Senin, 26 Maret 2012

Artikel : Waspadai 10 Jenis Buah dan Sayur yang Paling Tercemar Pestisida

Jakarta, Beberapa jenis buah-buahan dan sayuran yang paling sering dikonsumsi diketahui mengandung bahan-bahan kimia dari pestisida. Setidaknya ada 10 jenis buah dan sayur yang sering ditemui sehari-hari berbahaya buat tubuh karena paparan pestisidanya.

Berikut buah dan sayur yang dianggap oleh Departemen Pertanian serta Badan Administrasi Obat dan Pangan (FDA) Amerika yang tercemar pestisida seperti dilansir dari ivillage, Senin(26/3/2012):

1. Stroberi
Mengapa stroberi berisiko? "Stroberi adalah jenis buah yang tumbuh dekat dengan tanah, tempat dimana serangga hidup," kata Chensheng (Alex) Lu, Ph.D., asisten profesor Biologi paparan lingkungan, Harvard.

Oleh karenanya petani menggunakan pestisida untuk membasmi serangga tersebut. Untuk memperpanjang umur simpan, petani juga menggunakan fungisida, bahkan setelah panen.

Untuk mengurangi bahaya pestisida pada stroberi, belilah stroberi organik. Sebuah studi pada tahun 2008 di Emory University dan University of Washington menemukan bahwa kadar pestisida tertentu turun menjadi tidak terdeteksi dalam urine anak-anak yang beralih ke sayuran dan buah organik.

"Sertifikasi organik menjamin kadar pestisida lebih sedikit dan jumlahnya lebih rendah," kata Anne Riederer, Sc.D., peneliti di Emory.

2. Seledri
Seledri memerlukan waktu berbulan-bulan untuk tumbuh sehingga seledri akan terkena pestisida dalam periode waktu yang lama. Tidak seperti brokoli, yang dinaungi oleh daun besar di semak-semak besar, seledri tidak terlindungi dari pestisida.

Untuk mengurangi bahaya pestisida pada seledri, belilah seledri organik atau seledri yang dijual di pasar-pasar. "Seledri yang dijual di pasar biasanya berasal dari petani kecil yang tidak mampu atau memilih untuk tidak menggunakan pestisida mahal," kata Lu.

Bisa juga menurut Environmental Working Group (EWG) untuk mencoba alternatif sayuran hijau lainnya yang lebih bersih, seperti alpukat dan asparagus, yang keduanya memiliki daya serap yang rendah terhadap pestisida.

3. Buah Persik (peach)
Untuk meningkatkan produksi, petani menggunakan pestisida pada tanaman yang rentan terhadap serangga, seperti buah persik. Buah persik berkulit sangat tipis, yang membuatnya mudah dimasuki serangga dan pestisida.

Petani ingin mencegah penyakit yang dapat mengurangi jumlah produksi buah persik dengan menggunakan pestisida. Pada bulan Agustus tahun 2009, Chicago Tribune melaporkan bahwa penyelidikan USDA menunjukkan lebih dari 50 senyawa pada pestisida didapati pada buah persik domestik maupun impor.

"Jika Anda penyuka buah persik, belilah yang organik terutama jika Anda sedang hamil atau memiliki anak yang usianya di bawah 6 tahun," kata Riederer.

Menurut EWG alternatif lain, buah yang manis dengan tekstur serupa, cobalah buah plum yang biasanya lebih sedikit menyerap pestisida.

4. Apel
Perusahaan Kimia membuat pestisida khusus untuk apel karena buah ini sangat populer dan banyak ditanam.

Untuk mengurangi bahaya pestisida pada apel, belilah apel organik lalu gosok sampai bersih dan kupas kulitnya sebelum dimakan. "Ketika membeli apel organik, jangan terlalu terpaku pada penampilan," kata Lu. Mungkin saja tidak terlihat sebagus apel biasa karena apel organik tumbuh tanpa pestisida, sehingga lebih baik untuk dikonsumsi.

5. Blueberi
Blueberi, sebagian besar tumbuh di Amerika Utara. Buah ini sangat rentan terhadap hama karena kulitnya sangat rapuh. Pestisida yang digunakan petani akan masuk ke daging buah.

"Jangan membekukan blueberi karena pembekuan akan mempertahankan pestisida. Meskipun beberapa pestisida lama-kelamaan memudar, itu tidak akan terjadi di dalam freezer," kata Lu.

Jika Anda ingin mengonsumsi bluberi, belilah dari petani lokal organik atau dari petani yang tidak menggunakan pestisida, dan cuci sampai bersih. Buah-buahan seperti blueberi dan stroberi secara umum, cenderung lebih rentan terhadap pestisida dibandingkan buah lain seperti kiwi dan pisang karena kulitnya yang tipis.

6. Paprika Manis
Paprika berasal dari Amerika Tengah dan Selatan, paprika manis adalah bentuk matang dari varietas paprika hijau yang lebih pahit. Paprika manis yang sudah dewasa memerlukan waktu yang lama dan terpapar pestisida lebih banyak daripada paprika hijau.

Untuk mengurangi bahaya pestisida pada paprika manis, cobalah yang organik atau membeli dari petani pasar atau pilihlah paprika hijau.

7. Bayam
Karena daunnya tumbuh di atas tanah, bayam memiliki banyak permukaan terbuka yang akan disemprot dengan pestisida. Sehingga sulit membunuh bakteri pada bayam. Belilah bayam yang organik agar risiko pestisida saat mengonsumsi bayam dapat dicegah.

8. Buah Ceri
Buah ceri tersembunyi di balik daun untuk tetap aman dari lalat buah dan ngengat, tapi petani cenderung menggunakan bahan kimia untuk mendapatkan hasil panen yang baik. Satu-satunya cara untuk mencegah pestisida masuk melalui buah ceri adalah dengan membeli buah ceri organik.

9. Kentang
Hanya karena kentang tumbuh di bawah tanah, tidak berarti mereka aman dari pestisida "Kami menemukan pestisida di bawah tanah sayuran. Mereka mengambil itu dari daun atau tanah di sekitar mereka," kata Riederer.

Biasanya pada awal musim tanam, petani menyuntikkan pestisida ke dalam tanah. Jika petani menanam pada skala yang sangat kecil, mungkin tidak perlu banyak bahan kimia. Carilah kentang yang ditanam oleh perkebunan lokal kecil atau coba ubi jalar, yang merupakan sayuran terbersih yang telah diuji oleh EWG.

10. Anggur
Anggur lunak dan berkulit tipis sangat rentan terpapar pestisida. Untuk mengusir ngengat anggur dan hama lainnya, petani sering beralih ke pestisida. Hindarilah anggur impor, kecuali yang ditanam secara organik.
Linda Mayasari - detikHealth

Artikel : Lagi-lagi Terbukti Makan Cokelat Tidak Bikin Gemuk

Jakarta, Berbagai penelitian membuktikan, anggapan bahwa makan cokelat bikin gemuk hanyalah mitos. Sebuah penelitian terbaru lagi-lagi membantah mitos tersebut, bahkan menambah bukti bahwa makan cokelat secara teratur justru bikin cepat kurus.

Penelitian yang dilakukan di University of California ini menunjukkan bahwa seseorang yang rutin mengonsumsi cokelat cenderung lebih kurus. Meski tetap harus dibarengi dengan olahraga, namun perbedaannya cukup signifikan dibanding yang tidak makan cokelat.

Beatrice A Golomb, MD, PhD yang melakukan penelitian ini menyebar kuesioner kepada 1.018 responden berusia rata-rata 57 tahun. Seluruh responden yang dilibatkan berada dalam kondisi sehat, tidak memiliki riwayat penyakit kronis misalnya diabetes atau sakit jantung.

Dalam kuisioner tersebut, Beatrice menanyakan beberapa hal terkait pilihan menu makan sehari-hari termasuk sering atau tidaknya makan cokelat. Selain itu, Beatrice juga melakukan pengukuran terhadap Indeks Massa Tubuh (IMT) para partisipan.

Hasil analisis menunjukkan, makin rajin dan teratur makan cokelat maka para responden cenderung memiliki IMT yang lebih rendah. Artinya berat badannya relatif lebih kecil ketika dibandingkan dengan tinggi badan, sehingga secara umum kondisinya bisa lebih sehat.

Responden yang terlibat dalam penelitian itu memiliki IMT rata-rata 28 kg/m2 atau masuk kategori overweight. Konsumsi cokelat rata-rata 2 kali dalam sepekan sedangkan olahraga dan aktivitas fisik lain dengan intensitas sedang hingga berat dilakukan 3,6 kali tiap pekan.

Perbedaan berat badan pada responden yang paling rajin makan cokelat dengna yang tidak pernah makan cokelat cukup signifikan, yakni antara 2,6 kg hingga 3,1 kg. Meski demikian, Beatrice menyarankan agar tidak buru-buru menjadikan makan cokelat sebagai jalan pintas untuk kurus.

Ia mengakui, ada banyak kelemahan dalam penelitian ini karena tidak membedakan jenis cokelat yang dikonsumsi para responden. Dikutip dari Healthday, Selasa (27/3/2012), cokelat hitam lebih sehat dan jumlah kalorinya lebih sedikit dibandingkan cokelat susu. AN Uyung Pramudiarja - detikHealth

Senin, 19 Maret 2012

TELAH TERBIT BUKU : DAHSYATNYA PROPOLIS UNTUK MENGGEMPUR PENYAKIT

Propolis merupakan salah satu produk yang dihasilkan oleh lebah madu. Sejak tahun 1900-an, propolis sdah digunakan para ahli kesehatan untuk mengobati berbagai penyakit. Di dunia barat, propolis sangat dianjurkan untuk pengobatan alami. Lalu, mengapa propolis sangat baik untuk dikonsumsi? Apa saja kandungan zat yang terdapat di dalamnya?

1.Resin yang berkhasiat sebagai anti-inflamasi (antiperadangan) dan antioksidan paling mujarab.
2. Flavonoid yang berperan dalam membentengi tubuh dari serangan kuman, jamur, dan penyakit.
3. Ikatan Fenol yang merupakan slah satu antibiotik paling ampuh dalam membunuh kuman dan bakteri.
4. Lilin lebah yang mengandung banyak mikroelemen. Kini banyak dimanfaatkan untuk menyembuhakan luka bakar.
5. Minyak essensial yang mengandung senyawa aktif yang dapat melumpuhkan bakteri dan penyakit.
6. 14 jenis mineral dan 6 jenis vitamin.

Pantas saja jika propolis begitu menyehatkan! Buku yang ditulis seorang ahli kesehatan ini membeberkan segala hal tentang propolis, dari manfaatnya untuk kesehatan, cara mendapatkan, dosis kandungan, hingga aplikasinya dalam mengatasi aneka penyakit.

Pengarang : dr. Adji Suranto, SpA
Penerbit : Agro Media

Fun Bike 25 Maret 2012

ECO WALK & BIKE 2012
(Gaya Hidup Hijau)
Bergabungkan ke Senayan City Minggu, 25 Maret 2012
Pukul 06–10
Ajak keluarga, teman & tetangga untuk berjalan atau bersepeda santai dengan aktivitas edukatif bertema lingkungan.
Rute Jalan : Senayan City – Semanggi – Senayan City
Rute Sepeda : Senayan City – Bundaran HI – Senayan City
Pendaftaran : Rp 30.000/org mendapat t-shirt, 1 tupperware Eco Bottle 500 ml, Makan pagi & Lucky draw
Pendaftaran melalui:
- Online: www.thejakartaglobe.com/ecowalkandbike2012
- Email: event@thejakartaglobe.com
- Telp Thasya (0838.7000.9220) atau Fajar (0838.7000.9550)
Pendaftaran ditutup 24 Maret 2012
Penyelenggara: Jakarta Globe & Tupperware
STRIDE OUT OR RIDE OUT FOR GREEN LIVING

7 Manfaat Kesehatan yang Didapat dengan Rajin Makan Tomat

Jakarta - Tidak hanya rasanya yang asam menyegarkan, tomat juga memiliki kandungan vitamin dan nutrisi lain yang bermanfaat bagi kesehatan seluruh tubuh. Selama ini, mungkin yang kita tahu tomat hanya baik untuk kesehatan mata. Namun masih banyak keuntungan yang Anda dapat dengan rajin mengonsumsi tomat. Ini dia tujuh manfaat kesehatan dari buah oranye kemerahan ini, seperti dilansir Times of India.

1. Antioksidan
Tomat kaya akan vitamin A dan C, serta kandungan beta carotene yang tinggi. Seluruh kandungan ini berperan sebagai antioksidan aktif yang bekerja menetralisir zat radikal bebas yang berbahaya di dalam aliran darah. Zat radikal bebas dalam darah ini dapat dibuang dengan Lycopene tingkat tinggi yang terdapat dalam tomat. Radikal bebas sangat berbahaya karena dapat merusak sel. Oleh karena itu, jangan lupa untuk selalu membawa sandwich dengan potongan tomat segar dalam kotak bekal Anda sehari-hari.

2. Mata Sehat
Karena kandungannya akan vitamin A yang begitu besar, tomat adalah makanan yang tepat untuk meningkatkan kemampuan penglihatan Anda. Tomat akan menjaga mata dari kemungkinan penyakit rabun senja.

3. Mencegah Kanker
Banyak penelitian menunjukkan bahwa kandungan Lycopene yang dimiliki tomat dapat mengurangi risiko kanker prostat pada pria, kanker perut dan kanker kolorektal (usus besar). Lycopene dianggap sebagai antioksidan alami yang dapat membantu menghentikan pertumbuhan sel kanker. Dan yang lebih menarik lagi, tomat yang dimasak dapat memproduksi lebih banyak Lycopene daripada tomat mentah. Jadi cobalah rutin mengonsumsi sup tomat!

4. Menguatkan Jantung
Kandungan Kalium dan Vitamin B yang dimiliki tomat dapat menurunkan tekanan darah dan tingkat kolesterol tinggi. Zat ini, nantinya bisa membantu Anda mencegah stroke, serangan jantung dan gangguan jantung yang mematikan lainnya.

5. Kulit Cantik
Tingginya jumlah Lycopene membuat tomat sangat baik digunakan untuk perawatan kulit. Lapisi kulit wajah Anda dengan bagian dalam kulit tomat dan diamkan selama kira-kira 10 menit. Kemudian bilas dengan air bersih. Wajah akan terlihat bersih dan bersinar seketika.

6. Rambut Sehat
Masih ingat tentang banyaknya kandungan Vitamin A dalam sebuah tomat? Selain bagus untuk mata, gigi, kulit, dan tulang, Vitamin A juga bagus untuk menjaga rambut Anda tetap kuat dan sehat.

7. Tulang Kuat
Tomat juga memiliki kandungan Vitamin K dan Kalsium yang cukup untuk membantu tulang Anda menjadi lebih kuat.
Devi Larasati - wolipop

Kamis, 15 Maret 2012

Makanan dan Minuman yang Dapat Memicu Migrain

Klikdokter.com - Sakit kepala sebelah atau migrain memang tidak mematikan, namun jika tidak diatasi, akan sangat mengganggu aktivitas dan produktivitas. Migrain adalah masalah neurologis yang menyebabkan rasa sakit, mual dan kepekaan terhadap cahaya. Sakit kepala ini dapat melemahkan, kadang-kadang juga didahului gangguan penglihatan, yang dikenal sebagai aura.

Tidak ada salahnya menghindari makanan dan minuman yang bisa memicu migrain. Apa saja? Berikut makanan dan minuman tertentu dapat memicu kekambuhan migrain, seperti dilansir Livestrong, Sabtu (28/1/2012):

Produk susu
Makanana atau minuman yang merupakan produk susu umumnya dihubungkan dengan migrain. Menurut SteadyHealth, produk-produk susu mengandung histamin, yang mungkin bertanggung jawab untuk menyebabkan perubahan kimia yang mengarah ke migrain. Mengonsumsi krim asam, yogurt atau buttermilk pada khususnya dapat memicu migrain.

Tyramine
Pemicu migrain lainnya adalah makanan yang mengandung tyramine. Tyramine biasanya banyak terkandung dalam keju, mozzarella atau cheddar.

Produk daging
Makanan dari produk daging juga bisa menyebabkan migrain. Daging banyak mengandung nitrat yang terkait dengan migrain. Jika Anda menderita migrain, hindari hot dog, pepperoni, sosis, sarden, ham, acar ikan herring, hati ayam, bologna, salami, kaviar, menurut ahli dari University of California, Berkeley. Juga hindari daging yang telah diolah dengan bahan pelunak daging atau saus kedelai.

Buah dan sayuran
Buah dan sayuran juga dapat mengandung bahan kimia yang memicu migrain. Buah yang terkait dengan peningkatan frekuensi migrain antara lain pepaya, plum merah, kismis, buah ara dan alpukat matang dan pisang. Sedangkan sayuran yang sering memicu migrain antara lain kacang polong, bawang merah, bawang putih, kacang panjang, buah zaitun, acar dan asinan kubis.

Ragi
Makanan yang mengandung ragi segar juga mungkin bertanggung jawab untuk sakit kepala migrain. Jika Anda memiliki masalah dengan migrain, hindari memakan roti yang baru dipanggang dan makanan yang dipanggang lainnya, seperti donat.

Minuman
Beberapa minuman juga dikaitkan dengan sakit kepala migrain. Alkohol, anggur merah, dapat meningkatkan kemungkinan migrain, karena mengandung bahan kimia yang dikenal sebagai tanin. Kafein juga merupakan pemicu yang potensial, sehingga orang yang menderita migrain harus menghindari kafein, seperti kopi, teh dan minuman ringan. Coklat juga dapat mengakibatkan sakit kepala migrain.

Monosodium glutamat (MSG)
Monosodium glutamat (MSG) atau vetsin adalah aditif kimia yang sering digunakan untuk meningkatkan rasa dan paling sering ditemukan dalam makanan China dan beberapa snack asin. Senyawa ini juga dapat memicu migrain.[BA]

Talkshow "Keajaiban Bioterra dalam mengobati penyakit" Sabtu 17 Maret 2012

Hadiri dan saksikan Talkshow
"Keajaiban Bioterra dalam mengobati penyakit"
(mengungkap penelitian para ahli lab farmasi ITB)
Sabtu 17 Maret 2012 jam 19.30
di panggung utama istora senayan
bersama dra Navi Ami Gustina (co formulator bio terra, farmakolog ITB)
gratis