Rabu, 18 September 2013

Buku kesehatan terbaru Hijamah or Oxidant Drainage Therapy


Hijama or Oxidant Drainage Therapy (ODT) 
Penulis : Azib Susiyanto, Sy.
Sakit adalah ujian, baik untuk yang mengalami maupun untuk orang-orang disekitarnya. Seorang Muslim tidak boleh putus asa karena suatu penyakit dan harus dapat memilih pengobatan atas sakit yang diderita dengan tepat. Tepat secara medis dan tentu saja tepat secara syariat.
Rasulullah saw. Mengajari umatnya untuk berhijamah. Sebab, dalam hijamah terdapat manfaat yang sangat besar untuk kesehatan. Ustadz Azib Susiyanto, Sy. melalui buku Hijama or ODT (Hijama or Oxidant Drainage Therapy ), Semua penyakit Insya Allah Sembuh ini membuktikan manfaat hijamah yang telah dipadukan dengan pengetahuan medis modern untuk mengobati berbagai macam penyakit dan hasilnya sangat menggembirakan. Melalui pengobatan cara Nabi saw. ini banyak pasien yang berhasil disembuhkan dengan izin Allah. Semoga kehadiran buku ini memberi semangat pada semua mulsim, terutama yang sedang sakit, untuk kembali pada pengobatan cara Nabi.

"Saya pernah terkena berbagai penyakit dan dengan hijamah (pengobatan Nabi saw.) penyakit tersebut dapat disembuhkan. Oleh karen aitu, hijamah sangat penting menjaga kesehatan kita, Subhanallah! ini adalah satu buku yang paling rinci tentang penyakit dan bagaimana hijamah digunakan untuk menghilangkan penyakit".
(Jerry D. Gray - Penulis buku best seller. Rasullah Is My Doctor) penerbit gema insani press www.gemainsani.co.id

Artikel 5 Alasan Tidak Berolahraga dan Cara Mengatasinya



Oleh: dr. Sophia B. Hage
KlikDokter.com - Olahraga merupakan salah satu aspek penting dalam gaya hidup sehat, akan tetapi seringkali kita menunda melakukannya karena berbagai alasan. Berikut adalah beberapa alasan yang paling sering kita utarakan dan bagaimana mengatasinya.
  1. Saya tidak punya waktu”. Ini adalah alasan yang paling umum dan merupakan masalah klasik bagi kebanyakan orang. Jadwal sehari-hari Anda rasa sudah padat dan penuh sehingga Anda tidak pernah menemukan waktu untuk olahraga. Solusinya? Buatlah waktu untuk olahraga, jangan pernah menunggu waktu “muncul”, justru Anda yang harus membuat waktu tersebut ada. Anda dapat melakukan hal-hal kecil yang dapat dimasukkan dalam jadwal sibuk Anda dan mengakumulasikannya. Seperti naik tangga ke kantor, berjalan keluar kantor saat makan siang atau saat pergi ke dan pulang dari kantor, melakukan peregangan dan latihan kekuatan otot di kantor atau rumah selama beberapa menit per hari. Jangan lupa gunakan dan optimalisasikan waktu di akhir minggu Anda. Apabila jam tidur Anda di akhir minggu lebih dari 7-8 jam, kurangi waktu tidur sedikit saja, misalnya selama 30-60 menit. Olahraga akan membuat Anda lebih bertenaga dan juga akan membantu Anda tidur lebih baik sehingga Anda tidak perlu khwatir akan merasa lelah sepanjang hari. Ingatlah bahwa 30-45 menit dalam sehari hanya merupakan 2-3% dari 24 jam. Kesimpulannya, Anda bahkan dapat menambah usia Anda sebanyak satu jam hanya dengan olahraga setiap hari secara teratur selama 30 menit.
     
  2. Saya tidak suka olahraga”. Cobalah terlebih dahulu, ingatlah pepatah tak kenal maka tak sayang. Bila Anda tidak pernah mencoba dengan sungguh-sungguh, belum tentu Anda tak dapat menikmati olahraga. Langkah pertama memang adalah yang paling berat, akan tetapi setelah Anda menemukan pola yang pas maka Anda akan menikmatinya. Anda tidak perlu melakukan segala bentuk olahraga seperti berenang, yoga, basket, gym, dsb. Pilihlah satu atau dua yang Anda suka lalu lakukan dengan teratur. Berolahraga dengan teman atau sambil menonton film di gym sambil berolahraga di atas treadmill atau sepeda juga merupakan cara menambah nilai tambah aktivitas olahraga Anda.
     
  3. Saya punya penyakit jantung/diabetes/artritis”. Olahraga yang dilakukan dengan baik, benar, terukur, dan teratur tidak akan membahayakan Anda, apapun penyakit yang Anda derita. Justru beberapa kondisi yang Anda alami tidak tertutup kemungkinan akan mengalami perbaikan. Tentunya, sebelum Anda memulai berolahraga, sebaiknyaAnda berkonsultasi dahulu dengan dokter spesialis kedokteran olahraga untuk mengetahui resep olahraga yang sesuai dengan kondisi atau penyakit Anda.
     
  4. Saya terlalu gemuk”. Aktivitas berolahraga memang lebih berat bagi orang-orang yang obesitas atau mengalami kelebihan berat badan. Akan tetapi, pada orang-orang ini aktivitas olahraga justru berperan penting dan merupakan kunci terhadap penurunan berat badan yang optimal. Mulailah dengan aktivitas fisik yang berintensitas rendah kemudian tingkatkan secara perlahan-lahan dan bertahap. Berenang mungkin dapat menjadi awalan yang baik. Akan tetapi meskipun berenang memiliki banyak keuntungan bagi mereka yang obesitas, penurunan berat badan yang dicapai dalam jangka panjang tidak sebesar latihan di darat. Oleh sebab itu, setelah terbiasa berolahraga di kolam renang, Anda dapat beralih ke olahraga di darat seperti bersepeda atau senam aerobik, dsb.
     
  5. Saya malu”. Olahraga tidak selalu harus dilakukan di pusat kebugaran. Anda dapat melakukan olahraga-olahraga sederhana di rumah atau bahkan membeli beberapa perlengkapan olahraga untuk melengkapi aktivitas di rumah. Anda pasti akan lebih percaya diri seiring dengan penurunan berat badan yang Anda alami. Seiring dengan peningkatan kepercayaan diri ini, Anda dapat mulai mencoba aktivitas olahraga di luar rumah.[](SH) sumber : klikdokter Oleh: dr. Sophia B. Hage

Artikel Efek Sehat Memaafkan Diri Sendiri dan Orang Lain

Pernahkah Anda merasakan lega, tenang, damai, relaks, setelah menyadari suatu kesalahan dan kemudian memaafkannya diri sendiri? Atau pernahkah perasaan, pikiran, dan hati Anda menjadi lebih plong setelah berdamai dan memberikan maaf kepada seseorang yang telah berbuat salah kepada kita?

Menurut Prof. Dr M. Quraish Shihab, MA, Guru Besar Ilmu Tafsir Alquran, Program Pascasarjana Universitas islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Jakarta dan Pendiri Yayasan Lentera Hati dalam bukunya, Membumikan Alquran, kata maaf berasal dari bahasa Alquran al-afwu, yang berarti ‘menghapus’, karena itu memberi maaf sama artinya dengan menghapus bekas-bekas luka di dalam hati.

Dalam praktiknya tentu tidak mudah, namun tetap harus dilakukan. Karena terlalu lama menyimpan amarah, bisa mempengaruhi kejiwaan seseorang, yang jika dibiarkan berlarut, dapat memicu stres, hidup penuh kebencian, dan dapat penghambat masa depan  yang akan merugikan diri sendiri dan orang lain.

Penelitian Membuktikan 
Everett L.Worthington Jr, profesor psikologi dari Virginia Commonwealth University (VCU), Amerika Serikat, dan penulis buku, Forgiveness and Reconcilliation: Theory and Applications,merangkum kaitan antara memaafkan dan kesehatan. Dalam karya ilmiahnya, Forgiveness in Health Research and Medical Practice di jurnal Explor, ia juga memaparkan dampak memaafkan terhadap kesehatan jiwa raga dalam penanganan pasien.  Disebutkan dalam penelitian ini, orang yang tidak memaafkan terkait erat dengan sikap marah, yang berdampak terhadap  penurunan fungsi kekebalan tubuh.

Penelitian senada dilakukan oleh para peneliti dari University of Massachusett. Mereka menyebutkan, sifat saling memaafkan bisa menurunkan tekanan darah dengan lebih cepat.  Di sebutkan, di saat konflik, tekanan darah dan denyut jantung meningkat, begitu juga kontraksi otot dalam tubuh, yang jika diabaikan bisa meningkatkan faktor resiko terjadinya serangan jantung dan strok.

Selain itu, para ilmuwan dari Amerika Serikat juga telah membuktikan bahwa orang yang belajar  memaafkan merasa lebih baik, tidak hanya secara batiniah, tetapi juga jasmaniah. Sebagai contoh, telah dibuktikan berdasarkan penelitian, bahwa gejala gejala pada kejiwaan dan tubuh seperti sakit punggung akibat stress, susah tidur dan sakit perut sangatlah berkurang pada orang-orang dapat mudah memaafkan kesalahan orang lain.

Itu maka, tulis Prof. Dr M. Qurasih Shihab, agama menganjurkan kita untuk menahan amarah, dan memberi maaf kepada orang yang berbuat salah, tidak lebih dari tiga hari. Dianjurkan pula, agar segera menutup lembaran lama dan menggantinya dengan lembaran baru. Dengan begitu, hati akan jadi lebih lapang, dan lega. Sebab memberi maaf, secara psikologis pada hakikatnya sama dengan membersihkan noda dan bekas luka di dalam hati. (SA)

Simak artikel lengkapnya di Majalah Sehat Alami, Vol.4,  2013 

Talkshow Kanker bersama DR ANG Peng Tam

Ikuti Talkshow/ Bincang kanker bersama DR Ang Peng Tam, medical director parkway cancer RS mount elizabeth singapura  pada hari sabtu 28 septermber 2013 pk 08-15
di puri agung hotel Grand Sahid jl Sudirman Jakarta 
biaya rp 60.000 
CP Liena 6339160 / 0818 0809 0199
Pelaksana Radio Bisnis PAS Fm

Senin, 16 September 2013

Gerak jalan sehat & donor darah 15-16 September 2013


Ikuti  Gerak Jalan Sehat Majelis Nasional KAHMI di lapangan Monumen Nasional (Monas) Minggu (15/9) pagi. Kegiatan ini salah satu dari rangkaian kegiatan Dies Natalis KAHMI ke 47 .  Kemudia donor darah pada hari Senin 16 Septermber 2013 pk 08.3-011.30 di aula ged Bidakara Jakarta. Info dan pendaftaran CP Andi Faizal 0813 16191924

Senin, 09 September 2013

Donor darah PMI dan indosat minggu 15 sept 2013

Ikuti donor darah dan pelayanan kesehatan bersama Indosat dan PMI hari minggu 15 septermber 2013 pk 06 sd selesai di bunderan HI bersamaan dengan event car free day.



Sabtu, 07 September 2013

ikuti Seminar awam tentang penyakit dalam minggu 8 september 2013

Seminar awam tema Hubungan diabetes dengan penyakit ginjal dan hipertensi 
hari minggu 8 september 2013 pk 09-12 di aula RSMPH Kebayoran Lama JakSel bersama DR dr H  Bimanesh sutardjo, spPD,KGH  gratis + goodie bag telp 5347411