Telah terbit Buku Baru
HABBATUSSAUDA, MINYAK ZAITUN, PROPOLIS: AMPUH SEJAK RIBUAN TAHUN LALU
Radikal bebas di mana-mana. Di jalan raya, kita menghirup asap knalpot, di kantor rekan kerja merokok dan kita terpapar asapnya, makan siang menyantap menu berpengawet, atau stres. Semua menyumbang radikal bebas yang bersifat karsinogenik atau memicu sel kanker dan beragam penyakit degeratif lain seperti jantung koroner dan diabetes mellitus. Antioksidanlah yang manjur mencegah terbentuknya radikal bebas.
Senyawa antioksidan berbaik hati menyumbangkan satu atau lebih elektron kepada radikal bebas, sehingga radikal bebas dapat diredam. Sayangnya cadangan antioksidan di dalam tubuh sangat terbatas. Dampaknya saat terjadi paparan radikal bebas, tubuh memerlukan antioksidan eksogen atau antioksidan dari luar tubuh. Jintan hitam, propolis, dan minyak zaitun, kaya antioksidan yang diperlukan tubuh. Bagaimana pun mencegah tetap lebih baik daripada mengobati. Mencegah penyakit datang menggerogoti tubuh berarti mengkonsumsi pangan kaya antioksidan. Konsumsi salah satu dari trio herbal sebuah investasi kesehatan yang menguntungkan.***
full color | 128 hal; Harga Rp55.000,-
Kamis, 30 Desember 2010
7 Minuman Sehat Pengganti Air Putih
Bosan dengan air putih? Padahal air putih mengandung banyak sekali manfaat. Bahkan ada yang mengatakan minuman lain selain air putih sebenarnya adalah racun karena mengandung zat-zat yang tidak bersahabat untuk tubuh. Tapi kalau bosan minum air putih, apalagi yang bisa diminum? Berikut ada daftar minuman sehat lain yang dapat diminum selain air putih.
1. Jus jeruk.
Manfaat: mencegah penyakit jatung.
Kandungan antioksidan dalam jus jeruk akan membantu melindungi jantung, dengan melawan terjadinya peradangan yang nantinya bisa menyebabkan terjadinya kerusakan pada pembuluh darah. Studi yang dimasukkan ke dalam The American Journal of Clinical Nutrition menunjukkan, orang yang mengonsumsi makanan cepat saji dengan satu gelas jus jeruk, memiliki radikal bebas perusak arteri yang lebih sedikit, dibanding orang-orang yang mengonsumsi burger dan kentang goreng bersama air putih. Hanya saja tetap perhatikan kandungan gula di dalamnya.
2. Teh chamomile.
Manfaat: membuat tenang.
Studi yang dilakukan University of Pennsylvania di Philadelphia, menemukkan orang yang menyereput teh chamomile setiap hari selama 2 bulan, akan merasa tidak cemas. Nyalakan tombol mellow kita dengan meminum satu cangkir teh chamomile setiap sebelum tidur.
3. Jus kranberi.
Manfaat: mencegah penyakit gusi dan infeksi saluran kemih.
Senyawa alami yang ada dalam jus akan mencegah bakteri untuk melekat pada gigi yang berada di bawah garis gusi. 227 gram kranberi juga akan memberikan 39% dari kebutuhan vitamin C harian kita, meningkatkan kolesterol baik , serta menjaga kesehatan saluran kemih kita.
4. Susu cokelat.
Manfaat: menjaga perut tetap rata.
Satu gelas susu cokelat bebas lemak bisa memberikan asupan kombo akan karbohidrat dan protein, yang bisa membantu kita memulihkan tubuh setelah usai berolahraga. Atlet yang meminum susu cokelat bebas lemak usai berlatih secara intens selama 4 hari, memiliki tingkat kerusakan otot yang lebih kecil dibandingkan atlet yang minum air putih atau minuman pemulih lain, demikian temuan yang dikemukakan dalam pertemuan American College of Sport Medicine di Seattle. Dan itu sama artinya akan mengurangi rasa nyeri dan keletihan. Cukup seduh 2 sendok makan bubuk atau sirup cokelat (dengan kandungan gula kurang dari 20 gr) ke dalam susu tanpa rasa.
5. Teh hijau.
Manfaat: menjaga bobot tubuh tetap stabil.
Penelitian pada tikus yang dimasukkan dalam International Journal of Obesity mengemukakan, tikus yang berolahraga dan meminum teh hijau akan mengalami kenaikan bobot tubuh lebih rendah 22%, dibanding tikus lain yang hanya berolahraga dan minum teh biasa. Kandungan polyphenol dalam teh hijau akan melancarkan sistem metabolisme tubuh, dan membuat tubuh lebih mudah membakar lemak. Plus, teh juga kaya akan antioksidan yang baik dalam mencegah kanker dan penyakit jantung.
6. Jus tomat.
Manfaat: mencegah kanker.
Jus tomat penuh dengan kandungan lycopene dan vitamin yang berkhasiat mencegah kanker. Konsumsi setiap hari bisa efektif mencegah kanker.
7. Teh hitam.
Manfaat: mencegah kanker kulit.
Teh hitam terdiri dari flavonoid dan antioksidan yang membawa zat antikanker. Penelitian menunjukkan bahwa meminum secangkir teh atau lebih sehari dapat menurunkan resiko karsinoma sel skuamosa dalam tubuh sebesar 30%. Karsinoma sel skuamosa merupakan bentuk kanker jenis karsinoma yang bisa terdapat pada berbagai organ, termasuk kulit.
Sumber: http://www.foxyreign.com
1. Jus jeruk.
Manfaat: mencegah penyakit jatung.
Kandungan antioksidan dalam jus jeruk akan membantu melindungi jantung, dengan melawan terjadinya peradangan yang nantinya bisa menyebabkan terjadinya kerusakan pada pembuluh darah. Studi yang dimasukkan ke dalam The American Journal of Clinical Nutrition menunjukkan, orang yang mengonsumsi makanan cepat saji dengan satu gelas jus jeruk, memiliki radikal bebas perusak arteri yang lebih sedikit, dibanding orang-orang yang mengonsumsi burger dan kentang goreng bersama air putih. Hanya saja tetap perhatikan kandungan gula di dalamnya.
2. Teh chamomile.
Manfaat: membuat tenang.
Studi yang dilakukan University of Pennsylvania di Philadelphia, menemukkan orang yang menyereput teh chamomile setiap hari selama 2 bulan, akan merasa tidak cemas. Nyalakan tombol mellow kita dengan meminum satu cangkir teh chamomile setiap sebelum tidur.
3. Jus kranberi.
Manfaat: mencegah penyakit gusi dan infeksi saluran kemih.
Senyawa alami yang ada dalam jus akan mencegah bakteri untuk melekat pada gigi yang berada di bawah garis gusi. 227 gram kranberi juga akan memberikan 39% dari kebutuhan vitamin C harian kita, meningkatkan kolesterol baik , serta menjaga kesehatan saluran kemih kita.
4. Susu cokelat.
Manfaat: menjaga perut tetap rata.
Satu gelas susu cokelat bebas lemak bisa memberikan asupan kombo akan karbohidrat dan protein, yang bisa membantu kita memulihkan tubuh setelah usai berolahraga. Atlet yang meminum susu cokelat bebas lemak usai berlatih secara intens selama 4 hari, memiliki tingkat kerusakan otot yang lebih kecil dibandingkan atlet yang minum air putih atau minuman pemulih lain, demikian temuan yang dikemukakan dalam pertemuan American College of Sport Medicine di Seattle. Dan itu sama artinya akan mengurangi rasa nyeri dan keletihan. Cukup seduh 2 sendok makan bubuk atau sirup cokelat (dengan kandungan gula kurang dari 20 gr) ke dalam susu tanpa rasa.
5. Teh hijau.
Manfaat: menjaga bobot tubuh tetap stabil.
Penelitian pada tikus yang dimasukkan dalam International Journal of Obesity mengemukakan, tikus yang berolahraga dan meminum teh hijau akan mengalami kenaikan bobot tubuh lebih rendah 22%, dibanding tikus lain yang hanya berolahraga dan minum teh biasa. Kandungan polyphenol dalam teh hijau akan melancarkan sistem metabolisme tubuh, dan membuat tubuh lebih mudah membakar lemak. Plus, teh juga kaya akan antioksidan yang baik dalam mencegah kanker dan penyakit jantung.
6. Jus tomat.
Manfaat: mencegah kanker.
Jus tomat penuh dengan kandungan lycopene dan vitamin yang berkhasiat mencegah kanker. Konsumsi setiap hari bisa efektif mencegah kanker.
7. Teh hitam.
Manfaat: mencegah kanker kulit.
Teh hitam terdiri dari flavonoid dan antioksidan yang membawa zat antikanker. Penelitian menunjukkan bahwa meminum secangkir teh atau lebih sehari dapat menurunkan resiko karsinoma sel skuamosa dalam tubuh sebesar 30%. Karsinoma sel skuamosa merupakan bentuk kanker jenis karsinoma yang bisa terdapat pada berbagai organ, termasuk kulit.
Sumber: http://www.foxyreign.com
Obat Herbal kurang manjur, benerkah ... ?
Mendengar kata herbal, apa yang terlintas di benak Anda? Kendati masyarakat telah turun-temurun memanfaatkannya dalam pengobatan, herbal tetap saja lebih inferior ketimbang obat konvensional. Obat Herbal mulai banyak dipilih sebagai alternatif penyembuhan. Betulkah ia kurang cespleng?
Menjawab pertanyaan tersebut, ahli herbal, Dr dr Amarullah H Siregar FBIHom DIHom DNMed menyodorkan sejumlah argumentasi ilmiah. Belajar naturopati di Inggris dan Amerika, ia mendapati banyak sekali daun, akar, ataupun benalu tumbuhan yang berkhasiat obat. "Di lain sisi, seperti yang diumumkan WHO pada awal 2006 lalu, 1035 obat yang telah disetujui Badan Pengawasan Obat dan Makanan (FDA) Amerika Serikat sepanjang tahun 1989 sampai 2000, tiga perempatnya ternyata tak memiliki makna mengobati."
Di Indonesia, obat dari bahan alami mayoritas masih masuk dalam kelas jamu dan obat herbal terstandar. Baru lima saja yang telah berada di golongan fitofarmaka terbukti memiliki khasiat serupa obat konvensional. "Padahal, hampir semua obat bisa disubstitusi dengan bahan alami," komentar dokter yang mendalami naturopati ini.
Sebut saja, antibiotik. Sesuai namanya, antibiotik berarti antibiota. "Saat dikonsumsi, bakteri baik yang hidup di saluran pencernaan juga ikut terbunuh," ungkap Amarullah dalam Media Discussion Sehat dengan Herbal yang digelar Deltomed, Rabu (19/5) lalu, di Jakarta.
Ini berarti penggunaan antibiotik malah memunculkan masalah kesehatan yang baru. Orang yang mendapatkan antibiotik jangka panjang otomatis membutuhkan suplemen yang dapat menyuburkan kembali populasi bakteri sahabat saluran cerna. "Kalau ditunggu, ia baru bisa mencapai jumlah yang cukup setelah 48 sampai 54 hari kemudian," kata Amarullah yang juga konsultan homeopathic medicine.
Lalu, sekarang, mari simak bagaimana meniran menjalankan perannya sebagai antibiotik alami. Amarullah menuturkan, meniran pintar mengenali sumber masalah. "Hanya bakteri jahat saja yang ditumpasnya."
Namun, sebetulnya, bukan bahan aktif meniran yang berperang secara langsung. Meniran justru mendorong tubuh untuk bisa menyembuhkan diri sendiri. "Meniran mengaktifkan produksi kelenjar timus di paru-paru dan meningkatkan pasokan sel limfosit T yang berkaitan dengan ketangguhan imunitas hingga mampu mematikan bakteri jahat di tubuh," urai dokter naturopati jebolan Clayton College of Natural Health, Birmingham, Amerika Serikat.
Begitu keluhan hilang, konsumsi meniran bisa dihentikan. Tidak seperti antibiotik konvensional yang memang harus diminum sampai habis sesuai jumlah dan dosis yang diresepkan. "Obat herbal andaikan tak dibutuhkan tubuh akan langsung keluar melalui urine, tidak akan menumpuk di dalam tubuh," urai dokter yang memiliki klinik di Ragunan, Jakarta Selatan, ini.
Lebih lanjut, Amarullah mengajak masyarakat agar mengubah paradigmanya. Berobat bukan cuma menghilangkan gejala yang dikeluhkan. "Carilah kesembuhan dengan melacak akar penyakitnya." Amarullah mencontohkan kasus darah tinggi. Tak bijak jika penyakit ini cuma diredakan atau distabilkan dengan obat. "Akar penyakitnya ada di ginjal dan organ itulah yang mesti dikembalikan vitalitasnya."
Persoalannya, spesialis jantung dan kardiovaskular bukan dokter ginjal. Pasien harus ke dokter lain untuk mendapatkan pengobatan. "Sementara itu, dalam naturopati, ilmu kedokteran ini memperlakukan tubuh manusia sebagai satu kesatuan hingga tidak luput merevitalisasi ginjal pasien darah tinggi," kata Amarullah yang dipercaya menyusun kurikulum mata kuliah naturopati di Indonesia.
Obat herbal, lanjut Amarullah, tersedia juga untuk kondisi akut. Contohnya, obat batuk, pilek, serta radang tenggorokan pada anak. "Sudah tersedia dalam bentuk sirup dengan isi ekstrak jahe, cengkeh, lengkuas, kapulaga, dan kunyit yang berefek antiradang lalu dipermanis dengan madu atau gula aren."
Seiring dengan meredanya batuk, pilek, serta radang tenggorokan, Amarullah mengimbau agar sistem imunitas diperkuat. Untuk itu, antibodi harus digenjot. "Bisa dengan mengonsumsi meniran." Untuk pencegahan serangan batuk pilek berulang, Amarullah memberikan tips sederhana.
Minum saja bandrek. "Bisa juga dengan mencampur setengah serbuk bandrek dengan jahe plus lengkuas ketika terasa suara mulai parau dan bindeng."
Red: irf Wednesday, 22 December 2010 Rep: Reiny Dwinanda/republika-online
Menjawab pertanyaan tersebut, ahli herbal, Dr dr Amarullah H Siregar FBIHom DIHom DNMed menyodorkan sejumlah argumentasi ilmiah. Belajar naturopati di Inggris dan Amerika, ia mendapati banyak sekali daun, akar, ataupun benalu tumbuhan yang berkhasiat obat. "Di lain sisi, seperti yang diumumkan WHO pada awal 2006 lalu, 1035 obat yang telah disetujui Badan Pengawasan Obat dan Makanan (FDA) Amerika Serikat sepanjang tahun 1989 sampai 2000, tiga perempatnya ternyata tak memiliki makna mengobati."
Di Indonesia, obat dari bahan alami mayoritas masih masuk dalam kelas jamu dan obat herbal terstandar. Baru lima saja yang telah berada di golongan fitofarmaka terbukti memiliki khasiat serupa obat konvensional. "Padahal, hampir semua obat bisa disubstitusi dengan bahan alami," komentar dokter yang mendalami naturopati ini.
Sebut saja, antibiotik. Sesuai namanya, antibiotik berarti antibiota. "Saat dikonsumsi, bakteri baik yang hidup di saluran pencernaan juga ikut terbunuh," ungkap Amarullah dalam Media Discussion Sehat dengan Herbal yang digelar Deltomed, Rabu (19/5) lalu, di Jakarta.
Ini berarti penggunaan antibiotik malah memunculkan masalah kesehatan yang baru. Orang yang mendapatkan antibiotik jangka panjang otomatis membutuhkan suplemen yang dapat menyuburkan kembali populasi bakteri sahabat saluran cerna. "Kalau ditunggu, ia baru bisa mencapai jumlah yang cukup setelah 48 sampai 54 hari kemudian," kata Amarullah yang juga konsultan homeopathic medicine.
Lalu, sekarang, mari simak bagaimana meniran menjalankan perannya sebagai antibiotik alami. Amarullah menuturkan, meniran pintar mengenali sumber masalah. "Hanya bakteri jahat saja yang ditumpasnya."
Namun, sebetulnya, bukan bahan aktif meniran yang berperang secara langsung. Meniran justru mendorong tubuh untuk bisa menyembuhkan diri sendiri. "Meniran mengaktifkan produksi kelenjar timus di paru-paru dan meningkatkan pasokan sel limfosit T yang berkaitan dengan ketangguhan imunitas hingga mampu mematikan bakteri jahat di tubuh," urai dokter naturopati jebolan Clayton College of Natural Health, Birmingham, Amerika Serikat.
Begitu keluhan hilang, konsumsi meniran bisa dihentikan. Tidak seperti antibiotik konvensional yang memang harus diminum sampai habis sesuai jumlah dan dosis yang diresepkan. "Obat herbal andaikan tak dibutuhkan tubuh akan langsung keluar melalui urine, tidak akan menumpuk di dalam tubuh," urai dokter yang memiliki klinik di Ragunan, Jakarta Selatan, ini.
Lebih lanjut, Amarullah mengajak masyarakat agar mengubah paradigmanya. Berobat bukan cuma menghilangkan gejala yang dikeluhkan. "Carilah kesembuhan dengan melacak akar penyakitnya." Amarullah mencontohkan kasus darah tinggi. Tak bijak jika penyakit ini cuma diredakan atau distabilkan dengan obat. "Akar penyakitnya ada di ginjal dan organ itulah yang mesti dikembalikan vitalitasnya."
Persoalannya, spesialis jantung dan kardiovaskular bukan dokter ginjal. Pasien harus ke dokter lain untuk mendapatkan pengobatan. "Sementara itu, dalam naturopati, ilmu kedokteran ini memperlakukan tubuh manusia sebagai satu kesatuan hingga tidak luput merevitalisasi ginjal pasien darah tinggi," kata Amarullah yang dipercaya menyusun kurikulum mata kuliah naturopati di Indonesia.
Obat herbal, lanjut Amarullah, tersedia juga untuk kondisi akut. Contohnya, obat batuk, pilek, serta radang tenggorokan pada anak. "Sudah tersedia dalam bentuk sirup dengan isi ekstrak jahe, cengkeh, lengkuas, kapulaga, dan kunyit yang berefek antiradang lalu dipermanis dengan madu atau gula aren."
Seiring dengan meredanya batuk, pilek, serta radang tenggorokan, Amarullah mengimbau agar sistem imunitas diperkuat. Untuk itu, antibodi harus digenjot. "Bisa dengan mengonsumsi meniran." Untuk pencegahan serangan batuk pilek berulang, Amarullah memberikan tips sederhana.
Minum saja bandrek. "Bisa juga dengan mencampur setengah serbuk bandrek dengan jahe plus lengkuas ketika terasa suara mulai parau dan bindeng."
Red: irf Wednesday, 22 December 2010 Rep: Reiny Dwinanda/republika-online
Sabtu, 25 Desember 2010
Buku Baru "Hidup Bebas Kanker"
Data badan kesehatan dunia WHO menunjukkan bahwa kanker di Indonesia pada tahun 2005 telah membunuh kurang lebih 206.000 jiwa, dengan 135.000 di antaranya berumur di bawah 70 tahun. Kini, kanker menjadi penyumbang kematian ketiga tebesar setelah penyakit jantung. Namun, diperkirakan akan menduduki peringkat ketiga teratas pada 2030 dengan potensi peningkatan 5x lipat dari jumlah sekarang. Penyebab utamanya adalah :
Kurang berolahraga
Merokok
Pola makan salah Pemakaian pestisida
Hampir 70% pasien kanker yang berobat ke rumah sakit berada dalam kondisi lanjut (advance). Persentase tersebut mengindikasikan bahwa pasien kanker di Indonesia dalam tahap penyembuhannya lebih sulit ditangani secara medis.
REVOLUSI DI DUNIA PENGOBATAN KANKER!
Buku ini menyediakan jawaban dari persoalan di atas. Lewat penggabungan kisah-kisah inspiratif dari pasien penderita kanker, David Schreiber memberikan uraian mengenai asal mula tumbuhnya sel kanker hingga penjelasan bagaimana mengembangkan diet antikanker berbasis ilmu. Ia memaparkan temuannya mengenai:
• Pestisida bahayakan sel imun
• Asupan nutrisi seimbangkan hidup
• Trauma pengaruhi pemulihan kesehatan
• Hubungan tubuh & pikiran maksimalkan perawatan medis
Belajar melindungi diri sendiri adalah hal paling sederhana yang dapat mencegah sekaligus menyembuhkan penyakit kanker & buku inilah panduan yang tepat untuk cara hidup yang lebih baru!! Penerbit Bentang Pustaka
Kurang berolahraga
Merokok
Pola makan salah Pemakaian pestisida
Hampir 70% pasien kanker yang berobat ke rumah sakit berada dalam kondisi lanjut (advance). Persentase tersebut mengindikasikan bahwa pasien kanker di Indonesia dalam tahap penyembuhannya lebih sulit ditangani secara medis.
REVOLUSI DI DUNIA PENGOBATAN KANKER!
Buku ini menyediakan jawaban dari persoalan di atas. Lewat penggabungan kisah-kisah inspiratif dari pasien penderita kanker, David Schreiber memberikan uraian mengenai asal mula tumbuhnya sel kanker hingga penjelasan bagaimana mengembangkan diet antikanker berbasis ilmu. Ia memaparkan temuannya mengenai:
• Pestisida bahayakan sel imun
• Asupan nutrisi seimbangkan hidup
• Trauma pengaruhi pemulihan kesehatan
• Hubungan tubuh & pikiran maksimalkan perawatan medis
Belajar melindungi diri sendiri adalah hal paling sederhana yang dapat mencegah sekaligus menyembuhkan penyakit kanker & buku inilah panduan yang tepat untuk cara hidup yang lebih baru!! Penerbit Bentang Pustaka
Ternyata Ada Peningkatan Aktivitas Otak Selama Berdoa
Bagaimana kondisi apa ketika Anda sedang berdoa? peneliti Dr Andrew Newberg melakukan penelitian untuk melihat hubungan otak manusia saat berdoa atau bermeditasi. Hasilnya, aktivitas otak cenderung meningkat di kala seseorang sedang berdoa.
Newberg yang merupakan ahli bidang neurotheology ini mencoba untuk mempelajari hubungan antara otak dan agama. Ia mengatakan, ada hubungan antara otak dengan agama seseorang.
"Terjadi peningkatan aktivitas di lobus frontal pada seorang meditator," kata Newberg, seperti dikutip dari Dailymail.
Sebagai bagian dari penelitiannya, Newberg mempelajari aktivitas otak umat Buddha Tibet sebelum dan selama meditasi.
Bagian lobus frontal pada otka ternyata lebih aktif pada saat bermeditasi ketimbang sebelum bermeditasi.
Namun penelitian Nerberg bukanlah studi pertama yang mengungkapkan keterkaitan aktivitas otak dengan meditasi. Bulan lalu, sebuah studi dari University of Oregon menemukan meditasi dapat memperkuat otak seseorang.
Pada orang yang bermeditasi, terjadi 'perubahan struktural' dalam serat yang menghubungkan cingulate anterior atau bagian otak yang membantu mengatur emosi dan perilaku.
“Kami menilai apa yang terjadi di otak orang saat mereka praktek spiritual seperti meditasi atau doa.
Ini benar-benar sudah memberi kami jendela luar biasa ke dalam apa yang diperuntukkan bagi orang untuk menjadi religius atau untuk melakukan praktek seperti ini,” ujarnya.
Sebelum ini, disertasi Dr. Mohammad Sholeh berjudul “Pengaruh Shalat Tahajjud Terhadap Peningkatan Perubahan Respon Ketahanan Tubuh Imunologik” menunjukkan temuan shalat tahajud melahirkan ketenangan yang terbukti mampu meningkatkan ketahanan tubuh imunologik, mengurangi resiko terkena penyakit jantung dan meningkatkan usia harapan hidup.
Menurut Sholeh, secara medis sholat tahajjud dapat menumbuhkan respons ketahanan tubuh (imonologi) khususnya pada imonoglobin M, G, A dan limfosit, yang berupa persepsi dan motivasi positif, serta dapat mengefektifkan kemampuan individu untuk menanggulangi masalah yang dihadapi (coping). Hanya saja, tahajjud yang dimaksudkan adalah shalat tahajjud yang benar-benar khusuk dengan gerakan tepat dan dilakukan dengan keikhlasan.[dm/cha/hidayatullah.com]
Newberg yang merupakan ahli bidang neurotheology ini mencoba untuk mempelajari hubungan antara otak dan agama. Ia mengatakan, ada hubungan antara otak dengan agama seseorang.
"Terjadi peningkatan aktivitas di lobus frontal pada seorang meditator," kata Newberg, seperti dikutip dari Dailymail.
Sebagai bagian dari penelitiannya, Newberg mempelajari aktivitas otak umat Buddha Tibet sebelum dan selama meditasi.
Bagian lobus frontal pada otka ternyata lebih aktif pada saat bermeditasi ketimbang sebelum bermeditasi.
Namun penelitian Nerberg bukanlah studi pertama yang mengungkapkan keterkaitan aktivitas otak dengan meditasi. Bulan lalu, sebuah studi dari University of Oregon menemukan meditasi dapat memperkuat otak seseorang.
Pada orang yang bermeditasi, terjadi 'perubahan struktural' dalam serat yang menghubungkan cingulate anterior atau bagian otak yang membantu mengatur emosi dan perilaku.
“Kami menilai apa yang terjadi di otak orang saat mereka praktek spiritual seperti meditasi atau doa.
Ini benar-benar sudah memberi kami jendela luar biasa ke dalam apa yang diperuntukkan bagi orang untuk menjadi religius atau untuk melakukan praktek seperti ini,” ujarnya.
Sebelum ini, disertasi Dr. Mohammad Sholeh berjudul “Pengaruh Shalat Tahajjud Terhadap Peningkatan Perubahan Respon Ketahanan Tubuh Imunologik” menunjukkan temuan shalat tahajud melahirkan ketenangan yang terbukti mampu meningkatkan ketahanan tubuh imunologik, mengurangi resiko terkena penyakit jantung dan meningkatkan usia harapan hidup.
Menurut Sholeh, secara medis sholat tahajjud dapat menumbuhkan respons ketahanan tubuh (imonologi) khususnya pada imonoglobin M, G, A dan limfosit, yang berupa persepsi dan motivasi positif, serta dapat mengefektifkan kemampuan individu untuk menanggulangi masalah yang dihadapi (coping). Hanya saja, tahajjud yang dimaksudkan adalah shalat tahajjud yang benar-benar khusuk dengan gerakan tepat dan dilakukan dengan keikhlasan.[dm/cha/hidayatullah.com]
Pornografi Merusak Otak
Pornografi, bukan saja dilarang oleh agama tapi juga oleh negara. Sehingga keluarlah Undang-undang Republik Indonesia Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi. Namun, dalam undang-undang tersebut banyak kelemahannya begitu menurut Juniwati T. Masjchun Sofwan, ketua Komote Indonesia untuk Pemberantasan Pornografi dan Pornoaksi dalam acara workshop tentang "Kerusakan Otak Akibat Pornografi" yang digelar pada Kamis (23/12) di Jakarta. Begitulah sesuatu yang diciptakan oleh makhluk pasti ada kelemahannya.
Menurut Gunawan Bambang Dwiyanto, Kepala Sub Bidang Pemeliharaan dan Peningkatan Kemampuan Inteligensia Anak Pusat Inteligensia Kementerian Kesehatan RI, paling tidak ada enam hal yang diakibatkan oleh pornografi, diantaranya: Rusaknya moral bangsa, krisis perkembangan inteligensia, gangguan perilaku dengan eskalasi yang meningkat, menurunkan kinerja otak, menurunkan kualitas SDM dan menurunkan kualitas belajar bangsa.
Semoga ini menjadi perhatian para pemimpin negeri ini, agar generasi mendatang menjadi kuat tidak dilemahkan oleh pornografi. Karena pornografi bisa merusak segala-galanya. Sebagaimana yang pernah dijanjikan oleh SBY, ketika pertama kali terpilih jadi orang nomor satu di negeri ini, kepada Masyarakat Anti Pornografi untuk membentuk Barisan Keluarga Bersih dari Pornografi. (MZS)
Menurut Gunawan Bambang Dwiyanto, Kepala Sub Bidang Pemeliharaan dan Peningkatan Kemampuan Inteligensia Anak Pusat Inteligensia Kementerian Kesehatan RI, paling tidak ada enam hal yang diakibatkan oleh pornografi, diantaranya: Rusaknya moral bangsa, krisis perkembangan inteligensia, gangguan perilaku dengan eskalasi yang meningkat, menurunkan kinerja otak, menurunkan kualitas SDM dan menurunkan kualitas belajar bangsa.
Semoga ini menjadi perhatian para pemimpin negeri ini, agar generasi mendatang menjadi kuat tidak dilemahkan oleh pornografi. Karena pornografi bisa merusak segala-galanya. Sebagaimana yang pernah dijanjikan oleh SBY, ketika pertama kali terpilih jadi orang nomor satu di negeri ini, kepada Masyarakat Anti Pornografi untuk membentuk Barisan Keluarga Bersih dari Pornografi. (MZS)
Rabu, 22 Desember 2010
Ingin Hidup Sehat di Tengah ’Kota Polusi’ ??
Jakarta menempati urutan ke-3 sebagai kota dengan kualitas udara terburuk di dunia. Apa yang bisa kita lakukan?
Meski Jakarta makin macet, pengap, dan terpolusi, rasanya sulit bagi kita untuk meninggalkan ibukota tercinta ini. Karena itu, kalau ingin bertahan di ibukota Republik Indonesia yang tersayang ini, kita perlu melakukan sesuatu untuk membuat udara kota Jakarta lebih sehat bagi kita maupun anak cucu Mengandalkan pemerintah saja tidak cukup. Bersama-sama akan ditemukan solusi secara lebih cepat dan lebih sempurna.
Tapi sebelum bertindak, perlu kita ketahui dulu apa saja yang membuat Jakarta menjadi kota yang tidak sehat. Beberapa fakta – yang mungkin Anda sadari secara samar-samar – telah dipaparkan secara gamblang oleh para ahli dalam Green Festival 2010 yang bertema Solusi untuk Bumi dan diselenggarakan di Parkir Timur Senayan, awal November lalu.
Stop Volume Kendaraan Bermotor
Pertumbuhan jumlah kendaraan di DKI Jakarta mencapai 10,9% per tahun. Dengan laju pertumbuhan setinggi ini, jumlah kendaraan di Jakarta saat ini (2010) telah mencapai 11.362.396 unit (Polda Metro Jaya, Agustus 2010) terdiri dari 8.244.346 unit kendaraan roda dua dan 3.118.050 unit kendaraan roda empat, jauh melampaui jumlah penduduk Jakarta yang hanya 9.558.198 jiwa.
Kemacetan diperparah karena panjang jalan di Jakarta hanya sekitar 7.650 kilometer untuk luas 40,1 kilometer persegi, atau hanya 6,26% dari luas wilayahnya. Padahal, perbandingan ideal antara prasarana jalan dan luas wilayah adalah 14%. Berarti, Jakarta harus membangun sedikitnya, dua kali lebih banyak jalan dari sekarang. Mungkinkah?
Sudah begitu, sebagian besar kendaraan bermotor ini menghasilkan emisi gas buang yang buruk, karena para pemilik kendaraan tidak memberikan perawatan yang memadai atau menggunakan bahan bakar berkualias kurang baik. Sementara laporan World Bank (2009) menyatakan bahwa 70% sumber pencemar udara berasal dari emisi gas buang kendaraan bermotor.
Bisa dimengerti mengapa kemacetan makin sulit diatasi dan pencemaran udara semakin meningkat.
Apa yang harus dilakukan ?
· Pemerintah. Batasi kepemilikan kendaraan pribadi untuk menekan efek negatif polusi yang ditimbulkan.
· Kita. Lebih disiplin melakukan uji emisi untuk mengetahui kadar partikel dan karbon kendaraan bermotor mesin bensin. Ini berlaku untuk mobil pribadi maupun angkutan umum.
· Pemerintah. Berikan sanksi tegas jika ada emisi yang melebihi ambang batas.
· Kita. Berbesar hati jika dalam waktu dekat ini pemerintah DKI Jakarta menerapkan Electronic Road Pricing (ERP) atau jalan berbayar, di ruas jalan yang sebelumnya diberlakukan sistem 3 in 1.
· Pemerintah. Perbaiki fasilitas angkutan umum agar para pengguna kendaraan pribadi tidak segan beralih ke kendaraan umum.
Risiko kanker darah setelah timbal diganti
Tahun 1996, Jakarta telah dinyatakan sebagai kota dengan kualitas udara terburuk di dunia setelah Mexico City (Meksiko) dan Bangkok (Thailand). Gara-gara pernyataan WHO ini, dilakukan upaya pembebasan Indonesia dari bensin bertimbal dimulai dengan pencanangan Program Langit Biru oleh Presiden Soeharto pada tahun 1996, setelah Indonesia menghadiri pertemuan puncak Earth Summit di Rio de Janeiro, Brasil. Lewat Program Langit Biru, sejak 2001, Jakarta dan sekitarnya dinyatakan bebas bensin bertimbal, disusul kota-kota besar lain di seluruh Indonesia (2006).
Namun, berdasarkan hasil penelitian Pusat Penelitian Kesehatan Universitas Indonesia (PPK UI), setelah sekian tahun program pembebasan bensin bertimbal berjalan, diketahui kualitas udara di Jakarta masih sangat buruk, karena BBM kita mengandung senyawa berbahaya pengganti timbal (senyawa aromatik, senyawa oksigenat, senyawa olevin, dan senyawa isomerat). Dalam kurun waktu 5 sampai 30 tahun, senyawa pengganti timbal ini dapat menyebabkan kanker darah (leukemia).
Menurut Budi Haryanto, Peneliti dari PPK UI, paparan senyawa aromatik di udara Jakarta sangat berbahaya karena merupakan senyawa yang bersifat genotoxic carcinogen. Artinya, tidak ada batas aman untuk terkena risiko kanker. Penggunaan senyawa pengganti timbal ini seharusnya diikuti dengan pemasangan catalyctic converter pada knalpot kendaraan yang berfungsi menyaring zat-zat beracun hasil pembakaran senyawa aromatik.
Dari hasil penelitian yang dilakukan di negara-negara Eropa, diketahui bahwa kebocoran pengisian bahan bakar tanpa timbal sebanyak 12 persen saja sudah bisa menimbulkan risiko kanker. Apalagi, pengguna jalan di kota metropolitan setiap hari menghirup udara beracun dari senyawa aromatik yang tidak melalui proses penyaringan.
Apa yang harus dilakukan ?
Pemerintah, produsen dan pemasok mobil. Para produsen dan pemasok mobil di Indonesia, harus lebih bertanggungjawab terhadap kesehatan lingkungan, dengan memasang catalytic converter pada knalpot kendaraan mobil maupun sepeda motor yang mereka jual kepada konsumennya, agar bisa lebih ramah terhadap lingkungan.
Pemda, LSM, kita. Galakkan kampanye hidup sehat bebas udara beracun di jalan raya, antara lain dengan mewajibkan penggunaan masker setiap kali berkendara atau beraktivitas di luar rumah. (N)
Penulis : Ahmad Kholil
Simak artikel lengkapnya di majalah Nirmala 12/Tahun 11, edar 1 Desember 2010
Meski Jakarta makin macet, pengap, dan terpolusi, rasanya sulit bagi kita untuk meninggalkan ibukota tercinta ini. Karena itu, kalau ingin bertahan di ibukota Republik Indonesia yang tersayang ini, kita perlu melakukan sesuatu untuk membuat udara kota Jakarta lebih sehat bagi kita maupun anak cucu Mengandalkan pemerintah saja tidak cukup. Bersama-sama akan ditemukan solusi secara lebih cepat dan lebih sempurna.
Tapi sebelum bertindak, perlu kita ketahui dulu apa saja yang membuat Jakarta menjadi kota yang tidak sehat. Beberapa fakta – yang mungkin Anda sadari secara samar-samar – telah dipaparkan secara gamblang oleh para ahli dalam Green Festival 2010 yang bertema Solusi untuk Bumi dan diselenggarakan di Parkir Timur Senayan, awal November lalu.
Stop Volume Kendaraan Bermotor
Pertumbuhan jumlah kendaraan di DKI Jakarta mencapai 10,9% per tahun. Dengan laju pertumbuhan setinggi ini, jumlah kendaraan di Jakarta saat ini (2010) telah mencapai 11.362.396 unit (Polda Metro Jaya, Agustus 2010) terdiri dari 8.244.346 unit kendaraan roda dua dan 3.118.050 unit kendaraan roda empat, jauh melampaui jumlah penduduk Jakarta yang hanya 9.558.198 jiwa.
Kemacetan diperparah karena panjang jalan di Jakarta hanya sekitar 7.650 kilometer untuk luas 40,1 kilometer persegi, atau hanya 6,26% dari luas wilayahnya. Padahal, perbandingan ideal antara prasarana jalan dan luas wilayah adalah 14%. Berarti, Jakarta harus membangun sedikitnya, dua kali lebih banyak jalan dari sekarang. Mungkinkah?
Sudah begitu, sebagian besar kendaraan bermotor ini menghasilkan emisi gas buang yang buruk, karena para pemilik kendaraan tidak memberikan perawatan yang memadai atau menggunakan bahan bakar berkualias kurang baik. Sementara laporan World Bank (2009) menyatakan bahwa 70% sumber pencemar udara berasal dari emisi gas buang kendaraan bermotor.
Bisa dimengerti mengapa kemacetan makin sulit diatasi dan pencemaran udara semakin meningkat.
Apa yang harus dilakukan ?
· Pemerintah. Batasi kepemilikan kendaraan pribadi untuk menekan efek negatif polusi yang ditimbulkan.
· Kita. Lebih disiplin melakukan uji emisi untuk mengetahui kadar partikel dan karbon kendaraan bermotor mesin bensin. Ini berlaku untuk mobil pribadi maupun angkutan umum.
· Pemerintah. Berikan sanksi tegas jika ada emisi yang melebihi ambang batas.
· Kita. Berbesar hati jika dalam waktu dekat ini pemerintah DKI Jakarta menerapkan Electronic Road Pricing (ERP) atau jalan berbayar, di ruas jalan yang sebelumnya diberlakukan sistem 3 in 1.
· Pemerintah. Perbaiki fasilitas angkutan umum agar para pengguna kendaraan pribadi tidak segan beralih ke kendaraan umum.
Risiko kanker darah setelah timbal diganti
Tahun 1996, Jakarta telah dinyatakan sebagai kota dengan kualitas udara terburuk di dunia setelah Mexico City (Meksiko) dan Bangkok (Thailand). Gara-gara pernyataan WHO ini, dilakukan upaya pembebasan Indonesia dari bensin bertimbal dimulai dengan pencanangan Program Langit Biru oleh Presiden Soeharto pada tahun 1996, setelah Indonesia menghadiri pertemuan puncak Earth Summit di Rio de Janeiro, Brasil. Lewat Program Langit Biru, sejak 2001, Jakarta dan sekitarnya dinyatakan bebas bensin bertimbal, disusul kota-kota besar lain di seluruh Indonesia (2006).
Namun, berdasarkan hasil penelitian Pusat Penelitian Kesehatan Universitas Indonesia (PPK UI), setelah sekian tahun program pembebasan bensin bertimbal berjalan, diketahui kualitas udara di Jakarta masih sangat buruk, karena BBM kita mengandung senyawa berbahaya pengganti timbal (senyawa aromatik, senyawa oksigenat, senyawa olevin, dan senyawa isomerat). Dalam kurun waktu 5 sampai 30 tahun, senyawa pengganti timbal ini dapat menyebabkan kanker darah (leukemia).
Menurut Budi Haryanto, Peneliti dari PPK UI, paparan senyawa aromatik di udara Jakarta sangat berbahaya karena merupakan senyawa yang bersifat genotoxic carcinogen. Artinya, tidak ada batas aman untuk terkena risiko kanker. Penggunaan senyawa pengganti timbal ini seharusnya diikuti dengan pemasangan catalyctic converter pada knalpot kendaraan yang berfungsi menyaring zat-zat beracun hasil pembakaran senyawa aromatik.
Dari hasil penelitian yang dilakukan di negara-negara Eropa, diketahui bahwa kebocoran pengisian bahan bakar tanpa timbal sebanyak 12 persen saja sudah bisa menimbulkan risiko kanker. Apalagi, pengguna jalan di kota metropolitan setiap hari menghirup udara beracun dari senyawa aromatik yang tidak melalui proses penyaringan.
Apa yang harus dilakukan ?
Pemerintah, produsen dan pemasok mobil. Para produsen dan pemasok mobil di Indonesia, harus lebih bertanggungjawab terhadap kesehatan lingkungan, dengan memasang catalytic converter pada knalpot kendaraan mobil maupun sepeda motor yang mereka jual kepada konsumennya, agar bisa lebih ramah terhadap lingkungan.
Pemda, LSM, kita. Galakkan kampanye hidup sehat bebas udara beracun di jalan raya, antara lain dengan mewajibkan penggunaan masker setiap kali berkendara atau beraktivitas di luar rumah. (N)
Penulis : Ahmad Kholil
Simak artikel lengkapnya di majalah Nirmala 12/Tahun 11, edar 1 Desember 2010
Langganan:
Postingan (Atom)