Kamis, 01 November 2012

Sharing Kesehatan Nakita Sabtu 10 November 2012

ayo tambah ilmu kesehatan di acara Sharing Kesehatan Nakita .
tema Rahasia Hamil Sehat & Bugar + teknik relaksasi ibu hamil Sabtu 10 November 2012 pk 09-12.
Tempat di aula RS Hermina Jatinegara jl raya jatinegara barat no 126 Jaktim . pembicara dr Febriansyah SpOg HTM rp 20.000 (dapet snack, makalah, googdie bag) info & pendaftaran telp 8191223

Pameran Rumah Sakit & Perlengkapan Kesehatan 7-10 November 2012


Hadiri Pameran Rumah Sakit (Hospital Expo) di Balai Sidang Senayan JCC pada 7-10 November 2012 . Acara penunjang pemeriksaan kesehatan gratis info lengkap hospital-expo.com


Ikuti Jakarta Heart Run 2012 pada hari minggu 4 Nov 2012

Jakarta Heart Run 10K adalah salah satu perlombaan lari terbesar yang tercatat dalam kalender olahraga Indonesia dan mempunyai tujuan untuk mengajak dan mendorong masyarakat agar menjalankan gaya hidup sehat.

​ Bersama Yayasan Jantung Indonesia (Indonesian Heart Foundation), Allianz Indonesia mempromosikan tema tahun ini, “Ayo lari bersama, sehat bersama” yang mendorong masyarakat untuk menyebarkan kesadaran tentang pentingnya jantung sehat untuk kelangsungan umur produktif yang berkepanjangan.

​ Allianz Jakarta Heart Run 10K dimulai pada tanggal 4 November 2012, yang akan dimulai dari Monas dengan rute yang melintasi Jalan Thamrin dan Sudirman.
Yang mau ikut pendaftarannya  Rp. 100,000 dapet
1. 1 (satu) nomor BIB (Nomor peserta) untuk di pasang di dada peserta.
2. 1 (satu) buah kaos Lari Resmi Allianz Jakarta Heart Run 10K dari Reebok.
3. Freebies dari sponsor resmi Allianz Jakarta Heart Run 10K.
Pertanyaab dan Pendaftaran  email: info@jakartaheartrun.com atau di Hotline kami di: 021-7996976

Jumat, 26 Oktober 2012

Tangkal Kanker Payudara Dan Prostat Dengan Teh Hijau

Selama puluhan tahun, para ahli kesehatan telah percaya bahwa teh hijau mampu untuk mencegah kanker, tapi meskipun telah dilakukan berbagai penelitian baru kali inilah didapatkan kesimpulan tentang kehebatan teh hijau ini.
Para peneliti dari Columbia University Medical Center dan University of California Los Angeles akhirnya mampu memecahkan kode tentang bagaimana teh hijau dapat mencegah kanker, baik pada pria maupun wanita.
Menurut para peneliti, ekstrak dari teh hijau yaitu Polyphenon E, dapat menghalangi pertumbuhan kanker payudara. Penemuan ini berdasarkan studi yang masih dilakukan terhadap 40 orang wanita dengan tipe kanker payudara yang tidak memberikan respon pada terapi hormon.
Kepala peneliti dari studi ini, Katherine D. Crew, seorang asisten profesor di bidang medis dan epidemiologi Columbia University Medical Center di New York, secara acak meminta para pasiennya untuk mengonsumsi 400 mg, 600 mg, atau 800 mg Polyphenon E atau plasebo selama dua kali sehari selama enam bulan.
Hasil menunjukkan bahwa wanita yang menerima ekstrak teh hijau memiliki tingkat pertumbuhan tumor lebih rendah selama dua bulan perawatan. Namun Crew mengindikasikan bahwa perbedaan antara mereka yang menerima Polyphenon E dan plasebo tidak terlalu signifikan setelah empat dan enam bulan. Ia berteori bahwa mungkin para pasien tidak melanjutkan pil-pil tersebut.
Crew berharap dapat menemukan dosis yang tepat untuk ekstrak teh hijau ini. Meskipun demikian, ia beranggapan masih terlalu awal untuk merekomendasikan ekstrak teh hijau sebagai pengobatan kanker. Kini ia sedang memeriksa kegunaan ekstrak teh hijau ini untuk wanita-wanita berisiko tinggi sebagai pencegahan terhadap kanker payudara.
Sementara itu, dalam studi yang terpisah yang dilakukan oleh para peneliti di University of California Los Angeles, yang melibatkan 67 pria penderita kanker prostat, menunjukkan manfaat lainnya dari teh hijau dalam pencegahan kanker prostat.
Penelitian yang dipimpin oleh seorang asisten profesor bernama Susanne Henning ini meminta pasiennya untuk mengonsumsi baik enam gelas teh hijau rebusan atau air putih secara rutin selama tiga hingga delapan minggu. Mereka kemudian mengumpulkan darah dan contoh urin sebelum dan setelah pengonsumsian teh hijau ataupun air putih.
Hasilnya, konsentrasi serum prostate-specific antigen (PSA) jauh lebih rendah pada akhir penelitian ini. Kini, Henning dan timnya sedang melakukan penelitian mengenai prospek mengombinasikan teh hijau dengan produk alami lainnya. [Tika/Mizan.com, Diolah dari: Medical Daily]

Dokter Disarankan Bijak Gunakan Antibiotik

REPUBLIKA.CO.ID, DENPASAR -- Perhimpunan Ahli Mikrobiologi Klinik Indonesia mengajak para dokter menggunakan antibiotik secara bijak. Hal tersebut supaya tidak memperparah penyebaran bakteri yang semakin kebal terhadap obat.
"Kami akan membahas secara lebih detail mengenai cara pencegahan bakteri yang resisten terhadap antibitotik. Kami akan berupaya mengubah paradigma pemakaian antibiotik," kata Ketua Pantia Lokal Kongres Nasional PAMKI, Dr dr I Dewa Sukrama SpMK(K), seperti dikutip Antara.
Ia menambahkan bakteri yang kebal terhadap antibiotik merupakan jenis Metisilin Staphylococcus Resisten Aureus (MRSA). Bakteri itu banyak menyebar di lingkungan rumah sakit maupun masyarakat.
Bakteri kemudian menghasilkan enzim extended spectrum beta lactamase(ESBL) yang mempunyai kemampuan resisten untuk golongan antibiotik cephalosporin, metisile, serta penicillin.
"Bakteri ini umumnya mengkolonisasi (bertempat) di hidung. Dan jika menyebar ke luka operasi, itu dapat menyebabkan infeksi yang serius,'' katanya. ''Infeksi dapat mengenai jaringan, kulit, bahkan sampai ke darah. Biasanya kalau sudah menyerang jaringan, itu susah diobati."

Artikel "Daging Disate atau Dipanggang Kurang Baik bagi Kesehatan"

REPUBLIKA.CO.ID, ILLINOIS -- Daging kambing, sapi, atau kerbau memang lebih lezat jika dimasak menjadi sate atau steak. Sensasi daging serta aroma bumbunya akan lebih terasa. Namun, tahukah anda bahwa cara memasak seperti itu sebenarnya kurang baik bagi jantung anda. Apalagi, bagi anda penderita diabetes. 

Sebuah penelitian seperti dikutip dari Dailymail,Jumat (26/10), menunjukkan bahwa cara memasak daging yang paling sehat adalah direbus. 

Para ilmuwan dari Universitas Illinois, Amerika Serikat mengatakan metode memasak yang menghasilkan kerak/kerenyahan daging pada suhu sangat tinggi akan menghasilkan protein advanced glycation end products (AGEs). Protein ini berhubungan dengan pembentukan plak di pembuluh darah. Plak ini lama kelamaan akan mengeras dan dapat meningkatkan resiko serangan jantung. 

Riset ini dilakukan ke 65 orang selama 10 hari. Para ilmuwan tersebut membandingkan asupan makanan masing-masing peserta riset. Hasil riset menunjukkan bahwa pasien dengan komplikasi kardiovaskuler cenderung lebih banyak mengonsumsi produk-produk AGEs. 

Peserta riset memiliki peluang 3,7 kali lebih tinggi terserang penyakit kardiovaskuler setiap satu kali kenaikan asupan produk AGEs. Pemimpin penelitian, Karen Chapman-Novakofski, mengatakan protein AGEs akan cenderung menumpuk di jaringan lain dalam tubuh dan menyebabkan kerusakan jangka panjang pada penderita diabetes. 

Karena itu, Chapman menyarankan untuk memasak daging dengan direbus atau dikukus. ''Merebus daging akan dapat mengurangi asupan AGEs,'' kata Chapman.

Seperti diketahui, penyakit jantung dan stroke merupakan penyebab utama kematian dan kecacatan pada penderita diabetes tipe 2. Setidaknya 65 persen penderita diabetes tewas akibat kedua penyakit tersebut. Penelitian ini dipublikasikan secara online dalam International Journal of Food Science and Nutrition

Artikel "Tips Cegah Daging Kurban Tercemar Bakteri"



Hari raya raya kurban sudah semakin dekat. 
Menangani daging hewan kurban sebaiknya tetap mempertimbangkan faktor higienis. Karena penanganan yang tidak sehat dapat menyebabkan daging tercemar bakteri dan itu tentu bisa menimbulkan efek merugikan bagi kesehatan orang yang mengkonsumsinya .
“Ini karena daging tidak hanya disukai oleh manusia, tetapi juga bakteri,” ujar Kepala Seksi Peternakan Suku Dinas (Sudin) Peternakan dan Perikanan Jakarta Timur, Sri Astuti kepada Republika, baru baru ini.
Menurut wanita yang akrab dipanggil Tuti ini, jika daya tahan konsumen bagus, maka daging yang tercemar bakteri mungkin tidak terlalu berpengaruh. Namun bagi yang daya tahannya yang tidak bagus, maka itu akan menjadi tidak aman.
Lalu bagaimana penanganan daging kurban yang higienis? Berikut beberapa hal yang menurut Tuti perlu diperhatikan:
1.  Tempat penanganan dan peralatan daging harus dijaga kebersihannya.
2. Tangan petugas penanganan daging harus dicuci dengan sabun dan air bersih sebelum dan sesudah menangani daging.
3. Letakan daging dan jeroan secara terpisah. Jangan digabung
4. Pastikan kebersihan alas (plastik) yang digunakan untuk meletakkan daging maupun jeroan.
5. Bagikan potongan daging dalam kantong atau wadah yang bersih. Jangan gabungkan daging dengan jeroan dalam satu wadah.
6. Daging dan jeroan harus segera dibagikan kepada yang berhak. Jangan sampai terjadi kerusakan atau kebusukan.
Redaktur: Yudha Manggala P Putra