ayo Donor darah hari Kamis 20 Oktober 2011
jam 09 - 12 di aula RS Medika Permata Hijau
jl raya kebayoran lama telp 5347411
Selasa, 18 Oktober 2011
Selasa, 04 Oktober 2011
Kurangi Garam Menurunkan Risiko Penyakit Jantung
Klikdokter.com - Apabila warga Amerika mengurangi asupan garam mereka sebanyak 1 g/hari, akan didapatkan 250.000 lebih sedikit kasus penyakit jantung dan berkurangnya 200.000 kematian dalam 1 dekade. Statistik yang terbaru ini dinyatakan di dalam the American Heart Association's Annual Conference on Cardiovascular Disease Epidemiology and Prevention.
“Pengurangan kadar asupan garam-hampir tidak terasa bedanya di makanan- dapat secara dramatis berpengaruh di dalam peningkatan kesehatan seseorang,” kata salah satu peneliti Kirsten Bibbinsa Domingo, MD, PhD, asisten profesor dalam epidemiologi di Universitas California. “ Merupakan suatu kejutan besar melihat betapa besarnya pengaruh pengurangan sedikit asupan garam terhadap kesehatan populasi sesuai dengan model penelitian yang sedang kami kerjakan.”
Keuntungan dari pengurangan asupan garam ini terutama dapat dirasakan bagi mereka yang memiliki tekanan darah tinggi dimana tekanan darah mereka cukup sensitif terhadap asupan garam. Penelitian ini mendapatkan data pada warga Amerika bahwa dengan pengurangan asupan garam 3 g/hari akan mengurangi 6% kasus penyakit jantung dan mengurangi 3% kematian. Pada warga Afrika-Amerika, pengurangan asupan garam akan mengurang 10% kasus penyakit jantung dan mengurangi 6% kematian. Tiga gram per hari setara dengan 1200 mg sodium.
Selain bukti bahwa asupan garam berhubungan dengan tekanan darah tinggi dan penyakit jantung, penelitian ini juga mendapatkan data bahwa asupan garam warga Amerika meningkat selama beberapa dekade terakhir, konsumsi garam meningkat sebanyak 50% sejak tahun 1970.
Rata-rata warga Amerika mengonsumsi garam sebanyak 9-12 g/hari, atau setara dengan 3600 – 4800 mg sodium. Sebagian besar organisasi kesehatan dunia merekomendasikan konsumsi garam sebanyak 5-6 g/hari atau 2000-2400 mg sodium.
Penelitian ini mencoba membuka mata untuk perubahan kepada industri makanan. Sangat jelas bahwa asupan garam perlu dikurangi, namun individual sendiri sulit untuk menguranginya karena sebagian besar garam tersebut berasal dari makanan jadi.[](TRH)
“Pengurangan kadar asupan garam-hampir tidak terasa bedanya di makanan- dapat secara dramatis berpengaruh di dalam peningkatan kesehatan seseorang,” kata salah satu peneliti Kirsten Bibbinsa Domingo, MD, PhD, asisten profesor dalam epidemiologi di Universitas California. “ Merupakan suatu kejutan besar melihat betapa besarnya pengaruh pengurangan sedikit asupan garam terhadap kesehatan populasi sesuai dengan model penelitian yang sedang kami kerjakan.”
Keuntungan dari pengurangan asupan garam ini terutama dapat dirasakan bagi mereka yang memiliki tekanan darah tinggi dimana tekanan darah mereka cukup sensitif terhadap asupan garam. Penelitian ini mendapatkan data pada warga Amerika bahwa dengan pengurangan asupan garam 3 g/hari akan mengurangi 6% kasus penyakit jantung dan mengurangi 3% kematian. Pada warga Afrika-Amerika, pengurangan asupan garam akan mengurang 10% kasus penyakit jantung dan mengurangi 6% kematian. Tiga gram per hari setara dengan 1200 mg sodium.
Selain bukti bahwa asupan garam berhubungan dengan tekanan darah tinggi dan penyakit jantung, penelitian ini juga mendapatkan data bahwa asupan garam warga Amerika meningkat selama beberapa dekade terakhir, konsumsi garam meningkat sebanyak 50% sejak tahun 1970.
Rata-rata warga Amerika mengonsumsi garam sebanyak 9-12 g/hari, atau setara dengan 3600 – 4800 mg sodium. Sebagian besar organisasi kesehatan dunia merekomendasikan konsumsi garam sebanyak 5-6 g/hari atau 2000-2400 mg sodium.
Penelitian ini mencoba membuka mata untuk perubahan kepada industri makanan. Sangat jelas bahwa asupan garam perlu dikurangi, namun individual sendiri sulit untuk menguranginya karena sebagian besar garam tersebut berasal dari makanan jadi.[](TRH)
Fun Walk & Bike & FORNAS 9 Okt 2011
FUN BIKE & WORLD WALKING DAY FORNAS 2011
Minggu 9 Okt 2011
Waktu : 7.00 – 12.00 WIB
Tempat : Parkir Timur Senayan
Rute : Funbike: Parkir Timur Senayan – Bundaran HI – Parkir Timur Senayan
Fun walk: Parkir Timur Senayan – Asia Afrika – Pintu 1 Senayan – Parkir Timur Senayan
Biaya Pendaftaran : Rp. 25.000 (t-shirt, snak, doorprize)
Doorprize : Honda Scoopy (grandprize), Sepeda gunung, LCD TV 32”, Blackberry, iPod, touch, Netbook, camera digital, dan hadiah menarik lainnya
Informasi & Pendaftaran : (021) 750 3616 / 9974 1698
Minggu 9 Okt 2011
Waktu : 7.00 – 12.00 WIB
Tempat : Parkir Timur Senayan
Rute : Funbike: Parkir Timur Senayan – Bundaran HI – Parkir Timur Senayan
Fun walk: Parkir Timur Senayan – Asia Afrika – Pintu 1 Senayan – Parkir Timur Senayan
Biaya Pendaftaran : Rp. 25.000 (t-shirt, snak, doorprize)
Doorprize : Honda Scoopy (grandprize), Sepeda gunung, LCD TV 32”, Blackberry, iPod, touch, Netbook, camera digital, dan hadiah menarik lainnya
Informasi & Pendaftaran : (021) 750 3616 / 9974 1698
Rabu, 28 September 2011
Fun Bike Speedy minggu 2 Oktober 2011
Dalam rangka memeriahkan pelaksanaan event Balap Sepeda Internasional Speedy Tour d’ Indonesia 2011, Telkom akan menyelenggarakan Fun Bike di kota-kota yang berada dalam lintasan race tersebut. Jadwal pelaksanaan di kota-kota tersebut adalah:
Fun Bike di Jakarta pada hari Minggu, 2 Oktober 2011. Start dari Plaza Selatan Gelora Bung Karno Senayan.
Terbuka untuk umum.
Tanggal pendaftaran : 15 September s/d 1 Oktober 2011.
Biaya pendaftaran : Rp.15.000/orang mendapatkan T-shirt dan soft drink.
Tempat Pendaftaran :
Parkir IRTI Monas (Ibu Wati), Telepon 08567848471
Rusun Tahap 3 Kemayoran Lantai 1709 (Ibu Nining), Telepon 021-92206203
Jl. Letjen. Suprapto No.38, Telepon 085888766630
Toko Sepeda Akong Kaya, Jl. Cempaka Baru 5, Telepon 08129696505
Hotline pendaftaran: 021-4251591 / 021-4251576
Door Prize: Yamaha Mio, TV, Mesin Cuci, Handphone, Modem, dan hadiah menarik lain
Fun Bike di Jakarta pada hari Minggu, 2 Oktober 2011. Start dari Plaza Selatan Gelora Bung Karno Senayan.
Terbuka untuk umum.
Tanggal pendaftaran : 15 September s/d 1 Oktober 2011.
Biaya pendaftaran : Rp.15.000/orang mendapatkan T-shirt dan soft drink.
Tempat Pendaftaran :
Parkir IRTI Monas (Ibu Wati), Telepon 08567848471
Rusun Tahap 3 Kemayoran Lantai 1709 (Ibu Nining), Telepon 021-92206203
Jl. Letjen. Suprapto No.38, Telepon 085888766630
Toko Sepeda Akong Kaya, Jl. Cempaka Baru 5, Telepon 08129696505
Hotline pendaftaran: 021-4251591 / 021-4251576
Door Prize: Yamaha Mio, TV, Mesin Cuci, Handphone, Modem, dan hadiah menarik lain
Tips Kesehatan
"Anda yang kebanyakan tidur sebaiknya mengurangi jam tidur, karena para peneliti menemukan bahwa salah satu penyebab pikun, terutama di masa tua ternyata karena kebanyakan tidur." detik health
Otak Manusia Tetap Bisa Belajar Sambil Tidur
East Lansing, Michigan, Guru manapun pasti tidak akan suka jika ada muridnya yang tertidur saat mengikuti pelajaran. Namun hasil penelitian terbaru mungkin bisa mengubah sikap para guru, sebab ternyata selama tertidur otak manusia masih tetap bisa belajar.
Sebuah penelitian yang dilakukan Prof Kimberly Fenn dari Michigan State University menunjukkan, tingkat ketenangan manusia saat tertidur berbeda-beda. Ada yang sangat tenang hingga benar-benar terlelap, ada yang masih gelisah karena diam-diam otaknya masih bekerja.
Pada orang-orang yang tidurnya tidak benar-benar tenang, salah satu bagian otak yang masih bekerja adalah sleeping memory atau memori tidur. Bagian ini bekerja di luar kesadaran manusia, sehingga tetap bisa mengolah informasi saat sedang terlelap.
"Ada bukti yang cukup kuat bahwa selama tidur otak masih tetap mengolah informasi tanpa disadari. Kemampuan ini dapat meningkatkan memori secara keseluruhan saat terbangun," ungkap Prof Fenn seperti dikutip dari Health24, Kamis (29/9/2011).
Kemampuan otak untuk menjalankan memori tidur diklaim merupakan sebuah temuan baru, karena selama ini belum terdefinisikan. Berbagai penelitian menunjukkan ada bagian otak yang tetap aktigf selama tidur, namun hanya menjalankan fungsi pengaturan dan bukan untuk mengolah informasi.
Fenn mengatakan, kemampuan ini juga berbeda-beda pada setiap individu, sehingga tidak semua orang bisa belajar sambil tidur. Belum ada metode untuk mengukur kemampuan ini, bahkan tes kecerdasan yang ada saat ini juga belum dapat mengukur kemampuan memori tidur.
Namun menurut Fenn, adanya kemampuan otak untuk menjalankan memori tidur bisa dijadikan alasan untuk memberikan waktu yang cukup untuk tidur. Artinya jangan anggap tidur hanya buang-buang waktu, sebab selama tidur otak masih akan tetap berpikir dan mengolah informasi.
"Sederhananya, meningkatkan kualitas tidur akan sangat meningkatkan prestasi belajar Anda di kelas," ungkap Fenn yang baru-baru ini melaporkan temuannya tersebut di Journal of Experimental Psychology. AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Sebuah penelitian yang dilakukan Prof Kimberly Fenn dari Michigan State University menunjukkan, tingkat ketenangan manusia saat tertidur berbeda-beda. Ada yang sangat tenang hingga benar-benar terlelap, ada yang masih gelisah karena diam-diam otaknya masih bekerja.
Pada orang-orang yang tidurnya tidak benar-benar tenang, salah satu bagian otak yang masih bekerja adalah sleeping memory atau memori tidur. Bagian ini bekerja di luar kesadaran manusia, sehingga tetap bisa mengolah informasi saat sedang terlelap.
"Ada bukti yang cukup kuat bahwa selama tidur otak masih tetap mengolah informasi tanpa disadari. Kemampuan ini dapat meningkatkan memori secara keseluruhan saat terbangun," ungkap Prof Fenn seperti dikutip dari Health24, Kamis (29/9/2011).
Kemampuan otak untuk menjalankan memori tidur diklaim merupakan sebuah temuan baru, karena selama ini belum terdefinisikan. Berbagai penelitian menunjukkan ada bagian otak yang tetap aktigf selama tidur, namun hanya menjalankan fungsi pengaturan dan bukan untuk mengolah informasi.
Fenn mengatakan, kemampuan ini juga berbeda-beda pada setiap individu, sehingga tidak semua orang bisa belajar sambil tidur. Belum ada metode untuk mengukur kemampuan ini, bahkan tes kecerdasan yang ada saat ini juga belum dapat mengukur kemampuan memori tidur.
Namun menurut Fenn, adanya kemampuan otak untuk menjalankan memori tidur bisa dijadikan alasan untuk memberikan waktu yang cukup untuk tidur. Artinya jangan anggap tidur hanya buang-buang waktu, sebab selama tidur otak masih akan tetap berpikir dan mengolah informasi.
"Sederhananya, meningkatkan kualitas tidur akan sangat meningkatkan prestasi belajar Anda di kelas," ungkap Fenn yang baru-baru ini melaporkan temuannya tersebut di Journal of Experimental Psychology. AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Acara Kesehatan Mother & Baby Fair 2011
Buat para Orangtua terutama Ibu dan bayi, event tahunan ini pasti tidak bisa dilewatkan waktunya hari Jumat, 30 September 2011
10.00 – 11.00 : Praktek Pijat sehat mandiri (Self Massage for Pregnant Mom )
13.00 – 14.00 : Rekreasi Aman & Sehat bersama Si Buah Hati
16.00 – 17.00 : Awal Sehat Tumbuh Sehat by MOM & Me
info lengkap di www.motherandbaby.co.id
10.00 – 11.00 : Praktek Pijat sehat mandiri (Self Massage for Pregnant Mom )
13.00 – 14.00 : Rekreasi Aman & Sehat bersama Si Buah Hati
16.00 – 17.00 : Awal Sehat Tumbuh Sehat by MOM & Me
info lengkap di www.motherandbaby.co.id
Langganan:
Postingan (Atom)