Selasa, 25 Oktober 2011

Yuk, Kenalkan Camilan Sehat Pada Si Kecil

detikfood - Anak usia balita suka sekali bereksplorasi mencicipi beragam makanan. Jangan lewatkan saat istimewa dalam fase pertumbuhannya. Perkenalkan dengan beragam camilan sehat. Biarkan si kecil berlatih mengenal makanan sehat sejak dini.

Menanggapi masa pertumbuhan si kecil yang pesat, Anda bisa mulai memperkenalkan dengan beragam makanan sehat. Selain berlatih makan segala jenis makanan, nutrisi penting yang ada dalam makanan bisa menopang tumbuh kembangnya. Semuanya bisa dibuat sendiri dan mudah!

Keju
Keju mengandung kalsium, vitamin D dan protein yang baik untuk meningkatkan energi hingga waktu makan. Carilah keju rendah garam dan buatlah potongan atau lelehan keju dan campur dengan aneka buah kegemarannya.

Selai kacang
Selai kacang memiliki banyak protein dan serat yang baik untuk pertumbuhan dan memelihara kesehatan usus. Campurkan selai kacang pada selembar roti gandum dan tambahkan dengan potongan buah yang mereka suka.

Sereal gandum
Gandum memiliki vitamin, kalsium dan serat. Buatkan semangkuk sereal gandum utuh dengan tambahan susu dan potongan buah segar untuk sarapan sehat si kecil.

Yoghurt
Yoghurt rendah lemak merupakan sumber kalsium yang baik untuk anak-anak. Campur yoghurt dengan potongan buah dan cetak dalam cetakan es loli lalu bekukan. Melihat warna dan bentuk es loli si kecil pasti langsung suka.

Telur
Sebutir telur menyediakan hampir sepertiga kebutuhan protein si kecil. Agar si kecil tak bosan, buatlah telur dalam gulungan dadar atau crepes dan tambahkan lelehan keju untuk menambah kalsium didalamnya. Bisa juga direbus dan dibentuk dengan cetakan khusus.

Ubi
Ubi meskipun sederhana kaya akan nutrisi. Memiliki kandungan vitamin A, B6, C dan folat yang baik untuk pertumbuhan otak dan bisa memelihara kesehatan si kecil. Haluskan ubi, tambahkan potongan buah serta keju serut.

Mi
Mi atau pasta merupakan sumber karbohidrat kompleks yang diperlukan anak untuk menambah energi saat bermain. Pilihlah pasta berbahan dasar gandum dengan campurlah aneka sayur untuk memenuhi kebutuhan protein dan seratnya. Jangan lupa, iris halus sayuran agar si kecil mudah menyantapnya.

Ikuti Seminar “Kegawatdaruratan Kardiovaskular” dan workshop “Bantuan Hidup Dasar.” Sabtu 29 Oktober 2011

Emergency Fair and Festival 2011: Protect Your Heart”
Jantung merupakan salah satu organ terpenting dalam kelangsungan hidup. Olahraga? Makanan sehat? Apakah betul Anda sudah menjaganya dengan baik?
Temukan dalam seminar “Kegawatdaruratan Kardiovaskular” dan workshop “Bantuan Hidup Dasar.”
Hari Sabtu, 29 Oktober 2011
di Auditorium Lt.8, Gdg A RSCM FK UI Salemba
Harga : Rp 50.000,00 (incl lunch, goodie bag, workshop, seminar kit, sertifikat, screening kesehatan)
CP : Oryza (082111133822), Arneysa (085714761988)
Materi:
• Penyakit jantung dan pembuluh darah dan faktor-faktor resikonya oleh dr. Simon Salim, Sp. PD, Mkes, AIFO
• Pengenalan tanda dan gejala penyakit jantung dan pembuluh darah dan tatalaksana awal oleh dr. Rachmat Hamonanganan, Sp. PD
• Pola hidup sehat oleh dr. Inge Permadhi, MS, SPGK
• Rehabilitasi kardiovaskular oleh dr. Deddy Tedjakusuma, Sp. KFR-K, MARS
• Bantuan hidup dasar oleh dr. Agung Bintharto, Sp. An
More info at tbm.fk.ui.ac.id

Musik Pada Bayi Dalam Kandungan

Klikdokter.com - Semakin bermunculan CD berisi kompilasi musik klasik untuk ibu hamil dan bayi, seringkali membawa pertanyaan akan manfaat dari terapi musik itu sendiri terhadap perkembangan bayi. Sehingga perlu pemahaman lebih dalam akan pengaruh musik terhadap bayi Anda.

Meskipun hingga kini belum ada penelitian secara langsung yang membuktikan pengaruh musik, khususnya musik klasik dalam meningkatkan kecerdasan otak, namun ada beberapa penelitian telah mampu menyimpulkan bahwa memberikan musik untuk bayi semenjak didalam kandungan dapat membantu membangun jembatan syaraf dimana pemikiran dan informasi berputar. Bahkan para peneliti mengungkapkan bahwa musik dapat merangsang gelombang alpha pada otak sehingga menciptakan rasa tenang dan menentramkan perasaan bayi seperti dilansir BBC Health News.

Irama lembut yang dilantunkan dalam musik klasik, terbukti dapat menenangkan janin yang sedang gelisah menjadi rileks, begitupun pada bayi dan anak-anak. Sehingga beberapa negara maju seperti Amerika Serikat dan Inggris, sudah memasukkan keharusan pemutaran musik klasik pada rumah sakit bersalin, ruang bayi dan ruang anak-anak sebagai upaya menentramkan perasaan selama perawatan.

Namun demikian, penelitian terakhir telah mengemukakan kurang efektifnya tindakan menempelkan musik klasik ke perut ibu selagi mengandung untuk mendengarkan musik ke bayi di dalam kandungan. Hal ini dikarenakan resonansi suara yang masuk ke bayi tidak diterima secara 100% optimal, melainkan terdengar bagai mendengarkan suara musik diluar kolam ketika kita berada di dalam air oleh calon bayi di dalam kandungan. Lebih lanjut, para peneliti mengungkapkan justru suara yang efektif memberikan ketenangan dan relaksasi pada calon bayi di kandungan adalah suara yang berasal dari resonansi dalam tubuh ibu, yakni nyanyian lembut sang ibu sendiri.

Rasa tenang inilah yang dianggap sebagai ikatan emosional yang dirasakan bayi selama proses pembelajaran dikandungan. Semenjak usia kandungan 4 bulan, bayi telah mampu mendengar, merasakan, bahkan menyimpan memori yang dapat membantu dalam perkembangan pendidikan dan emosional mereka nantinya.

Kemampuan calon bayi mendengar dan mengikuti irama, tidak menutup kemungkinan perlunya stimulasi rangsangan pendengaran dalam mendengarkan berbagai macam musik. Kesukaan seseorang akan musik sudah pasti berbeda, namun pemilihan irama musik sangatlah krusial. Musik berirama cepat dan menghentak akan menimbulkan gerakan menendang dan gerakan yang aktif bahkan pada bayi yang tenang sekalipun, dimana hal tersebut otomatis mampu menimbulkan rasa tidak enak bahkan sakit pada perut ibu. Berbanding terbalik dengan irama lembut yang membawa ketenangan baik pada ibu maupun calon bayi.[](E)

Selasa, 18 Oktober 2011

17 RS di Jakarta Siap Antisipasi Efek Samping Imunisasi

Jakarta, Warga yang menolak imunisasi umumnya khawatir anaknya mengalami efek samping, misalnya demam atau kejang-kejang. Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo menjamin, 17 Rumah Sakit siap mengantisipasi jika ada yang mengalami efek samping imunisasi.

Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) yang terjadi di wilayah DKI Jakarta menurut Fauzi Bowo alias Foke akan ditangani dengan dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Penyalurannya dilakukan melalui program Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda).

"Kami siap mengatisipasi Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi dengan dana dari APBD, yang akan dilayani oleh jaringan 17 rumah sakit di Jakarta," ungkap Foke dalam pencanangan Kampanye Imunisasi Tambahan Campak dan Polio di Gedung BKOW, Jakarta Timur, Selasa (18/10/2011).

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, dr Dien Ermawati menambahkan bahwa efek samping imunisasi yang paling sering dilaporkan adalah demam. Meski begitu, tidak setiap anak yang diimunisasi lalu demam akan dikategorikan sebagai KIPI.

"Demam itu paling umum, kalau di luar itu baru dikategorikan Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi. Persentasenya juga sangat kecil, sekitar 1 di antara 1 juta kasus imunisasi. Insya Allah safe tapi kalaupun memang kejadian, akan kami amankan dengan 17 rumah sakit rujukan," kata dr Dien.

Usai diimunisasi, anak demam masih bisa dikategorikan sebagai efek samping yang wajar jika hanya berlangsung 2-3 hari. Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Timur, dr Yenuarti Suaizi atau dr Yeny mengatakan orangtua tidak perlu panik yang penting minum air putihnya diperbanyak.

Anjuran lain yang perlu diperhatikan saat anak mengalami demam usai imunisasi adalah hindari baju tebal, agar panas tubuhnya keluar. Jika diberi baju tebal agar berkeringat, maka suhu tubuhnya akan semakin panas dan cairan tubuh makin banyak yang keluar.

"Sampai 2-3 hari, anak demam masih bisa dianggap wajar karena itu adalah reaksi normal dari tubuh. Tubuh tertusuk duri saja bereaksi, apalagi ini dimasuki kuman yang dilemahkan. Yang perlu diwaspadai kalau panasnya berhari-hari tidak sembuh," kata dr Yeny. AN Uyung Pramudiarja - detikHealth

Waspadai Tanda-tanda Anemia Pada Anak

Jakarta, Orangtua kadang tidak menyadari gejala anemia yang muncul pada anak, padahal jika tidak ditangani bisa menimbulkan dampak buruk. Untuk itu waspadai gejala anemia pada anak.

"Jika anak sering lesu, sering mengantuk, maunya tidur, malas atau makan banyak tapi badannya kurus, bisa jadi itu tanda-tanda anemia," ujar ahli gizi Dr Saptawati Bardosono disela-sela acara media workshop Ancaman Anemia Membayangi Anak-anak Indonesia di Hotel Grand Sahid, Jakarta, Selasa (18/10/2011).

Dr Tati menuturkan anak yang banyak makan tapi kok badannya tetap kurus kemungkinan mengalami cacingan, dan infeksi cacingan diketahui bisa menyebabkan anak menjadi anemia.

Hal ini karena cacing-cacing yang ada di dalam tubuh anak mengambil nutrisi yang masuk ke dalam tubuh termasuk zat besi sehingga menyebabkan anak mengalami kekurangan gizi.

Kondisi lain yang bisa diperiksa orangtua pada anaknya adalah dengan memeriksa telapak tangan anak, jika telapak tangan yang sedikit ditekuk terlihat pucat maka kemungkinan ia mengalami anemia atau warna kuku yang terlihat pucat.

Jika menemukan kondisi tersebut, maka coba perhatikan pola makannya apakah sudah lengkap atau belum. Kalau belum maka berilah makanan yang kaya zat besi, jika masih kurang maka berilah makanan yang sudah difortifikasi (ditambahkan) zat besi, kalau masih kurang juga baru diberikan suplemen zat besi.

"Sebelum diberikan suplemen lakukan pemeriksaan hemoglobin untuk mengetahui nilainya atau bisa juga dengan memeriksakan feses untuk tahu anak cacingan atau tidak," ujar Dr Tati yang tergabung dalam Persatuan Dokter Gizi Medik Indonesia (PDGMI).

Dr Tati menambahkan anemia yang tidak tertangani bisa mengakibatkan anak sulit konsentrasi, prestasi sekolah atau olahraga yang menurun, menurunkan nilai IQ dan mudah lelah. Sumber zat besi ini bisa didapatkan dari daging merah, sayuran hijau serta kacang-kacangan, dan konsumsi vitamin C bisa membantu meningkatkan penyerapan zat besi.

Zat besi ini dibutuhkan untuk membantu proses pembentukkan sel darah merah dan juga membantu memetabolisme energi serta meningkatkan konsentrasi. Kebutuhan akan zat besi ini tergantung dari usia anak, umumnya untuk anak sekolah dibutuhkan 10 mg/hari.

Penyakit anemia biasanya terjadi karena jumlah sel darah merah atau kadar hemoglobinnya berada di bawah normal, padahal sel darah merah ini berfungsi untuk membawa makanan dan oksigen ke seluruh tubuh. Jika terjadi anemia, maka distribusinya akan menjadi terhambat dan mempengaruhi kesehatan seseorang.
Vera Farah Bararah - detikHealth

Ikutan yo Fun Bike Yoth Fest

Ikutan yo Youth Fest Fun Bike dalam rangka memperingati sumpah pemuda
acara hari minggu 23 Oktober 2011
jam 06.00 sd s di depan kantor menegpora Senayan
biaya rp 20,000 dapat tsihrt & snack cp Iwan 93492941

Fun bike minggu 23 Oktober 2011

Refresh lagi badan & pikiran dengan ikutan
Fun bike alfamart minggu 23 Oktober mulai jam 06
dari parkir timur senayan