Selasa, 30 Maret 2010

Seminar “Pentingnya Obat Halal di Indonesia” Rabu, 31 Maret 2001

Semakin penting untuk mengetahui bagaimana obat yang aman, sehat dan halal.
Seminar Kesehatan “Pentingnya Penyediaan Obat Halal di Indonesia”
Hari Rabu, 31 Maret 2010 di Balai Kartini
Jl. Gatot Subroto Kav. 37 Jakarta Selatan
Sasaran Peserta 1. Industri Farmasi 2. Dokter 3. Apoteker 4. Ilmuwan
5. Akademisi 6. Umum
Informasi hub sdri.Fitriana Utami (0251-8662931 / 0812.800.30.500) atau sdri Yuni Harina(021-3918890/0816.1820.360).

Rabu, 24 Maret 2010

Menuju Jaminan Kesehatan Sosial Nasional

Disahkannya Undang-Undang Reformasi Kesehatan oleh Presiden Amerika Serikat Barack Obama, awal pekan ini, merupakan terobosan luar biasa bagi pelayanan kesehatan di negeri yang berideologi kapitalisme dan kebebasan individu ini.

Salah satu yang terpenting adalah universal coverage, termasuk untuk 30 jutaan rakyat miskin yang selama ini tak mampu membeli asuransi kesehatan.

Bagaimana dengan Indonesia? Indonesia belum bisa segera mengikuti jejak AS walaupun selama ini sudah ada mekanisme untuk membantu layanan kesehatan bagi warga miskin. Target pencapaian universal coverage di Indonesia perlu realistis dan bertahap mengingat kemampuan keuangan negara serta kelaikan (feasibility) mekanisme pengumpulan dana.

Untuk awalnya, full coverage mungkin akan diutamakan untuk warga tak mampu dan coverage pelayanan kesehatan dasar untuk seluruh warga masyarakat yang lain.

Sebenarnya jaminan negara bagi layanan kesehatan sudah memiliki payung hukum dengan adanya UU No 40/2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN). SJSN adalah suatu tatanan atau tata cara penyelenggaraan program jaminan sosial untuk menjamin agar setiap warga negara mempunyai perlindungan sosial yang dapat memenuhi kebutuhan dasar hidupnya yang layak. Jaminan sosial dimaksud meliputi jaminan kesehatan, jaminan kecelakaan kerja, jaminan hari tua, jaminan pensiun, dan jaminan kematian.

Setiap WNI berhak mempunyai jaminan kesehatan sosial, tanpa kecuali, tidak peduli kaya atau miskin, tinggal di kota atau di daerah terpencil, kaum elite ataupun rakyat biasa.

Bukan pengobatan gratis

Apa artinya ”mempunyai jaminan kesehatan”? Istilah ini sering disalahartikan atau disimplifikasi sebagai ”memperoleh pengobatan gratis”. Memang nantinya dalam praktiknya setiap orang yang menggunakan fasilitas kesehatan tidak mengeluarkan uang PADA SAAT menerima pelayanan kesehatan tersebut. Gratis? Tentu tidak. Pelayanan kesehatan itu mahal. Pelayanan kesehatan tersebut suatu waktu pasti harus dibayar oleh seseorang atau oleh suatu institusi. Jadi, kapan pembayaran dilakukan? Dan oleh siapa?

Indonesia sudah lama mengenal asas gotong royong. Saling membantu, si kaya menolong si miskin, si kuat menolong si lemah. SJSN berasaskan gotong royong. Jaminan kesehatan tidak gratis, tetapi didanai bersama- sama secara bergotong royong melalui iuran. UU SJSN mengamanatkan bahwa setiap orang wajib menjadi peserta program Jaminan Kesehatan Sosial Nasional.

Iuran bagi fakir miskin dan tidak mampu dibayar Pemerintah, masyarakat pekerja (formal/penerima upah) iurannya ditanggung bersama oleh pekerja dan pemberi kerja, sedangkan sektor informal (pekerja mandiri/tidak menerima upah) iurannya ditentukan khusus.

Sesuai UU No 40/2004, dana untuk menjamin kesehatan peserta dikumpulkan secara teratur oleh sebuah (atau lebih) Badan Penyelenggara Jaminan Sosial. Dana dikumpulkan tanpa menunggu kasus penyakit. Hal ini berbeda dengan mekanisme pengumpulan koin untuk ananda Bilqis yang dilakukan pada saat ia sudah mengalami musibah sakit (dan perlu biaya besar) sehingga menggerakkan rasa kemanusiaan dan solidaritas sosial masyarakat Indonesia.

Manfaat yang diperoleh peserta bersifat komprehensif berupa pelayanan kesehatan promotif, preventif, kuratif, hingga rehabilitatif. Pembayaran kepada pemberi pelayanan kesehatan (PPK) bersifat prospective pay- ment system, suatu cara pembayaran yang kesepakatannya dilakukan di depan sebelum pelayanan diberikan.

Peta jalan

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) periode 2010-2014 bertekad untuk melakukan percepatan implementasi amanat UU SJSN. Jaminan kesehatan masyarakat (Jamkesmas) yang telah dimulai sejak tahun 2005 (dulu Askeskin) sebagai bentuk pelaksanaan kewajiban pemerintah terhadap fakir-miskin dan tidak mampu, tetap dijalankan dan diperbaiki mutunya sebagai langkah awal penyelenggaraan Jaminan Kesehatan Sosial Nasional secara menyeluruh.

Sebuah tim yang melibatkan banyak akademisi, praktisi, kementerian terkait, dan Dewan Jaminan Sosial Nasional (DJSN) tengah merancang peta jalan untuk pencapaian Jaminan Kesehatan Sosial Nasional bagi seluruh penduduk. Peta jalan ini mencakup aspek regulasi, kepesertaan, pelayanan kesehatan, paket manfaat, jaringan pelayanan, pendanaan, manajemen, dan sumber daya lainnya.

Saat ini baru 50,8 persen penduduk Indonesia yang mempunyai jaminan kesehatan; terdiri dari peserta Jamkesmas/Jamkesda 37,5 persen, peserta Askes sosial 6,6 persen, peserta Askes komersial 1 persen, Jaminan Kesehatan dalam Jamsostek 2 persen, Asabri 0,9 persen, dan asuransi lain 2,9 persen.

Untuk mencapai sistem Jaminan Kesehatan Sosial Nasional tidak cukup hanya memperluas cakupan kepesertaan, diperlukan kesiapan-kesiapan infrastruktur yang matang. Dalam hal kelembagaan, RUU Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) kini sedang digodog di DPR. Badan tersebut nantinya bersifat nirlaba, dana amanah, bersifat nasional, akuntabel, transparan, dengan portabilitas.

Tiap-tiap subsistem perlu ditata secara harmonis dengan subsistem lainnya. Perlu dirancang secara baik ketersediaan Pemberi Pelayanan Kesehatan (PPK) yang meliputi pelayanan kesehatan dasar/primer hingga tersier.

Selaku Menteri Kesehatan RI saya mengajak seluruh komponen masyarakat untuk ikut serta menyukseskan upaya menuju pencapaian Jaminan Kesehatan Sosial Nasional bagi seluruh penduduk sesuai amanah UU SJSN.

Endang RS, menkes RI sumber : Depkes

Pentingnya Dokter Keluarga

Saat ini banyak keluarga melakukan pengobatan hanya kepada satu dokter untuk anggota keluarganya. Dokter keluarga bisa menunjang meningkatkan taraf kesehatan bagi anggota keluarga dengan biaya murah.


Berdasarkan The American Board of FP,1969,dokter keluarga adalah dokter yang memberi pengetahuan kesehatan tingkat pertama hingga menyeluruh yang dibutuhkan semua anggota keluarga. Berdasarkan kesepakatan Ikatan Dokter Indonesia (IDI), pengertian dokter keluarga adalah dokter yang memberi pengetahuan kesehatan proaktif, holistik berorientasi komunitas dengan titik berat pada keluarga. Sementara, pengertian dokter keluarga dari Singapore College of GP,1987,adalah dokter yang memberi pengetahuan kesehatan personal, tingkat 1, menyeluruh dan berkesinambungan kepada pasien dalam lingkungan keluarga,komunitas, dan lingkungannya.

Dikatakan oleh Head of Division Ancillary & Medical Affair Rumah Sakit Siloam Karawaci,Tangerang, dr Anastina Tahjoo, MARS bahwa di luar negeri,seperti di Eropa atau Amerika, sudah menjadi kebiasaan,bahkan kewajiban bagi suatu keluarga untuk menggunakan jasa dokter keluarga saat berkonsultasi masalah kesehatan. ”Setiap keluarga di Eropa atau Amerika umumnya sudah menggunakan dokter keluarga untuk berkonsultasi, bahkan beberapa asuransi kesehatan menggunakan rekomendasi dokter keluarga untuk menangani keluhan mereka,” ucap dokter yang akrab disapa dr Ana ini. Ana mengatakan,di Indonesia, dokter keluarga adalah dokter umum.

’’Saat ini, sudah banyak yang menggunakan jasa dokter keluarga. Namun, jumlahnya tidak banyak karena mereka menganggap dokter keluarga mahal sekali. Padahal,justru dengan menggunakan jasa dokter keluarga,biaya pengobatan yang dibutuhkan sangat sedikit,”paparnya. Ana juga mengatakan, dokter keluarga biasanya lebih mengenal riwayat kesehatan si pasien,” kata dokter lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Atmajaya Jakarta ini. Jadi, papar Ana jika pasien menderita suatu penyakit atau mengeluh akan penyakit tertentu, dokter keluarga itu bisa mengetahui faktor penyebabnya sehingga biaya yang dikeluarkan lebih sedikit.

Suatu penyakit, bisa berhubungan dengan keadaan sosial lingkungan si penderita penyakit tersebut. Karena itu,Ana menyarankan, sebaiknya dan seharusnya setiap keluarga memiliki dokter keluarga yang secara otomatis akan meningkatkan taraf kesehatan masyarakat. ”Dokter keluarga ini bisa dalam bentuk dokter yang berkunjung ke rumah pasien,ataupun pasien yang berkonsultasi ke tempat praktik,” ungkapnya. Hal senada disampaikan dr Marganda DA Pasaribu MKK dari Rumah Sakit Omni Internasional, Alam Sutera Serpong,Tangerang. Dia mengatakan, setiap keluarga sebaiknya memiliki dokter keluarga karena dokter keluarga lebih fokus menangani kesehatan anggota keluarga tersebut.

”Dokter keluarga ini perhatiannya lebih banyak kepada tindakan promotif dan preventif,” sebut dokter lulusan Universitas Indonesia ini. Promotif merupakan suatu tindakan yang lebih memberikan informasi- informasi juga mengedukasi mengenai kesehatan, termasuk masalah penyakit,sehingga keluarga mengetahui bahaya-bahaya dari suatu penyakit dan bagaimana cara menghindari dan mengatasinya termasuk tindakan preventifnya. ”Semua itu bertujuan untuk meningkatkan taraf kesehatan anggota keluarga,”tuturnya. Dokter keluarga, Ana menyebutkan, agak berbeda dengan dokter pribadi.

Jika dokter keluarga menangani kesehatan semua anggota keluarga, sementara dokter pribadi hanya menangani satu pasien yang selalu berkonsultasi dengan dokter tersebut. Marganda mengatakan,siapa pun bisa memiliki dokter keluarga.Keuntungannya jika mempunyai keluhan, maka anggota keluarga bisa menyampaikan keluhannya kepada dokter keluarga tersebut. Disarankan Marganda, sebaiknya dokter keluarga inilah yang berkunjung ke rumah keluarga si pasien karena dokter keluarga bisa mengetahui kondisi dan keadaan rumah si pasien yang mungkin saja menjadi faktor penyebab timbulnya penyakit dalam suatu keluarga.

”Dokter keluarga sebenarnya bukan hal yang mewah. Memiliki dokter keluarga justru dapat menghemat ongkos kesehatan,” ucapnya saat dihubungi Seputar Indonesia.Dia juga menambahkan, dokter keluarga adalah polisi,konsultan sekaligus tempat curhat bagi si pasien. ”Dokter keluarga bisa menunjukkan peningkatan pengetahuan dan perilaku hidup sehat sehingga tingkat kesehatan masyarakat juga semakin meningkat,”pesannya. Dia juga mengatakan,keluarga adalah lingkup terkecil dari masyarakat.

Untuk membentuk negara yang sehat, bisa dimulai dari masyarakat yang sehat yang dimulai dari keluarga. (inggrid namirazswara) 21 March 2010

Ayo, Lengkapi Diri dan Keluarga dengan Asuransi Kesehatan

Kesehatan adalah salah satu aspek penting dalam kehidupan kita. Intensitas kedisiplinan kita dalam menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh selaras dengan besarnya peluang bagi kita untuk bisa beraktivitas dan berkarya secara maksimal.

Bagaimana dengan Anda? Apakah selama ini Anda sudah memperhatikan kesehatan tubuh sebagai faktor penting dalam menunjang keberhasilan? Saya percaya, tentu Anda menyadari bahwa kesehatan dan vitalitas tubuh merupakan modal penting untuk setiap aktivitas yang Anda geluti saat ini. Konon, salah satu cara untuk menjaga agar kesehatan tubuh tetap prima ialah mengombinasi antara program diet yang seimbang dengan aktivitas olahraga secara teratur.Faktanya,meskipun Anda sudah mengatur pola makan yang seimbang dan berolah raga secara teratur, semua itu tidaklah bisa menjamin bahwa Anda tidak akan membutuhkan perawatan kesehatan di sepanjang perjalanan hidup Anda ke depannya.

Terlebih lagi,ketika Anda tidak lagi berusia muda, perawatan kesehatan menjadi begitu dekat dengan keseharian Anda. Secara empiris, seiring dengan bertambahnya usia,kecenderungan terjadinya ragam penyakit semakin tinggi dalam hidup Anda.

Antisipasi Biaya Kesehatan dan Perawatan Sejak Dini

Risiko munculnya ragam penyakit dalam diri Anda sudah tentu berkaitan erat dengan kebutuhan pengeluaran keuangan yang bisa terjadi dalam jumlah yang besar. Bukan hanya diri Anda secara pribadi, pasangan dan anak-anak tercinta pun rentan terhadap munculnya ragam penyakit.

Dalam konteks inilah Anda tentu berkepentingan untuk memastikan bahwa Anda memiliki kemampuan yang cukup untuk membayar dan membiayai seluruh biaya perawatan kesehatan bila suatu saat nanti Anda dan keluarga sewaktu-waktu membutuhkannya. Kepastian terpenuhinya kebutuhan finansial untuk perawatan kesehatan Anda bisa terakomodasi secara maksimal manakala Anda sudah memperlengkapi diri dan keluarga dengan proteksi asuransi kesehatan.Polis asuransi kesehatan akan memberikan jaminan perlindungan terhadap pengeluaran tak terduga untuk perawatan kesehatan yang terus melambung dari waktu ke waktu bila Anda menderita sakit di kemudian hari.

Melalui polis asuransi kesehatan yang Anda miliki, pengeluaran yang muncul untuk biaya kesehatan dan perawatan kesehatan tidak sampai mengganggu atau menghabiskan tabungan dan dana yang sudah Anda sediakan untuk beragam keperluan penting lain, misalnya alokasi dana untuk biaya hidup Anda di hari tua nantinya. Seperti halnya program asuransi jiwa atau jenis asuransi lainnya, waktu terbaik untuk memiliki asuransi kesehatan adalah pada saat Anda masih berusia muda dan Anda dalam keadaan sehat.

Melalui skema asuransi kesehatan, Anda dan keluarga tercinta akan terlindungi dari ketidakpastian terhadap munculnya biaya kesehatan dan perawatan kesehatan yang mungkin Anda butuhkan di masa mendatang. Esensinya, asuransi kesehatan akan setia mendampingi Anda dan keluarga untuk menjadi penyelamat setiap saat (24 jam dalam sehari dan 7 hari dalam seminggu).Kapan pun waktunya, bila Anda harus mendapatkan perawatan kesehatan di rumah sakit, polis asuransi kesehatan Anda akan langsung bekerja untuk menanggulangi sebagian besar biaya perawatan kesehatan yang Anda butuhkan.

Secara kategorial, selain produk asuransi kesehatan bersifat individual yang diterbitkan untuk kebutuhan orang per orang, beberapa perusahaan asuransi jiwa juga menerbitkan asuransi kesehatan yang bersifat kumpulan.Produk pertama, polis asuransi kesehatan individu bisa Anda miliki sebagai sebuah produk tunggal/ berdiri sendiri (stand alone) atau dalam bentuk manfaat tambahan (rider) dari polis asuransi jiwa yang sudah Anda miliki. Sebagai salah satu bagian penting dari perencanaan keuangan keluarga, proteksi yang diberikan oleh kedua kategori polis tersebut tidak berubah.

Melalui premi ekstra dalam polis Anda, misalnya, rider akan memberikan tambahan proteksi dengan biaya yang relatif murah. Anda dapat melekatkan riderpada program asuransi jiwa yang Anda miliki, misalnya pada produk asuransi jiwa Whole Life,Endownment, atau Unit Link.Umumnya,asuransi kesehatan tidak mengandung elemen tabungan dan tidak menghasilkan nilai tunai.Ketika Anda membeli asuransi kesehatan sebagai rider,misalnya,asuransi jiwa dasar bisa saja memiliki elemen tabungan dan atau nilai tunai.

Produk kedua, polis asuransi kesehatan kumpulan diperuntukkan bagi para karyawan yang bekerja pada sebuah perusahaan. Konkretnya, perusahaan akan memberikan tunjangan asuransi kesehatan kepada para karyawan. Dalam hal ini, perusahaan yang akan bertindak sebagai pemegang polis dan membayar premi untuk kebutuhan tersebut, sedangkan karyawan sebagai peserta yang didaftarkan dalam polis akan mendapatkan manfaat asuransi. Biaya premi polis asuransi kesehatan kumpulan untuk manfaat yang sama umumnya lebih murah ketimbang produk individual.

Sebagai karyawan,Anda bisa memilikinya melalui skema kepesertaan asuransi kesehatan pada program asuransi kumpulan dari perusahaan tempat Anda bekerja. Untuk memastikan sejauh mana kebutuhan asuransi kesehatan Anda dan produk asuransi kesehatan yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan finansial Anda, segera hubungi agen asuransi Anda.

Semakin cepat Anda berkeputusan untuk memperlengkapi diri dan keluarga dengan polis asuransi kesehatan, semakin pasti langkah Anda untuk menatap hari depan yang lebih cerah bersama keluarga tercinta.(*)

sumber web seputar indonesia EDDY KA BERUTU Praktisi Asuransi dan Ketua Departemen Pendidikan, Pelatihan, dan Pengembangan AAJI

Obama loloskan UU Kesehatan

VIVAnews - Tak percuma Presiden Barack Obama 2 kali menunda kunjungan ke luar negeri, termasuk Indonesia. Berbagai lobi yang dia lakukan dengan para politisi di negaranya sepanjang akhir pekan lalu ternyata berhasil menggolkan RUU layanan kesehatan, yang menjadi reformasi besar bagi pelayanan pemerintah Amerika Serikat (AS) bagi rakyatnya yang kurang mampu.

Persetujuan RUU itu berlangsung melalui pemungutan suara di Dewan Perwakilan Rakyat AS. Setelah mendapat persetujuan, Obama akan menandatangani UU itu pada Selasa, 23 Maret 2010. Bagi kalangan pendukung, RUU Layanan Kesehatan itu merupakan pencapaian bersejarah dalam puluhan tahun terakhir. "Ini merupakan undang-undang hak sipil yang penting di abad ke-21," kata Jim Clyburn, anggota DPR dari South Carolina.

Selama 16 bulan terakhir, pemerintah dan DPR gencar meramu UU berbiaya US$940 miliar itu, yang akan meningkatkan pelayanan kesehatan kepada 32 juta warga yang tidak memiliki asuransi kesehatan.

UU itu juga membuat pelaku industri asuransi tidak bisa lagi beralasan menolak menanggung biaya kesehatan klien berdasarkan syarat-syarat aneh, yang populer disebut pre-existing medical condition.

Berdasarkan UU itu, mulai 2014 sebagian besar rakyat Amerika diharuskan membeli asuransi dan bisa dikenakan sanksi bila ada yang menolak. Jutaan keluarga dengan pendapatan hingga US$88.000 per tahun akan menerima bantuan pemerintah untuk mengatasi biaya hidup. Selain itu bisnis-bisnis besar akan dikenakan sanksi bila mereka tidak menawarkan tanggungan asuransi berkualitas baik kepada para pekerja.
Bagaimana dengan negara kita ....?
By Renne R.A Kawilarang - Senin, 22 Maretsumber vivanews

Lomba Bayi Sehat Sabtu 27 Maret 2010

Yang masih punya bayi boleh ikutan Lomba Bayi Sehat yang umurnya mulai 4 bulan - 3,5 tahun. Acaranya hari Sabtu 27 Maret mulai jam 09.30 pagi sampe 14 siang di ITC Permata Hijau Jak Sel bayarnya 35 ribu perak udah dapet souvenir. Kriteria yang dilombakan a.l kelengkapan imunisasi, gerak motorik, keseimbangan BB dan TB dan pemeriksaan fisik o/ team dokter.
Yagn mesti dibawa nanti yaitu fc akte kelahiran, Kartu Menuju Sehat atau Buku Dokter si anak. Pengumuman pemenang lomba pas akhir acara.
Yang mau tahu lebih lanjut bisa hub telp 84937639.

Tabloid Nakita Pekan ini "Kiat Anak Sehat secara mudah dan murah"

...kemarin pas lewat agen koran dekat rumah, ternyata ada satu tabloid yang menarik yaitu Tabloid anak Nakita yang pekan ini edisi 23-28 Maret 2010 isinya mengangkat tema "Kiat Anak Sehat secara mudah dan murah". Langsung aja kubeli dan pas lihat-lihat isinya bagus bener tentang cara-cara praktis oleh membiasakan pola hidup sehat secara sederhana oleh dr Handrawan Nadesul, mulai dari cuci tangan, makan/ minum nutrisi yang cukup sampai pola gerak anak/ olahraga dan tidak ketinggalan bermain yang ternyata membuat anak tetap sehat juga. Mau tahu lengkapnya beli dong atau pinjem tetangga boleh juga.