Jakarta, Warga yang menolak imunisasi umumnya khawatir anaknya mengalami efek samping, misalnya demam atau kejang-kejang. Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo menjamin, 17 Rumah Sakit siap mengantisipasi jika ada yang mengalami efek samping imunisasi.
Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) yang terjadi di wilayah DKI Jakarta menurut Fauzi Bowo alias Foke akan ditangani dengan dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Penyalurannya dilakukan melalui program Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda).
"Kami siap mengatisipasi Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi dengan dana dari APBD, yang akan dilayani oleh jaringan 17 rumah sakit di Jakarta," ungkap Foke dalam pencanangan Kampanye Imunisasi Tambahan Campak dan Polio di Gedung BKOW, Jakarta Timur, Selasa (18/10/2011).
Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, dr Dien Ermawati menambahkan bahwa efek samping imunisasi yang paling sering dilaporkan adalah demam. Meski begitu, tidak setiap anak yang diimunisasi lalu demam akan dikategorikan sebagai KIPI.
"Demam itu paling umum, kalau di luar itu baru dikategorikan Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi. Persentasenya juga sangat kecil, sekitar 1 di antara 1 juta kasus imunisasi. Insya Allah safe tapi kalaupun memang kejadian, akan kami amankan dengan 17 rumah sakit rujukan," kata dr Dien.
Usai diimunisasi, anak demam masih bisa dikategorikan sebagai efek samping yang wajar jika hanya berlangsung 2-3 hari. Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Timur, dr Yenuarti Suaizi atau dr Yeny mengatakan orangtua tidak perlu panik yang penting minum air putihnya diperbanyak.
Anjuran lain yang perlu diperhatikan saat anak mengalami demam usai imunisasi adalah hindari baju tebal, agar panas tubuhnya keluar. Jika diberi baju tebal agar berkeringat, maka suhu tubuhnya akan semakin panas dan cairan tubuh makin banyak yang keluar.
"Sampai 2-3 hari, anak demam masih bisa dianggap wajar karena itu adalah reaksi normal dari tubuh. Tubuh tertusuk duri saja bereaksi, apalagi ini dimasuki kuman yang dilemahkan. Yang perlu diwaspadai kalau panasnya berhari-hari tidak sembuh," kata dr Yeny. AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Selasa, 18 Oktober 2011
Waspadai Tanda-tanda Anemia Pada Anak
Jakarta, Orangtua kadang tidak menyadari gejala anemia yang muncul pada anak, padahal jika tidak ditangani bisa menimbulkan dampak buruk. Untuk itu waspadai gejala anemia pada anak.
"Jika anak sering lesu, sering mengantuk, maunya tidur, malas atau makan banyak tapi badannya kurus, bisa jadi itu tanda-tanda anemia," ujar ahli gizi Dr Saptawati Bardosono disela-sela acara media workshop Ancaman Anemia Membayangi Anak-anak Indonesia di Hotel Grand Sahid, Jakarta, Selasa (18/10/2011).
Dr Tati menuturkan anak yang banyak makan tapi kok badannya tetap kurus kemungkinan mengalami cacingan, dan infeksi cacingan diketahui bisa menyebabkan anak menjadi anemia.
Hal ini karena cacing-cacing yang ada di dalam tubuh anak mengambil nutrisi yang masuk ke dalam tubuh termasuk zat besi sehingga menyebabkan anak mengalami kekurangan gizi.
Kondisi lain yang bisa diperiksa orangtua pada anaknya adalah dengan memeriksa telapak tangan anak, jika telapak tangan yang sedikit ditekuk terlihat pucat maka kemungkinan ia mengalami anemia atau warna kuku yang terlihat pucat.
Jika menemukan kondisi tersebut, maka coba perhatikan pola makannya apakah sudah lengkap atau belum. Kalau belum maka berilah makanan yang kaya zat besi, jika masih kurang maka berilah makanan yang sudah difortifikasi (ditambahkan) zat besi, kalau masih kurang juga baru diberikan suplemen zat besi.
"Sebelum diberikan suplemen lakukan pemeriksaan hemoglobin untuk mengetahui nilainya atau bisa juga dengan memeriksakan feses untuk tahu anak cacingan atau tidak," ujar Dr Tati yang tergabung dalam Persatuan Dokter Gizi Medik Indonesia (PDGMI).
Dr Tati menambahkan anemia yang tidak tertangani bisa mengakibatkan anak sulit konsentrasi, prestasi sekolah atau olahraga yang menurun, menurunkan nilai IQ dan mudah lelah. Sumber zat besi ini bisa didapatkan dari daging merah, sayuran hijau serta kacang-kacangan, dan konsumsi vitamin C bisa membantu meningkatkan penyerapan zat besi.
Zat besi ini dibutuhkan untuk membantu proses pembentukkan sel darah merah dan juga membantu memetabolisme energi serta meningkatkan konsentrasi. Kebutuhan akan zat besi ini tergantung dari usia anak, umumnya untuk anak sekolah dibutuhkan 10 mg/hari.
Penyakit anemia biasanya terjadi karena jumlah sel darah merah atau kadar hemoglobinnya berada di bawah normal, padahal sel darah merah ini berfungsi untuk membawa makanan dan oksigen ke seluruh tubuh. Jika terjadi anemia, maka distribusinya akan menjadi terhambat dan mempengaruhi kesehatan seseorang.
Vera Farah Bararah - detikHealth
"Jika anak sering lesu, sering mengantuk, maunya tidur, malas atau makan banyak tapi badannya kurus, bisa jadi itu tanda-tanda anemia," ujar ahli gizi Dr Saptawati Bardosono disela-sela acara media workshop Ancaman Anemia Membayangi Anak-anak Indonesia di Hotel Grand Sahid, Jakarta, Selasa (18/10/2011).
Dr Tati menuturkan anak yang banyak makan tapi kok badannya tetap kurus kemungkinan mengalami cacingan, dan infeksi cacingan diketahui bisa menyebabkan anak menjadi anemia.
Hal ini karena cacing-cacing yang ada di dalam tubuh anak mengambil nutrisi yang masuk ke dalam tubuh termasuk zat besi sehingga menyebabkan anak mengalami kekurangan gizi.
Kondisi lain yang bisa diperiksa orangtua pada anaknya adalah dengan memeriksa telapak tangan anak, jika telapak tangan yang sedikit ditekuk terlihat pucat maka kemungkinan ia mengalami anemia atau warna kuku yang terlihat pucat.
Jika menemukan kondisi tersebut, maka coba perhatikan pola makannya apakah sudah lengkap atau belum. Kalau belum maka berilah makanan yang kaya zat besi, jika masih kurang maka berilah makanan yang sudah difortifikasi (ditambahkan) zat besi, kalau masih kurang juga baru diberikan suplemen zat besi.
"Sebelum diberikan suplemen lakukan pemeriksaan hemoglobin untuk mengetahui nilainya atau bisa juga dengan memeriksakan feses untuk tahu anak cacingan atau tidak," ujar Dr Tati yang tergabung dalam Persatuan Dokter Gizi Medik Indonesia (PDGMI).
Dr Tati menambahkan anemia yang tidak tertangani bisa mengakibatkan anak sulit konsentrasi, prestasi sekolah atau olahraga yang menurun, menurunkan nilai IQ dan mudah lelah. Sumber zat besi ini bisa didapatkan dari daging merah, sayuran hijau serta kacang-kacangan, dan konsumsi vitamin C bisa membantu meningkatkan penyerapan zat besi.
Zat besi ini dibutuhkan untuk membantu proses pembentukkan sel darah merah dan juga membantu memetabolisme energi serta meningkatkan konsentrasi. Kebutuhan akan zat besi ini tergantung dari usia anak, umumnya untuk anak sekolah dibutuhkan 10 mg/hari.
Penyakit anemia biasanya terjadi karena jumlah sel darah merah atau kadar hemoglobinnya berada di bawah normal, padahal sel darah merah ini berfungsi untuk membawa makanan dan oksigen ke seluruh tubuh. Jika terjadi anemia, maka distribusinya akan menjadi terhambat dan mempengaruhi kesehatan seseorang.
Vera Farah Bararah - detikHealth
Ikutan yo Fun Bike Yoth Fest
Ikutan yo Youth Fest Fun Bike dalam rangka memperingati sumpah pemuda
acara hari minggu 23 Oktober 2011
jam 06.00 sd s di depan kantor menegpora Senayan
biaya rp 20,000 dapat tsihrt & snack cp Iwan 93492941
acara hari minggu 23 Oktober 2011
jam 06.00 sd s di depan kantor menegpora Senayan
biaya rp 20,000 dapat tsihrt & snack cp Iwan 93492941
Fun bike minggu 23 Oktober 2011
Refresh lagi badan & pikiran dengan ikutan
Fun bike alfamart minggu 23 Oktober mulai jam 06
dari parkir timur senayan
Fun bike alfamart minggu 23 Oktober mulai jam 06
dari parkir timur senayan
ayo ikutan donor darah Kamis 20 Oktober 2011
ayo Donor darah hari Kamis 20 Oktober 2011
jam 09 - 12 di aula RS Medika Permata Hijau
jl raya kebayoran lama telp 5347411
jam 09 - 12 di aula RS Medika Permata Hijau
jl raya kebayoran lama telp 5347411
Selasa, 04 Oktober 2011
Kurangi Garam Menurunkan Risiko Penyakit Jantung
Klikdokter.com - Apabila warga Amerika mengurangi asupan garam mereka sebanyak 1 g/hari, akan didapatkan 250.000 lebih sedikit kasus penyakit jantung dan berkurangnya 200.000 kematian dalam 1 dekade. Statistik yang terbaru ini dinyatakan di dalam the American Heart Association's Annual Conference on Cardiovascular Disease Epidemiology and Prevention.
“Pengurangan kadar asupan garam-hampir tidak terasa bedanya di makanan- dapat secara dramatis berpengaruh di dalam peningkatan kesehatan seseorang,” kata salah satu peneliti Kirsten Bibbinsa Domingo, MD, PhD, asisten profesor dalam epidemiologi di Universitas California. “ Merupakan suatu kejutan besar melihat betapa besarnya pengaruh pengurangan sedikit asupan garam terhadap kesehatan populasi sesuai dengan model penelitian yang sedang kami kerjakan.”
Keuntungan dari pengurangan asupan garam ini terutama dapat dirasakan bagi mereka yang memiliki tekanan darah tinggi dimana tekanan darah mereka cukup sensitif terhadap asupan garam. Penelitian ini mendapatkan data pada warga Amerika bahwa dengan pengurangan asupan garam 3 g/hari akan mengurangi 6% kasus penyakit jantung dan mengurangi 3% kematian. Pada warga Afrika-Amerika, pengurangan asupan garam akan mengurang 10% kasus penyakit jantung dan mengurangi 6% kematian. Tiga gram per hari setara dengan 1200 mg sodium.
Selain bukti bahwa asupan garam berhubungan dengan tekanan darah tinggi dan penyakit jantung, penelitian ini juga mendapatkan data bahwa asupan garam warga Amerika meningkat selama beberapa dekade terakhir, konsumsi garam meningkat sebanyak 50% sejak tahun 1970.
Rata-rata warga Amerika mengonsumsi garam sebanyak 9-12 g/hari, atau setara dengan 3600 – 4800 mg sodium. Sebagian besar organisasi kesehatan dunia merekomendasikan konsumsi garam sebanyak 5-6 g/hari atau 2000-2400 mg sodium.
Penelitian ini mencoba membuka mata untuk perubahan kepada industri makanan. Sangat jelas bahwa asupan garam perlu dikurangi, namun individual sendiri sulit untuk menguranginya karena sebagian besar garam tersebut berasal dari makanan jadi.[](TRH)
“Pengurangan kadar asupan garam-hampir tidak terasa bedanya di makanan- dapat secara dramatis berpengaruh di dalam peningkatan kesehatan seseorang,” kata salah satu peneliti Kirsten Bibbinsa Domingo, MD, PhD, asisten profesor dalam epidemiologi di Universitas California. “ Merupakan suatu kejutan besar melihat betapa besarnya pengaruh pengurangan sedikit asupan garam terhadap kesehatan populasi sesuai dengan model penelitian yang sedang kami kerjakan.”
Keuntungan dari pengurangan asupan garam ini terutama dapat dirasakan bagi mereka yang memiliki tekanan darah tinggi dimana tekanan darah mereka cukup sensitif terhadap asupan garam. Penelitian ini mendapatkan data pada warga Amerika bahwa dengan pengurangan asupan garam 3 g/hari akan mengurangi 6% kasus penyakit jantung dan mengurangi 3% kematian. Pada warga Afrika-Amerika, pengurangan asupan garam akan mengurang 10% kasus penyakit jantung dan mengurangi 6% kematian. Tiga gram per hari setara dengan 1200 mg sodium.
Selain bukti bahwa asupan garam berhubungan dengan tekanan darah tinggi dan penyakit jantung, penelitian ini juga mendapatkan data bahwa asupan garam warga Amerika meningkat selama beberapa dekade terakhir, konsumsi garam meningkat sebanyak 50% sejak tahun 1970.
Rata-rata warga Amerika mengonsumsi garam sebanyak 9-12 g/hari, atau setara dengan 3600 – 4800 mg sodium. Sebagian besar organisasi kesehatan dunia merekomendasikan konsumsi garam sebanyak 5-6 g/hari atau 2000-2400 mg sodium.
Penelitian ini mencoba membuka mata untuk perubahan kepada industri makanan. Sangat jelas bahwa asupan garam perlu dikurangi, namun individual sendiri sulit untuk menguranginya karena sebagian besar garam tersebut berasal dari makanan jadi.[](TRH)
Fun Walk & Bike & FORNAS 9 Okt 2011
FUN BIKE & WORLD WALKING DAY FORNAS 2011
Minggu 9 Okt 2011
Waktu : 7.00 – 12.00 WIB
Tempat : Parkir Timur Senayan
Rute : Funbike: Parkir Timur Senayan – Bundaran HI – Parkir Timur Senayan
Fun walk: Parkir Timur Senayan – Asia Afrika – Pintu 1 Senayan – Parkir Timur Senayan
Biaya Pendaftaran : Rp. 25.000 (t-shirt, snak, doorprize)
Doorprize : Honda Scoopy (grandprize), Sepeda gunung, LCD TV 32”, Blackberry, iPod, touch, Netbook, camera digital, dan hadiah menarik lainnya
Informasi & Pendaftaran : (021) 750 3616 / 9974 1698
Minggu 9 Okt 2011
Waktu : 7.00 – 12.00 WIB
Tempat : Parkir Timur Senayan
Rute : Funbike: Parkir Timur Senayan – Bundaran HI – Parkir Timur Senayan
Fun walk: Parkir Timur Senayan – Asia Afrika – Pintu 1 Senayan – Parkir Timur Senayan
Biaya Pendaftaran : Rp. 25.000 (t-shirt, snak, doorprize)
Doorprize : Honda Scoopy (grandprize), Sepeda gunung, LCD TV 32”, Blackberry, iPod, touch, Netbook, camera digital, dan hadiah menarik lainnya
Informasi & Pendaftaran : (021) 750 3616 / 9974 1698
Langganan:
Postingan (Atom)