringan memicu produksi sel darah putih, yang fungsinya untuk melawan infeksi virus maupun bakteri. Aktivitas tersebut tidak boleh terlalu berat, karena kelelahan membuat tubuh rentan terhadap infeksi. Bahkan pada atlet marathon sekalipun, risiko infeksi akan meningkat setelah mengikuti lomba.AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Kenapa Saat Flu Harus Banyak Minum?
Jakarta, Ketika seseorang sedang dilanda flu atau pilek, maka selain minum obat ia juga disarankan untuk banyak minum. Apa alasannya orang harus mengonsumsi banyak cairan saat flu?
Jika seseorang sedang flu, maka anjuran yang akan diterimanya adalah banyak istirahat dan juga banyak minum. Ternyata saran ini bukanlah isapan jempol belaka, karena banyak minum saat flu bisa membantu mempertahankan cairan tubuh dan mengatasi flu.
Flu merupakan penyakit yang umum saat musim pancaroba atau musim hujan. Meski bukan penyakit serius, gejala-gejala flu sangat mengganggu aktivitas sehari-hari, seperti hidung tersumbat, meler, batuk serta demam.
Seperti dikutip dari NYTimes, Rabu (12/1/2011) secara teoritis, mengonsumsi banyak cairan baik dari air putih atau jus bisa membantu menggantikan cairan yang hilang akibat demam dan mengevaporasi saluran pernapasan. Kondisi ini akan membantu melonggarkan lendir yang membuat seseorang merasa lebih baik.
Selain itu, air yang dikonsumsi juga bisa berfungsi membantu membersihkan sistem tubuh dan menghilangkan racun-racun. Meskipun belum dapat dipastikan apakah asupan cairan ini bisa mengurangi keparahan infeksi atau tidak.
Mendapatkan istirahat yang cukup juga penting dilakukan saat sedang flu. Hal ini karena sebagian besar flu disebabkan oleh virus yang sebenarnya bisa sembuh sendiri jika seseorang memiliki sistem kekebalan tubuh yang kuat.
Meski ada beberapa makanan tertentu yang dapat mengurangi gejala dan mempercepat pemulihan flu. Tapi sebenarnya ada pula makanan yang justru harus dihindari saat sedang flu seperti makanan manis, susu dan daging.
Dengan melakukan istirahat yang cukup, banyak minum air putih dan mengonsumsi makanan yang bergizi, seseorang akan memiliki sistem imun yang kuat untuk melawan virus flu di dalam tubuh dan mengurangi infeksi. (ver/ir) Vera Farah Bararah - detikHealth
Jika seseorang sedang flu, maka anjuran yang akan diterimanya adalah banyak istirahat dan juga banyak minum. Ternyata saran ini bukanlah isapan jempol belaka, karena banyak minum saat flu bisa membantu mempertahankan cairan tubuh dan mengatasi flu.
Flu merupakan penyakit yang umum saat musim pancaroba atau musim hujan. Meski bukan penyakit serius, gejala-gejala flu sangat mengganggu aktivitas sehari-hari, seperti hidung tersumbat, meler, batuk serta demam.
Seperti dikutip dari NYTimes, Rabu (12/1/2011) secara teoritis, mengonsumsi banyak cairan baik dari air putih atau jus bisa membantu menggantikan cairan yang hilang akibat demam dan mengevaporasi saluran pernapasan. Kondisi ini akan membantu melonggarkan lendir yang membuat seseorang merasa lebih baik.
Selain itu, air yang dikonsumsi juga bisa berfungsi membantu membersihkan sistem tubuh dan menghilangkan racun-racun. Meskipun belum dapat dipastikan apakah asupan cairan ini bisa mengurangi keparahan infeksi atau tidak.
Mendapatkan istirahat yang cukup juga penting dilakukan saat sedang flu. Hal ini karena sebagian besar flu disebabkan oleh virus yang sebenarnya bisa sembuh sendiri jika seseorang memiliki sistem kekebalan tubuh yang kuat.
Meski ada beberapa makanan tertentu yang dapat mengurangi gejala dan mempercepat pemulihan flu. Tapi sebenarnya ada pula makanan yang justru harus dihindari saat sedang flu seperti makanan manis, susu dan daging.
Dengan melakukan istirahat yang cukup, banyak minum air putih dan mengonsumsi makanan yang bergizi, seseorang akan memiliki sistem imun yang kuat untuk melawan virus flu di dalam tubuh dan mengurangi infeksi. (ver/ir) Vera Farah Bararah - detikHealth
Yang Harus Dilakukan Ketika Hidung Meler dan Tersumbat
Jakarta, Gangguan yang paling menyiksa saat pilek adalah hidung meler atau berair, serta hidung tersumbat apabila lendirnya terlalu kental. Jika mengalami salah satu di antaranya, jangan panik karena banyak cara bisa dilakukan untuk meredakannya.
Salah satunya adalah memperbanyak minum air putih untuk menjaga kelembaban jaringan di sekitar sinus dan hidung. Kadar air yang cukup akan mencegah terjadinya infeksi, atau jika sudah ada infeksi maka akan menjaga agar kondisinya tidak semakin memburuk.
Selain itu, hindari juga pemicunya karena kadang-kadang hidung meler dan tersumbat hanya merupakan reaksi alergi terhadap bahan-bahan tertentu misalnya debu, kotoran, bulu binatang maupun serbuk sari bunga-bunga. Gunakan obat antialergi jika memang tidak mungkin menghindarinya.
Selebihnya, hidung meler dan hidung tersumbat harus diatasi dengan cara yang berbeda. Hidung meler relatif lebih mudah diatasi, sementara hidung tersumbat sedikit lebih susah karena harus mengencerkan lendirnya terlebih dahulu agar lebih mudah dikeluarkan.
Untuk mengatasi hidung meler, caranya adalah sebagai berikut seperti dikutip dari Realage, Selasa (15/3/2011).
1. Keluarkan dengan perlahan
Buang kelebihan lendir dengan perlahan agar tidak menimbulkan tekanan berlebih pada gendang telinga. Lakukan sesering mungkin, jika kulit hidung pecah-pecah karena sering ditekan dengan jari, oleskan petroleum jelly atau pelembab kulit bayi.
2. Gunakan antialergi
Jika memang dipicu oleh alergi dan tidak mungkin menghindari pemicunya, gunakan antialergi. Kadang-kadang obat antialergi juga bisa meredakan pilek akibat flu, rhinitis non-alergi dan sinusitis.
Sementara itu hidung tersumbat bisa diatasi dengan cara yang kurang lebih sama dengan hidung meler, hanya saja karena lendirnya lebih kental maka lebih sulit dikeluarkan.
1. Hirup uap menthol
Air panas saja sebenarnya sudah cukup untuk menghasilkan uap yang bisa meredakan pembengkakan membran mukosa di dalam hidung sehingga produksi dan kekentalan lendir berkurang. Meski tidak banyak bukti ilmiah, bukti empiris menunjukkan bahwa penambahan aroma menthol dan eucaliptus bisa memperkuat efeknya.
2. Lakukan olahraga ringan
Jika tidak disertai demam dan masih ada sedikit tenaga, lakukan olahraga ringan. Aktivitas fisik memicu pelepasan adrenalin yang akan meredakan pembengkakan membran mukosa yang menghasilkan lendir di saluran pernapasan.
3. Gunakan pelega tenggorokan
Dekongestan atau pelega tenggorokan bekerja dengan cara mengatasi pembengkakan mukosa dan pembuluh darah yang menyumbat pernapasan, meski efeknya hanya sementara. Jangan digunakan lebih dari 3 hari karena jika terlalu banyak justru akan memperparah produksi lendir di hidung.(up/ir) detikhealth AN Uyung Pramudiarja
Salah satunya adalah memperbanyak minum air putih untuk menjaga kelembaban jaringan di sekitar sinus dan hidung. Kadar air yang cukup akan mencegah terjadinya infeksi, atau jika sudah ada infeksi maka akan menjaga agar kondisinya tidak semakin memburuk.
Selain itu, hindari juga pemicunya karena kadang-kadang hidung meler dan tersumbat hanya merupakan reaksi alergi terhadap bahan-bahan tertentu misalnya debu, kotoran, bulu binatang maupun serbuk sari bunga-bunga. Gunakan obat antialergi jika memang tidak mungkin menghindarinya.
Selebihnya, hidung meler dan hidung tersumbat harus diatasi dengan cara yang berbeda. Hidung meler relatif lebih mudah diatasi, sementara hidung tersumbat sedikit lebih susah karena harus mengencerkan lendirnya terlebih dahulu agar lebih mudah dikeluarkan.
Untuk mengatasi hidung meler, caranya adalah sebagai berikut seperti dikutip dari Realage, Selasa (15/3/2011).
1. Keluarkan dengan perlahan
Buang kelebihan lendir dengan perlahan agar tidak menimbulkan tekanan berlebih pada gendang telinga. Lakukan sesering mungkin, jika kulit hidung pecah-pecah karena sering ditekan dengan jari, oleskan petroleum jelly atau pelembab kulit bayi.
2. Gunakan antialergi
Jika memang dipicu oleh alergi dan tidak mungkin menghindari pemicunya, gunakan antialergi. Kadang-kadang obat antialergi juga bisa meredakan pilek akibat flu, rhinitis non-alergi dan sinusitis.
Sementara itu hidung tersumbat bisa diatasi dengan cara yang kurang lebih sama dengan hidung meler, hanya saja karena lendirnya lebih kental maka lebih sulit dikeluarkan.
1. Hirup uap menthol
Air panas saja sebenarnya sudah cukup untuk menghasilkan uap yang bisa meredakan pembengkakan membran mukosa di dalam hidung sehingga produksi dan kekentalan lendir berkurang. Meski tidak banyak bukti ilmiah, bukti empiris menunjukkan bahwa penambahan aroma menthol dan eucaliptus bisa memperkuat efeknya.
2. Lakukan olahraga ringan
Jika tidak disertai demam dan masih ada sedikit tenaga, lakukan olahraga ringan. Aktivitas fisik memicu pelepasan adrenalin yang akan meredakan pembengkakan membran mukosa yang menghasilkan lendir di saluran pernapasan.
3. Gunakan pelega tenggorokan
Dekongestan atau pelega tenggorokan bekerja dengan cara mengatasi pembengkakan mukosa dan pembuluh darah yang menyumbat pernapasan, meski efeknya hanya sementara. Jangan digunakan lebih dari 3 hari karena jika terlalu banyak justru akan memperparah produksi lendir di hidung.(up/ir) detikhealth AN Uyung Pramudiarja
PESAT Angk 12 mulai pada Sabtu 19 Maret 2011
Pendaftaran Pekan Edukasi Orang tua Sehat PESAT angk 12 sudah berjalan. Pertemuan perdana pada Sabtu 19 Maret 2011
tempat di aula Serba guna lt 2 ged Intiland Tower jl Jend Sudirman Kav 32 jakarta
Topik 1: Kesehatan Gigi pada Anak
Kapan sebaiknya anak mulai dibawa ke dokter gigi? Bagaimana membersihkan gigi anak dengan baik dan benar? Kapan ya anak perlu pasta gigi? Tahukah Anda bahwa kesehatan gigi susu akan mempengaruhi gigi tetap anak kelak? Temukan jawabannya di sini.
Topik 2: Seputar Imunisasi
Bagaimana kerja vaksin dalam melindungi tubuh? Apakah imunisasi ada efek sampingnya? Apa yang dimaksud dengan catch-up immunization? Apa itu imunisasi simultan? Dan banyak lagi. Semuanya akan dikupas tuntas di sini.
Topik 3: Common Problems I (Batuk Pilek, Bronchitis, Radang Tenggorokan, Asma)
Batuk pilek dan asma adalah beberapa penyakit yang sering diderita anak-anak. Apakah setiap anak pilek dengan napas ”grok” berarti asma? Bagaimana membedakan pilek dengan asma? Apakah radang tenggorokan itu? Bagaimana gejalanya? Kebanyakan penyakit anak-anak disebabkan oleh infeksi virus. Sudah tahukah kita tata laksana yang tepat untuk itu? Diskusikan disini.
Sesi II: 9 April 2011
Topik 1: Demam, Kejang Demam, Demam dengan Ruam
Tuhan menciptakan mekanisme demam, pasti ada maksudnya. Tahukah kita bahwa demam bukan penyakit, melainkan gejala atau petunjuk adanya suatu penyakit atau infeksi? Kapan saat yang tepat untuk memberikan obat penurun demam? Berbahayakah kejang demam?Apakah tiap kali anak mengalami demam perlu diberi obat anti kejang? Agar tak selalu bingung dan panik ketika anak demam, ikuti penjelasan tentang demam dan kejang demam,berikut tata laksana penanganannya secara rasional.
Ketika demam, muncul ruam merah di leher dan dada anak saya, berbahayakah? Kenapa setelah demam turun justru muncul ruam merah pada anak? Kenali macam-macam demam dengan ruam di sesi ini.
Topik 2: Menilai Perkembangan Anak
Seorang anak tidak hanya bertambah berat badan (BB) dan tinggi badan (TB) saja, tetapi ia juga mengalami perkembangan emosi dan intelektual. Bagaimana menilai perkembangan anak dengan bijak dan obyektif? Bagaimana memberikan stimulasi dini yang tepat pada anak? Bagaimana sebaiknya menangani perilaku tantrum (temper tantrum) pada anak? Dan masih banyak lagi yang dapat Anda diskusikan bersama narasumber pada sesi ini.
Topik 3: Pendidikan Seks pada Anak
”Bu, adik bayi asalnya dari mana?” ”Bagaimana bisa adik bayi dikeluarkan dari perut Ibu?” Sering bingung menjawab pertanyaan-pertanyaan sejenis itu yang ditanyakan oleh anak Anda? Bagaimana cara yang tepat untuk menjelaskan masalah seputar seks pada anak? Temukan jawabannya pada sesi ini.
Sesi III: 7 Mei 2011
Topik 1: Kegawatdaruratan pada Anak serta Cara Penanganannya
“Bagaimana nih, anak saya tanpa sengaja terkena air panas!” “Tolong, anak saya jatuh, apa yang harus saya lakukan?” ”Anakku mimisan, bagaimana ya menghentikannya?” Bagaimana cara penanganan yang tepat untuk keadaan gawat darurat seperti ini pada anak? Temukan pada sesi ini.
Topik 2: Menilai Pertumbuhan Anak
Orang tua cenderung menghabiskan banyak pikiran dan energi untuk urusan berat badan (BB) anak. Apakah anak gemuk itu pasti sehat? Dan apakah anak yang cenderung langsing/kurus itu pasti kurang gizi? Bagaimana cara membaca growth chart yang benar? Apa itu Body Mass Index (BMI) dan apa fungsinya? Mari kita menilai pertumbuhan anak dengan bijak.
Topik 3: TBC
Flek di paru-paru = TBC, benarkah demikian? Tahukah kita bahwa menegakkan diagnosa TBC pada anak itu sangat sulit? Over diagnosed of TB berkonsekuensi anak harus rutin minum obat anti TBC yang akan berefek pada kesehatan hatinya. Temukan penjelasan yangsebenarnya pada sesi ini.
Sesi IV: 28 Mei 2011
Topik I: Layanan Kesehatan terbaik untuk Konsumen, Rational Use of Medicine (RUM)
Bagaimanakah konsep layanan kesehatan yang seharusnya? Dapatkah terjalin suatu kemitraan yang kuat antara pasien dengan dokter? Siapakah yang memikul tanggung jawab layanan kesehatan? Apakah setiap gejala penyakit harus diobati (a pill for an ill)? Perlukah kita mengetahui efek samping dari obat? Apa beda obat paten dengan obat generik? Apa itu polifarmasi? Dan banyak pertanyaan lainnya. Jangan sampai ketinggalan diskusi ini agar kita dapat lebih bijak dan rasional menggunakan obat.
Topik 2: Common Problems II (Diare, Konstipasi, Muntaber, Gastroenteritis)
Diare, muntah, sakit perut, batuk dan pilek adalah beberapa penyakit yang sering dideritaanak-anak. Kebanyakan penyakit anak-anak disebabkan oleh infeksi virus. Sudah tahukahkita tata laksana yang tepat untuk itu? Does my child really need drugs? Bagaimana caramenghentikan konstipasi berulang pada anak? Diskusikan disini!
Topik 3: Mikroba dan Antibiotika
ANTIBIOTICS, NEW THREAT IN YOUR LIFE: ANTIBIOTIC RESISTANCE (Antibiotik, krisis yang mengancam: bakteri yang sudah kebal/resisten terhadap antibiotik).
Antibiotik adalah obat yang istimewa, mereka membantu tubuh kita melawan infeksi bakteri. Pemakaian antibiotik yang tepat dapat menyelamatkan jiwa saat kita terancam infeksi bakteri yang serius.
Ingus anak sudah berwarna hijau. Apakah itu pertanda ia perlu diberi antibiotik? ”Kalau diresepkan antibiotik, harus dihabiskan….”. Benarkah? Temukan penjelasan tentang antibiotika, saat tepat untuk mengkonsumsi dan tata laksana konsumsi antibiotika, dalam sesi ini.
Sesi V: 18 Juni 2011
Topik 1: Kuning pada Bayi (Jaundice)
Apa yang menyebabkan kuning pada bayi baru lahir? Berbahayakah itu? Apakah tes bilirubin mutlak dilakukan pada setiap bayi baru lahir? Apakah untuk menghilangkan jaundice in newborn mutlak dilakukan penyinaran? Diskusikan pada sesi ini.
Topik 2: Makanan Pendamping ASI dan Nutrisi Tepat untuk Tumbuh Kembang Anak
Bagaimanakah cara yang paling baik untuk memperkenalkan solid food? Bingung ketika anak mengalami GTM (Gerakan Tutup Mulut)? Pusing karena anak sedikit atau susah sekali minum susu? Seperti apa konsep pemberian makan yang baik pada anak? Bagaimana menterjemahkan piramida makanan dalam pola makan anak sehari-hari? Temukan pembahasannya disini.
Topik 3: Demam Dengue, Demam Berdarah Dengue, dan Typhus
Bagaimanakah mengetahui gejala demam berdarah sejak dini? Apakah jumlah trombosit yang turun berarti positif demam berdarah? Dan bagaimana tata laksana penanganan demam berdarah? Apakah gejala typhus merupakan diagnosis yang valid? Bagaimana mengetahui seorang pasien positif typhus? Semua akan dibahas panjang lebar di topik ini. iuran rp 125.000,- per pertemuan.
Kirim SMS ke nomor 083873458853 dengan format [NamaPeserta] | [NamaPasangan] (bila mendaftar sebagai pasangan) | [JenisKepesertaan] (paket/sesi, sebutkan sesi berapa) | [No HP yang aktif digunakan] | [Email yang aktif digunakan] (bila ada)
http://pesat12jakarta.co.cc/ http://milissehat.web.id/?p=1622
tempat di aula Serba guna lt 2 ged Intiland Tower jl Jend Sudirman Kav 32 jakarta
Topik 1: Kesehatan Gigi pada Anak
Kapan sebaiknya anak mulai dibawa ke dokter gigi? Bagaimana membersihkan gigi anak dengan baik dan benar? Kapan ya anak perlu pasta gigi? Tahukah Anda bahwa kesehatan gigi susu akan mempengaruhi gigi tetap anak kelak? Temukan jawabannya di sini.
Topik 2: Seputar Imunisasi
Bagaimana kerja vaksin dalam melindungi tubuh? Apakah imunisasi ada efek sampingnya? Apa yang dimaksud dengan catch-up immunization? Apa itu imunisasi simultan? Dan banyak lagi. Semuanya akan dikupas tuntas di sini.
Topik 3: Common Problems I (Batuk Pilek, Bronchitis, Radang Tenggorokan, Asma)
Batuk pilek dan asma adalah beberapa penyakit yang sering diderita anak-anak. Apakah setiap anak pilek dengan napas ”grok” berarti asma? Bagaimana membedakan pilek dengan asma? Apakah radang tenggorokan itu? Bagaimana gejalanya? Kebanyakan penyakit anak-anak disebabkan oleh infeksi virus. Sudah tahukah kita tata laksana yang tepat untuk itu? Diskusikan disini.
Sesi II: 9 April 2011
Topik 1: Demam, Kejang Demam, Demam dengan Ruam
Tuhan menciptakan mekanisme demam, pasti ada maksudnya. Tahukah kita bahwa demam bukan penyakit, melainkan gejala atau petunjuk adanya suatu penyakit atau infeksi? Kapan saat yang tepat untuk memberikan obat penurun demam? Berbahayakah kejang demam?Apakah tiap kali anak mengalami demam perlu diberi obat anti kejang? Agar tak selalu bingung dan panik ketika anak demam, ikuti penjelasan tentang demam dan kejang demam,berikut tata laksana penanganannya secara rasional.
Ketika demam, muncul ruam merah di leher dan dada anak saya, berbahayakah? Kenapa setelah demam turun justru muncul ruam merah pada anak? Kenali macam-macam demam dengan ruam di sesi ini.
Topik 2: Menilai Perkembangan Anak
Seorang anak tidak hanya bertambah berat badan (BB) dan tinggi badan (TB) saja, tetapi ia juga mengalami perkembangan emosi dan intelektual. Bagaimana menilai perkembangan anak dengan bijak dan obyektif? Bagaimana memberikan stimulasi dini yang tepat pada anak? Bagaimana sebaiknya menangani perilaku tantrum (temper tantrum) pada anak? Dan masih banyak lagi yang dapat Anda diskusikan bersama narasumber pada sesi ini.
Topik 3: Pendidikan Seks pada Anak
”Bu, adik bayi asalnya dari mana?” ”Bagaimana bisa adik bayi dikeluarkan dari perut Ibu?” Sering bingung menjawab pertanyaan-pertanyaan sejenis itu yang ditanyakan oleh anak Anda? Bagaimana cara yang tepat untuk menjelaskan masalah seputar seks pada anak? Temukan jawabannya pada sesi ini.
Sesi III: 7 Mei 2011
Topik 1: Kegawatdaruratan pada Anak serta Cara Penanganannya
“Bagaimana nih, anak saya tanpa sengaja terkena air panas!” “Tolong, anak saya jatuh, apa yang harus saya lakukan?” ”Anakku mimisan, bagaimana ya menghentikannya?” Bagaimana cara penanganan yang tepat untuk keadaan gawat darurat seperti ini pada anak? Temukan pada sesi ini.
Topik 2: Menilai Pertumbuhan Anak
Orang tua cenderung menghabiskan banyak pikiran dan energi untuk urusan berat badan (BB) anak. Apakah anak gemuk itu pasti sehat? Dan apakah anak yang cenderung langsing/kurus itu pasti kurang gizi? Bagaimana cara membaca growth chart yang benar? Apa itu Body Mass Index (BMI) dan apa fungsinya? Mari kita menilai pertumbuhan anak dengan bijak.
Topik 3: TBC
Flek di paru-paru = TBC, benarkah demikian? Tahukah kita bahwa menegakkan diagnosa TBC pada anak itu sangat sulit? Over diagnosed of TB berkonsekuensi anak harus rutin minum obat anti TBC yang akan berefek pada kesehatan hatinya. Temukan penjelasan yangsebenarnya pada sesi ini.
Sesi IV: 28 Mei 2011
Topik I: Layanan Kesehatan terbaik untuk Konsumen, Rational Use of Medicine (RUM)
Bagaimanakah konsep layanan kesehatan yang seharusnya? Dapatkah terjalin suatu kemitraan yang kuat antara pasien dengan dokter? Siapakah yang memikul tanggung jawab layanan kesehatan? Apakah setiap gejala penyakit harus diobati (a pill for an ill)? Perlukah kita mengetahui efek samping dari obat? Apa beda obat paten dengan obat generik? Apa itu polifarmasi? Dan banyak pertanyaan lainnya. Jangan sampai ketinggalan diskusi ini agar kita dapat lebih bijak dan rasional menggunakan obat.
Topik 2: Common Problems II (Diare, Konstipasi, Muntaber, Gastroenteritis)
Diare, muntah, sakit perut, batuk dan pilek adalah beberapa penyakit yang sering dideritaanak-anak. Kebanyakan penyakit anak-anak disebabkan oleh infeksi virus. Sudah tahukahkita tata laksana yang tepat untuk itu? Does my child really need drugs? Bagaimana caramenghentikan konstipasi berulang pada anak? Diskusikan disini!
Topik 3: Mikroba dan Antibiotika
ANTIBIOTICS, NEW THREAT IN YOUR LIFE: ANTIBIOTIC RESISTANCE (Antibiotik, krisis yang mengancam: bakteri yang sudah kebal/resisten terhadap antibiotik).
Antibiotik adalah obat yang istimewa, mereka membantu tubuh kita melawan infeksi bakteri. Pemakaian antibiotik yang tepat dapat menyelamatkan jiwa saat kita terancam infeksi bakteri yang serius.
Ingus anak sudah berwarna hijau. Apakah itu pertanda ia perlu diberi antibiotik? ”Kalau diresepkan antibiotik, harus dihabiskan….”. Benarkah? Temukan penjelasan tentang antibiotika, saat tepat untuk mengkonsumsi dan tata laksana konsumsi antibiotika, dalam sesi ini.
Sesi V: 18 Juni 2011
Topik 1: Kuning pada Bayi (Jaundice)
Apa yang menyebabkan kuning pada bayi baru lahir? Berbahayakah itu? Apakah tes bilirubin mutlak dilakukan pada setiap bayi baru lahir? Apakah untuk menghilangkan jaundice in newborn mutlak dilakukan penyinaran? Diskusikan pada sesi ini.
Topik 2: Makanan Pendamping ASI dan Nutrisi Tepat untuk Tumbuh Kembang Anak
Bagaimanakah cara yang paling baik untuk memperkenalkan solid food? Bingung ketika anak mengalami GTM (Gerakan Tutup Mulut)? Pusing karena anak sedikit atau susah sekali minum susu? Seperti apa konsep pemberian makan yang baik pada anak? Bagaimana menterjemahkan piramida makanan dalam pola makan anak sehari-hari? Temukan pembahasannya disini.
Topik 3: Demam Dengue, Demam Berdarah Dengue, dan Typhus
Bagaimanakah mengetahui gejala demam berdarah sejak dini? Apakah jumlah trombosit yang turun berarti positif demam berdarah? Dan bagaimana tata laksana penanganan demam berdarah? Apakah gejala typhus merupakan diagnosis yang valid? Bagaimana mengetahui seorang pasien positif typhus? Semua akan dibahas panjang lebar di topik ini. iuran rp 125.000,- per pertemuan.
Kirim SMS ke nomor 083873458853 dengan format [NamaPeserta] | [NamaPasangan] (bila mendaftar sebagai pasangan) | [JenisKepesertaan] (paket/sesi, sebutkan sesi berapa) | [No HP yang aktif digunakan] | [Email yang aktif digunakan] (bila ada)
http://pesat12jakarta.co.cc/ http://milissehat.web.id/?p=1622
Donor Darah Sabtu 26 Maret 2011
Ikuti donor darah bersama Daarut Tauhid Jakarta pada hari Sabtu 26 Maret 2011 jam 10-12 di sekretariat jl Cipaku I no 18 Kebayoran Baru Jak Sel Informasi 0838 9079 6000
Kamis, 03 Maret 2011
Udara yang Tercemar Bikin Badan Cepat Lelah
Jakarta, Jika di rumah sering merasa lelah meski tidak banyak berkegiatan, waspadai kemungkinan adanya pencemaran gas karbon monoksida (CO). Bermula dari rasa letih, keracunan gas CO terus menerus bisa berlanjut dengan kerusakan otak permanen.
Gas CO merupakan gas yang tidak berbau dan tidak berwarna yang berasal dari sisa hasil pembakaran yang tidak sempurna pada berbagai jenis bahan bakar yang mengandung karbon. Di antaranya bahan bakar untuk kendaraaan bermotor, batu bara, arang dan kayu bakar.
Jika terhirup oleh saluran pernapasan, gas ini akan diserap ke dalam darah dan akan berikatan dengan hemoglobin (Hb) atau zat merah darah. Karena fungsi Hb adalah mengangkut oksigen, maka keberadaan CO menyebabkan suplai oksigen tidak terdistribusi sehingga cepat merasa letih.
"Ketika berikatan dengan Hb, CO lebih kuat 200 kali lipat dibanding oksigen. Dalam kadar sedikit saja, CO bisa menyebabkan dampak yang bisa dirasakan sebagai rasa letih," ungkap seorang ahli toksikologi di Inggris, Laura Robinson seperti dikutip dari Dailymail, Rabu (16/2/2011).
Rasa letih yang tidak diketahui sebabnya harus diwaspadai sebagai gejala awal keracunan CO. Sebab jika dibiarkan berlarut-larut, gas ini bisa terakumulasi dan menyebabkan kerusakan pada sensor penglihatan, pendengaran dan daya ingat.
Keracunan ruangan gas CO umumnya bisa ditolong asalkan sumber pencemaran segera dihentikan. Namun jika terlanjur parah, statistik menunjukkan sepertiga dari seluruh kasus yang pernah terjadi dapat menyebabkan kerusakan permanen di otak.
Untuk mencegah pencemaran gas CO di rumah, hindari memanaskan kendaraan di dalam rumah atau garasi apalagi dalam kondisi tertutup. Saat memasak di dapur, pastikan sirkulasi udara tetap terjaga dan jika perlu nyalakan kipas pembuangan atau exhaust.
"Rasa letih akibat keracunan CO sering diabaikan, malah dikira sedang tidak enak badan lalu tiduran saja di dalam rumah. Padahal jika benar sumber pencemarannya ada di dalam rumah, maka harus segera diatasi agar keadannya tidak makin memburuk," tambah Robinson. AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Gas CO merupakan gas yang tidak berbau dan tidak berwarna yang berasal dari sisa hasil pembakaran yang tidak sempurna pada berbagai jenis bahan bakar yang mengandung karbon. Di antaranya bahan bakar untuk kendaraaan bermotor, batu bara, arang dan kayu bakar.
Jika terhirup oleh saluran pernapasan, gas ini akan diserap ke dalam darah dan akan berikatan dengan hemoglobin (Hb) atau zat merah darah. Karena fungsi Hb adalah mengangkut oksigen, maka keberadaan CO menyebabkan suplai oksigen tidak terdistribusi sehingga cepat merasa letih.
"Ketika berikatan dengan Hb, CO lebih kuat 200 kali lipat dibanding oksigen. Dalam kadar sedikit saja, CO bisa menyebabkan dampak yang bisa dirasakan sebagai rasa letih," ungkap seorang ahli toksikologi di Inggris, Laura Robinson seperti dikutip dari Dailymail, Rabu (16/2/2011).
Rasa letih yang tidak diketahui sebabnya harus diwaspadai sebagai gejala awal keracunan CO. Sebab jika dibiarkan berlarut-larut, gas ini bisa terakumulasi dan menyebabkan kerusakan pada sensor penglihatan, pendengaran dan daya ingat.
Keracunan ruangan gas CO umumnya bisa ditolong asalkan sumber pencemaran segera dihentikan. Namun jika terlanjur parah, statistik menunjukkan sepertiga dari seluruh kasus yang pernah terjadi dapat menyebabkan kerusakan permanen di otak.
Untuk mencegah pencemaran gas CO di rumah, hindari memanaskan kendaraan di dalam rumah atau garasi apalagi dalam kondisi tertutup. Saat memasak di dapur, pastikan sirkulasi udara tetap terjaga dan jika perlu nyalakan kipas pembuangan atau exhaust.
"Rasa letih akibat keracunan CO sering diabaikan, malah dikira sedang tidak enak badan lalu tiduran saja di dalam rumah. Padahal jika benar sumber pencemarannya ada di dalam rumah, maka harus segera diatasi agar keadannya tidak makin memburuk," tambah Robinson. AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Langganan:
Postingan (Atom)