Kenali Musuh Gigi Anda oleh: drg. Martha Mozartha
Apa itu Plak gigi?
Permukaan gigi kita tidak pernah betul-betul bersih. Segera setelah kita sikat gigi pun, lapisan tipis (disebut biofilm) akan segera terbentuk, yang mengandung banyak sekali mikroorganisme baik maupun jahat, dan akan bergabung dengan sisa makanan yang kemudian disebut plak gigi.
Plak atau kotoran gigi menyebabkan gusi di daerah leher gigi meradang. Perhatikan bahwa gusi di dekat plak gigi lebih merah dan bengkak dibandingkan daerah gusi di bawahnya. Pada kondisi ini, gusi sangat mudah berdarah bahkan hanya dengan sentuhan ringan misalnya saat makan makanan yang agak keras atau saat menyikat gigi.
Plak akan "matang" setelah 1-2 hari tanpa penyikatan gigi sama sekali, dan mengandung material organik seperti lemak, protein dan enzim serta material anorganik yaitu mineral terutama kalsium dan fosfor. Plak yang menumpuk dapat menyebabkan peradangan pada gusi, akibatnya gusi bengkak, warnanya merah terang, dan mudah berdarah. Kondisi ini juga dapat menyebabkan bau mulut karena plak akan diolah oleh bakteri dan menghasilkan senyawa sulfur yang menjadi sumber bau tak sedap.
Apa bedanya dengan karang gigi?
Bila tidak dibersihkan secara optimal, mineral-mineral yang berasal dari plak, air liur dan makanan akan terdeposit di dalam plak sehingga lama kelamaan plak akan mengeras, itulah yang disebut karang gigi (dental calculus). Komposisi dari calculus itu sendiri dapat berbeda-beda, bergantung dari konsentrasi kalsium dan fosfat yang terdapat dalam cairan mulut maupun yang didapat dari makanan/minuman, tingkat keasaman atau pH saliva, adanya ion-ion lain dalam air liur dan yang didapat dari makanan misalnya magnesium, dan masih banyak lagi. Calculus yang terjadi di permukaan gigi ini mirip dengan yang terjadi pada ginjal (batu ginjal) dan empedu. Plak yang menumpuk saja dapat menyebabkan bau mulut, apalagi karang gigi yang melekat di permukaan gigi.
Perhatikan garis kecoklatan yang tidak seharusnya ada di daerah leher gigi, itu adalah karang gigi yang sudah berakumulasi dengan jumlah yang cukup banyak. Akibatnya perlekatan gusi yang seharusnya melingkari leher gigi menjadi rusak. Lama kelamaan tulang pun akan turut rusak, dan menyebabkan kegoyangan pada gigi.
Apa yang mempercepat pembentukan karang gigi?
Kebanyakan orang menganggap air liur sebagai sesuatu yang menjijikkan, namun keberadaannya di dalam rongga mulut sangat penting. Penurunan aliran air liur adalah salah satu hal yang mempercepat pembentukan karang gigi, apalagi kalau penyikatan gigi tidak optimal. Coba perhatikan saat Anda meludah, apakah air liur Anda kental, atau cair dan berbusa? Air liur sangat berperan untuk self-cleaning, dengan adanya air liur, sisa makanan dan plak yang terdapat di permukaan gigi akan terbilas secara mekanis namun hanya efektif pada daerah 2/3 mahkota gigi dan tidak pada daerah leher gigi. Oleh karena itu karang gigi paling banyak terbentuk di daerah leher gigi yaitu daerah mahkota gigi yang berbatasan dengan gusi, yang terlihat sebagai garis kekuningan atau kecoklatan.
Karang gigi bisa bersih dengan sikat gigi?
Tidak, dental calculus tidak dapat dibersihkan hanya dengan sikat gigi, namun dapat dibersihkan dengan penggunaan alat scaler ultrasonik atau dengan hand instrument. Scaler ultrasonik bekerja dengan cara vibrasi atau getaran pada ujung alat yang dapat dilepas dan disterilisasi. Bagian ujung alat tersebut juga menyemprotkan air sehingga membilas karang gigi dan kotoran yang rontok dan menjaga gigi tetap dalam keadaan dingin, karena panas yang timbul akibat gesekan ujung alat dengan gigi dapat menyebabkan trauma pada pulpa gigi. Vibrasi dari ujung scaler tidak merusak email, selama email gigi terbentuk dengan sempurna.
Tips mencegah pembentukan karang gigi
Kecermatan dan kedisiplinan dalam membersihkan dan menyikat gigi sebetulnya lebih penting ketimbang penggunaan pasta gigi tertentu. Terkadang banyak orang yang menyikat gigi asal-asalan yang penting disikat, tapi setelah menyikat gigi plak tetap ada dan kurang bersih. Sikatlah gigi sambil bercermin, dengan memperhatikan arah penyikatan (atas bawah sedikit memutar dan mengenai gusi). Dengan demikian Anda dapat lebih teliti dan dapat melihat apakah plak sudah betul-betul bersih. Ada baiknya Anda juga menerapkan dental flossing setelah menyikat gigi, untuk membersihkan daerah sela gigi yang tidak terjangkau oleh bulu sikat gigi. Dental floss biasanya dapat diperoleh di apotik. Dental floss sangat baik terutama pada orang yang memiliki gigi berjejal atau tumpang tindih.[](MM sumber klikdokter
Rabu, 28 April 2010
3 Sebab gigi keropos Anak
Jakarta, Gigi keropos atau berlubang merupakan keluhan yang sering terjadi pada anak-anak. Diperkirakan satu dari tiga anak mengalami gigi keropos. Apa penyebabnya dan bagaimana mengatasinya?
Gigi keropos atau karies gigi adalah penyakit gigi destruktif yang dapat menyebabkan rongga atau lubang pada gigi. Hal ini memang sering terjadi pada anak-anak dan dewasa muda. Gigi keropos dan busuk merupakan penyebab terbesar kehilangan gigi pada anak dan remaja.
Seperti dilansir dari DentalFind, Rabu (28/4/2010), penyebab pengeroposan gigi karena tiga faktor, yaitu plak, gula, dan permukaan gigi yang rentan.
Plak mengandung bakteri yang menghasilkan asam sebagai hasil sampingan konsumsi gula. Hal ini biasanya diperparah dengan konsumsi gula berlebihan pada anak-anak, seperti permen, coklat atau eskrim.
Gigi keropos dapat terjadi di mana asam yang dihasilkan oleh bakteri yang ditemukan pada plak menempel pada gigi seseorang. Seiring waktu, asam ini mulai menyerang email, yaitu lapisan paling luar gigi, dan menyebabkan pengeroposan gigi.
Meskipun kerusakan gigi dapat diobati dengan berbagai cara, cara terbaik untuk memerangi gigi yang buruk adalah untuk mencegahnya dengan menjaga kebersihan gigi yang tepat.
Berikut cara untuk mencegah gigi keropos:
1. Batasi konsumsi gula pada anak, seperti permen, coklat, eskrim dan softdrink (minuman bersoda)
2. Lakukan perawatan gigi secara teratur, seperti menyikat gigi yang tepat dua kali sehari dan flossing (membersihkan gigi dengan benang) setiap hari
3. Menggunakan pasta gigi yang mengandung flouride. Penggunaan flouride secara teratur dapat memerangi pengkeroposan gigi.
4. Menggunakan sealants, yaitu lapisan plastik tipis yang diterapkan pada permukaan gigi yang digunakan untuk mengunyah. Sealants biasanya digunakan pada anak saat gigi gerahamnya mulai tumbuh.
Namun, bila pengkeroposan gigi sudah terjadi, sangat penting untuk berkonsultasi dengan dokter. Karena bila kerusakan gigi terus terjadi dan tidak dilakukan perawatan, maka kerusakan bisa mencapai ujung saraf gigi.
Biasanya dokter gigi akan mengobati gigi keropos dengan membuang gigi yang membusuk dengan menggunakan bor gigi khusus. Kemudian dokter akan mengisi lubang tadi dengan bahan khusus, atau yang dikenal dengan tambal gigi.
Tapi jika gigi yang mengalami pengkeroposan sudah cukup parah, maka kemungkinan gigi tersebut akan dicabut.
Bila gigi anak yang mengalami pengkeroposan masih gigi susu, maka tidak terlalu menjadi masalah besar, karena bila gigi tersebut dicabut akan tumbuh gigi permanen yang baru.
Tapi bila yang mengalami pengkeroposan adalah gigi permanen, maka hal tersebut memerlukan perawatan khusus. Merry Wahyuningsih - detikHealth
Gigi keropos atau karies gigi adalah penyakit gigi destruktif yang dapat menyebabkan rongga atau lubang pada gigi. Hal ini memang sering terjadi pada anak-anak dan dewasa muda. Gigi keropos dan busuk merupakan penyebab terbesar kehilangan gigi pada anak dan remaja.
Seperti dilansir dari DentalFind, Rabu (28/4/2010), penyebab pengeroposan gigi karena tiga faktor, yaitu plak, gula, dan permukaan gigi yang rentan.
Plak mengandung bakteri yang menghasilkan asam sebagai hasil sampingan konsumsi gula. Hal ini biasanya diperparah dengan konsumsi gula berlebihan pada anak-anak, seperti permen, coklat atau eskrim.
Gigi keropos dapat terjadi di mana asam yang dihasilkan oleh bakteri yang ditemukan pada plak menempel pada gigi seseorang. Seiring waktu, asam ini mulai menyerang email, yaitu lapisan paling luar gigi, dan menyebabkan pengeroposan gigi.
Meskipun kerusakan gigi dapat diobati dengan berbagai cara, cara terbaik untuk memerangi gigi yang buruk adalah untuk mencegahnya dengan menjaga kebersihan gigi yang tepat.
Berikut cara untuk mencegah gigi keropos:
1. Batasi konsumsi gula pada anak, seperti permen, coklat, eskrim dan softdrink (minuman bersoda)
2. Lakukan perawatan gigi secara teratur, seperti menyikat gigi yang tepat dua kali sehari dan flossing (membersihkan gigi dengan benang) setiap hari
3. Menggunakan pasta gigi yang mengandung flouride. Penggunaan flouride secara teratur dapat memerangi pengkeroposan gigi.
4. Menggunakan sealants, yaitu lapisan plastik tipis yang diterapkan pada permukaan gigi yang digunakan untuk mengunyah. Sealants biasanya digunakan pada anak saat gigi gerahamnya mulai tumbuh.
Namun, bila pengkeroposan gigi sudah terjadi, sangat penting untuk berkonsultasi dengan dokter. Karena bila kerusakan gigi terus terjadi dan tidak dilakukan perawatan, maka kerusakan bisa mencapai ujung saraf gigi.
Biasanya dokter gigi akan mengobati gigi keropos dengan membuang gigi yang membusuk dengan menggunakan bor gigi khusus. Kemudian dokter akan mengisi lubang tadi dengan bahan khusus, atau yang dikenal dengan tambal gigi.
Tapi jika gigi yang mengalami pengkeroposan sudah cukup parah, maka kemungkinan gigi tersebut akan dicabut.
Bila gigi anak yang mengalami pengkeroposan masih gigi susu, maka tidak terlalu menjadi masalah besar, karena bila gigi tersebut dicabut akan tumbuh gigi permanen yang baru.
Tapi bila yang mengalami pengkeroposan adalah gigi permanen, maka hal tersebut memerlukan perawatan khusus. Merry Wahyuningsih - detikHealth
Kenali Jenis Batuk pada Anak dan Obatnya
Memasuki awal musim kemarau ini terasa panasnya hawa udara seputar Jakarta, biasanya gejala penyakit yang muncul batuk terutama pada anak-anak. Mengobati batuk pada anak kadang gampang-gampang susah. Tidak jarang batuk anak makin parah karena obat yang diberikan tidak sesuai dengan jenis batuknya. Kenali jenis batuk pada anak agar lebih mudah diobati.
Anak-anak bisa mengalami batuk ketika selaput tenggorokannya mengalami iritasi. Hal ini sering terjadi jika si kecil sedang sakit seperti flu atau demam dan juga saat tubuh sedang mencoba melawan penyakit sehingga memproduksi banyak lendir atau dahak.
Penyakit batuk yang dialami oleh anak biasanya disertai dengan demam, pilek atau kesulitan bernapas. Karenanya penting bagi orangtua untuk memperhatikan gejala yang ada sehingga bisa memperkirakan penyebabnya.
Seperti dikutip dari Childhealthguide, Rabu (28/4/2010) ada 4 jenis batuk berbeda dapat dikenali suaranya dan gejala lain, yaitu:
Batuk kering
Batuk kering biasanya terjadi jika disebabkan oleh adanya infeksi pada saluran pernapasan atas yaitu hidung dan tenggorokan seperti pilek atau flu. Jenis batuk ini biasanya akan memburuk jika anak berada di ruang yang hangat atau saat anak sudah tidur.
Tapi terkadang batuk kering bisa menjadi tanda awal infeksi saluran pernapasan bawah seperti bronchiolitis, peradangan saluran udara kecil di paru-paru atau pneumonia. Penyebab lainnya adalah terkena paparan asap rokok atau iritasi serupa.
Batuk croup
Anak-anak yang mengalami batuk seperti ini memiliki bagian trakea atas yang bengkak akibat dari infeksi virus. Pembengkakan yang terjadi di bawah pita suara membuat suara batuk seperti menggonggong, sehingga nada suara yang timbul cenderung tinggi terutama saat napas masuk.
Batuk berdahak
Batuk jenis ini dikarenakan adanya cairan sekresi dan lendir di saluran pernapasan bagian bawah (tenggorokan dan paru-paru). Penyebab umumnya adalah infeksi dan asma. Biasanya batuk yang terjadi berguna untuk menghilangkan cairan tersebut dari saluran pernapasan.
Anak-anak yang sudah lebih tua akan lebih mudah mengeluarkan lendir ini, tapi anak yang masih kecil cenderung untuk menelannya. Lendir yang tertelan ini dapat menimbulkan sakit perut dan lendir ini bisa muncul dalam muntahan atau kotoran si kecil.
Batuk rejan
Anak yang mengalami batuk rejan biasanya ditandai dengan frekuensi batuk yang cepat dan parah atau disebut dengan pertusis. Saat anak bernapas dalam-dalam, terkadang menimbulkan suara rejan diantara batuknya dan semakin memburuk saat malam hari. Jika batuknya sangat parah bisa membuat wajah anak membiru akibat kekurangan oksigen sementara.
Untuk mencegah jenis batuk ini, anak-anak bisa diberikan vaksinnya. Namun vaksinasi belum tentu dapat melindungi anak dari batuk rejan 100 persen. Tapi anak yang tidak divaksinasi menjadi lebih rentan terhadap infeksi dari orang dewasa atau remaja karena kekebalan tubuhnya belum maksimal.
(ver/ir) Vera Farah Bararah - detikHealth
Anak-anak bisa mengalami batuk ketika selaput tenggorokannya mengalami iritasi. Hal ini sering terjadi jika si kecil sedang sakit seperti flu atau demam dan juga saat tubuh sedang mencoba melawan penyakit sehingga memproduksi banyak lendir atau dahak.
Penyakit batuk yang dialami oleh anak biasanya disertai dengan demam, pilek atau kesulitan bernapas. Karenanya penting bagi orangtua untuk memperhatikan gejala yang ada sehingga bisa memperkirakan penyebabnya.
Seperti dikutip dari Childhealthguide, Rabu (28/4/2010) ada 4 jenis batuk berbeda dapat dikenali suaranya dan gejala lain, yaitu:
Batuk kering
Batuk kering biasanya terjadi jika disebabkan oleh adanya infeksi pada saluran pernapasan atas yaitu hidung dan tenggorokan seperti pilek atau flu. Jenis batuk ini biasanya akan memburuk jika anak berada di ruang yang hangat atau saat anak sudah tidur.
Tapi terkadang batuk kering bisa menjadi tanda awal infeksi saluran pernapasan bawah seperti bronchiolitis, peradangan saluran udara kecil di paru-paru atau pneumonia. Penyebab lainnya adalah terkena paparan asap rokok atau iritasi serupa.
Batuk croup
Anak-anak yang mengalami batuk seperti ini memiliki bagian trakea atas yang bengkak akibat dari infeksi virus. Pembengkakan yang terjadi di bawah pita suara membuat suara batuk seperti menggonggong, sehingga nada suara yang timbul cenderung tinggi terutama saat napas masuk.
Batuk berdahak
Batuk jenis ini dikarenakan adanya cairan sekresi dan lendir di saluran pernapasan bagian bawah (tenggorokan dan paru-paru). Penyebab umumnya adalah infeksi dan asma. Biasanya batuk yang terjadi berguna untuk menghilangkan cairan tersebut dari saluran pernapasan.
Anak-anak yang sudah lebih tua akan lebih mudah mengeluarkan lendir ini, tapi anak yang masih kecil cenderung untuk menelannya. Lendir yang tertelan ini dapat menimbulkan sakit perut dan lendir ini bisa muncul dalam muntahan atau kotoran si kecil.
Batuk rejan
Anak yang mengalami batuk rejan biasanya ditandai dengan frekuensi batuk yang cepat dan parah atau disebut dengan pertusis. Saat anak bernapas dalam-dalam, terkadang menimbulkan suara rejan diantara batuknya dan semakin memburuk saat malam hari. Jika batuknya sangat parah bisa membuat wajah anak membiru akibat kekurangan oksigen sementara.
Untuk mencegah jenis batuk ini, anak-anak bisa diberikan vaksinnya. Namun vaksinasi belum tentu dapat melindungi anak dari batuk rejan 100 persen. Tapi anak yang tidak divaksinasi menjadi lebih rentan terhadap infeksi dari orang dewasa atau remaja karena kekebalan tubuhnya belum maksimal.
(ver/ir) Vera Farah Bararah - detikHealth
Talkshow Deteksi Dini Kanker Serviks Sabtu 1 Mei 2010
Kanker serviks saat ini berada pada peringkat 5 di dunia sebagai kanker yang mematikan bagi perempuan. Di dunia tercatat 16 dari 100,000 perempuan per tahun terjangkit kanker jenis ini dan 9 dari 100,000 per tahun berakhir dengan kematian atau sekitar 473,000 kasus terjangkit dan 253,500 kematian per tahun.
Namun demikian dengan bekal pengetahuan yang cukup baik, di berbagai belahan dunia telah terjadi penurunan kasus baik yang terjangkit maupun meninggal dunia. Di Australia misalnya perempuan yang terdeteksi kanker serviks telah menurun 4,5% per tahun sejak 1991, sehingga pada tahun 2005 tercatat hanya 734 kasus saja. Angka ini cenderung menurun terus seiring dengan kesadaran perempuan dalam memahami penyakit ini.
Untuk itulah Nirmala Magazine menyelenggarakan talkshow
Deteksi Dini Kanker Serviks hari Sabtu 1 Mei 2010 pk 09-04.30
tempat di Nirmala Function Room Ciputat
PENDAFTARAN Majalah NIRMALA
Ayu : 021-74711551 ext. 326 | Nisfi / Mutia : 021-7427689
Namun demikian dengan bekal pengetahuan yang cukup baik, di berbagai belahan dunia telah terjadi penurunan kasus baik yang terjangkit maupun meninggal dunia. Di Australia misalnya perempuan yang terdeteksi kanker serviks telah menurun 4,5% per tahun sejak 1991, sehingga pada tahun 2005 tercatat hanya 734 kasus saja. Angka ini cenderung menurun terus seiring dengan kesadaran perempuan dalam memahami penyakit ini.
Untuk itulah Nirmala Magazine menyelenggarakan talkshow
Deteksi Dini Kanker Serviks hari Sabtu 1 Mei 2010 pk 09-04.30
tempat di Nirmala Function Room Ciputat
PENDAFTARAN Majalah NIRMALA
Ayu : 021-74711551 ext. 326 | Nisfi / Mutia : 021-7427689
Seminar Cantik dan Sehat dengan Herbal Sabtu 1 Mei 2010
FIKES UHAMKA BEKERJA SAMA DENGAN ASPETRI DAN KLINIK SEHAT MENGADAKAN SEMINAR SEHARI YANG BERTEMA SEHAT DAN CANTIK DENGAN HERBAL hari Sabtu 1 MEI 2010 pk 08.00-16.00 di aula UHAMKA, JALAN LIMAU II KEBAYORAN BARU JAKARTA SELATAN.
Materi
1. PENGERTIAN DAN PENELITIAN HERBAL
2. APLIKASI HERBAL UNTUK KESEHATAN Dan KECANTIKAN
3. CARA PEMBUATAN HERBAL YANG BAIK DAN BENAR
PEMBICARA DALAM SEMINAR INI ADALAH
1. Dr ZIAUL HAQ (KLINIK SEHAT) 2 Siti Nurhayati, Apt
3. Ir ATIEK WARIH SETIAWATI Dipl, Cidessco (ASPETRI) 4. ALI MASHUDA Apt ( HERBAGOLD)
INVESTASI MAHASISWA Rp25.000 UMUM Rp.100.000
INFO DAN PENDAFTARAN HUB 085711885547
Materi
1. PENGERTIAN DAN PENELITIAN HERBAL
2. APLIKASI HERBAL UNTUK KESEHATAN Dan KECANTIKAN
3. CARA PEMBUATAN HERBAL YANG BAIK DAN BENAR
PEMBICARA DALAM SEMINAR INI ADALAH
1. Dr ZIAUL HAQ (KLINIK SEHAT) 2 Siti Nurhayati, Apt
3. Ir ATIEK WARIH SETIAWATI Dipl, Cidessco (ASPETRI) 4. ALI MASHUDA Apt ( HERBAGOLD)
INVESTASI MAHASISWA Rp25.000 UMUM Rp.100.000
INFO DAN PENDAFTARAN HUB 085711885547
Selasa, 20 April 2010
yang rutin di RS MPH ... Aksi Donor Darah Selasa 27 April 2010
Kembali..RSMPH menggelar acara rutin aksi donor darah pada
Selasa 27 April 2010 Pk 09.00- 12.00
di aula RS Medika Permata Hijau (RSMPH)
Jl Raya Kebayoran Lama - Perempatan Permata Hijau
Jakarta Barat. Ini acara rutin RSMPH sekaligus periksa kesehatan gratisgula darah, lemak, osteoporosis dll informasi silahkan hub 5347411.
Selasa 27 April 2010 Pk 09.00- 12.00
di aula RS Medika Permata Hijau (RSMPH)
Jl Raya Kebayoran Lama - Perempatan Permata Hijau
Jakarta Barat. Ini acara rutin RSMPH sekaligus periksa kesehatan gratisgula darah, lemak, osteoporosis dll informasi silahkan hub 5347411.
Ingin terhindar dari Stroke ? Jalan cepat saja
Berjalan adalah salah satu aktivitas sehari-hari yang tampak biasa. Padahal, berjalan merupakan salah satu cara untuk menghindari serangan stroke yang mematikan, terutama bagi kaum hawa. Demikian sebuah penelitian mengungkap.
Wanita yang mengatakan mereka berjalan cepat, memiliki risiko 37 persen lebih rendah mengalami stroke dibandingkan yang tidak berjalan. Wanita yang melaporkan berjalan minimal dua jam setiap minggu dengan kecepatan bervariasi berhasil menekan risiko stroke hingga 30 persen, ujar studi yang dipublikasikan secara online pada jurnal stroke American Heart Association.
Sementara, aktivitas fisik menurunkan risiko stroke, studi lainnya memfokuskan untuk meneliti latihan jenis apa yang mungkin paling bermanfaat untuk wanita. "Penelitian itu benar-benar mengungkap, berjalan dengan waktu tertentu dan khususnya berjalan cepat," ujar pemimpin studi dari Harvard School of Public Health di Boston, AS.
Yang dimaksud dengan berjalan cepat ialah ketika seseorang berjalan, maka ia masih mampu berbicara. "Namun, tidak bernyanyi," tambahnya.
Penelitian itu melibatkan 39.000 wanita pekerja dalam kondisi sehat berusia 45 tahun atau lebih tua. Mereka ditanyakan secara berkala mengenai aktivitas fisik. Selama 12 tahun, sebanyak 579 wanita terkena stroke.
Selain berjalan, peneliti juga mengamati aktivitas seperti berlari, berenang dan bersepeda. Namun, para peneliti tidak menemukan kaitan antara kegiatan tersebut dengan mengurangi risiko stroke.
Peneliti mengatakan, mungkin jumlah partisipan tidak mencukupi untuk mengetahui perbedaannya. Atau, mngkin juga, aktivitas dalam tahap sedang, lebih efektif menurunkan tekanan darah tinggi, yang merupakan faktor utama dari stroke.
"Saya pikir yang sangat menggugah adalah aktivitas tahap sedang dapat efektif mengurangi stroke," ujar Dr. Anand Rohatgi, seorang Kardiolog dari University of Texas Medical Center di Dallas.
Selain tekanan darah tinggi, faktor risiko dari stroke antara lain penyakit jantung, diabetes tipe 2 dan obesitas. "Hal-hal yang terkait langsung dengan stroke dapat diperbaiki dengan aktivitas fisik. Semuanya akan berhubungan," terangnya.
Dr. Tracy Steben, Direktur Saint Luke's Muriel I. Kauffman Women's Heart Center di Kansas mengatakan, studi itu dapat membantu masyarakat untuk melihat manfaat olahraga untuk menstabilkan tekanan darah. "Memang membutuhkan kerja keras, namun bukan berarti harus dilakukan dengan mahal," katanya. (AP)
Red: Ririn Sjafriani sumber AP
Wanita yang mengatakan mereka berjalan cepat, memiliki risiko 37 persen lebih rendah mengalami stroke dibandingkan yang tidak berjalan. Wanita yang melaporkan berjalan minimal dua jam setiap minggu dengan kecepatan bervariasi berhasil menekan risiko stroke hingga 30 persen, ujar studi yang dipublikasikan secara online pada jurnal stroke American Heart Association.
Sementara, aktivitas fisik menurunkan risiko stroke, studi lainnya memfokuskan untuk meneliti latihan jenis apa yang mungkin paling bermanfaat untuk wanita. "Penelitian itu benar-benar mengungkap, berjalan dengan waktu tertentu dan khususnya berjalan cepat," ujar pemimpin studi dari Harvard School of Public Health di Boston, AS.
Yang dimaksud dengan berjalan cepat ialah ketika seseorang berjalan, maka ia masih mampu berbicara. "Namun, tidak bernyanyi," tambahnya.
Penelitian itu melibatkan 39.000 wanita pekerja dalam kondisi sehat berusia 45 tahun atau lebih tua. Mereka ditanyakan secara berkala mengenai aktivitas fisik. Selama 12 tahun, sebanyak 579 wanita terkena stroke.
Selain berjalan, peneliti juga mengamati aktivitas seperti berlari, berenang dan bersepeda. Namun, para peneliti tidak menemukan kaitan antara kegiatan tersebut dengan mengurangi risiko stroke.
Peneliti mengatakan, mungkin jumlah partisipan tidak mencukupi untuk mengetahui perbedaannya. Atau, mngkin juga, aktivitas dalam tahap sedang, lebih efektif menurunkan tekanan darah tinggi, yang merupakan faktor utama dari stroke.
"Saya pikir yang sangat menggugah adalah aktivitas tahap sedang dapat efektif mengurangi stroke," ujar Dr. Anand Rohatgi, seorang Kardiolog dari University of Texas Medical Center di Dallas.
Selain tekanan darah tinggi, faktor risiko dari stroke antara lain penyakit jantung, diabetes tipe 2 dan obesitas. "Hal-hal yang terkait langsung dengan stroke dapat diperbaiki dengan aktivitas fisik. Semuanya akan berhubungan," terangnya.
Dr. Tracy Steben, Direktur Saint Luke's Muriel I. Kauffman Women's Heart Center di Kansas mengatakan, studi itu dapat membantu masyarakat untuk melihat manfaat olahraga untuk menstabilkan tekanan darah. "Memang membutuhkan kerja keras, namun bukan berarti harus dilakukan dengan mahal," katanya. (AP)
Red: Ririn Sjafriani sumber AP
Langganan:
Postingan (Atom)
